Liverpool memastikan gelar Liga Inggris dengan kemenangan 5-1 atas Tottenham. Pasukan Arne Slot menjungkirbalikkan ramalan pundit yang tidak menjagokan mereka.
28 Apr 2025 07:30 WIB · Olahraga
”Mereka masih butuh satu musim lagi untuk bersaing masuk ke empat besar,” demikian pernyataan Pat Nevin, salah satu pundit atau pakar sepak bola, terkait dengan prediksinya soal Liverpool musim ini.
”Persaingan juara adalah antara Manchester City dan Arsenal, tidak ada yang lain,” ramal Chris Waddle, mantan pemain timnas Inggris.
”Liverpool adalah pilihan alami untuk posisi ketiga, tetapi siapa yang tahu dampak hengkangnya Juergen Klopp?” sebut Leon Osman, mantan pemain Everton.
Nevin, Waddle, dan Osman adalah tiga dari puluhan pundit, pengamat, atau pakar sepak bola yang dimintai prediksinya soal hasil kompetisi Liga Inggris musim ini. Mereka menjadi bagian dari 30 pundit yang dikumpulkan media Inggris, BBC.
Pundit yang dikumpulkan BBC terdiri dari para mantan pemain sepak bola, bahkan beberapa di antaranya berstatus sebagai legenda di sejumlah klub yang pernah mereka bela. Selain ketiga nama di atas, ada juga Joe Hart, Theo Walcott, Chriss Sutton, Dion Dublin, Micah Richard, Steve Sidwell, Shay Given, Fara Williams, Stephen Warnock, dan Matt Upson.
Sebagai mantan pemain yang malang melintang bertanding di kompetisi elite Eropa, merek tentu memiliki kapabilitas untuk berbicara soal sepak bola. Suara mereka akan lebih memiliki bobot dibandingkan dengan sekadar orang yang mengaku pengamat sepak bola.
Selain BBC, pihak Liga Premier juga mengumpulkan 11 pundit untuk memprediksi hasil Liga Inggris musim ini. Mereka juga terdiri dari mantan pemain terkenal, seperti Michael Owen, Darren Bent, Tim Sherwood, Mark Schwarzer, Shaun Wright-Phillips, Jermain Defoe, dan Matt Holland.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/a5197ae8be9bfd5d58462c31054bcb9b-wires_photo_26_.jpg)
Dari 30 pengamat yang dikumpulkan BBC untuk memprediksi hasil Liga Inggris itu, tidak satu pun yang menjagokan Liverpool bakal menjadi juara. Sebagian besar masih memprediksi Manchester City akan mempertahankan gelar mereka. Beberapa lainnya meramal mahkota City akan terlepas dan menjadi milik Arsenal.
Sebagian besar menempatkan Liverpool di posisi ketiga, tetapi Nevin, Osman, dan Sidwell sama sekali tidak memasukkan Liverpool dalam persaingan empat besar. Ketiganya menjagokan Manchester United, Newcastle United, Tottenham Hotspur, dan Chelsea akan meraih posisi lebih tinggi dari Liverpool.
Sementara itu, hanya dua pundit yang memprediksi Liverpool akan finis di posisi kedua. Keduanya adalah mantan bek Liverpool, Stephen Warnock, dan legenda timnas putri Inggris, Fara Williams.
Hal yang juga terjadi dengan para pundit yang dikumpulkan pihak Liga Premier. Tidak ada satu pun yang meramalkan Liverpool akan memuncaki liga. Owen dan Bent memprediksi Arsenal juara, sedangkan Given, Sherwood, dan Defoe meramalkan City akan mempertahankan gelar.
Meski para pundit tersebut memiliki nama besar dan kompetensi untuk berbicara sepak bola, Liverpool membuat mereka terlihat seperti pengamat amatiran. Memang, tak bisa dimungkiri, para pundit tersebut memiliki alasan kuat untuk tidak memilih Liverpool menjadi juara.
Jelang musim ini, Liverpool baru saja kehilangan sosok pelatih legendaris Juergen Klopp yang mengumumkan pengunduran dirinya pada musim sebelumnya. Kehilangan pelatih sekaliber Klopp, pasti membuat klub mana pun akan kesulitan.
Bagi Liverpool, kehilangan Klopp bisa diibaratkan dengan ketika Manchester United kehilangan Alex Ferguson, Arsenal ditinggal Arsene Wenger, atau ketika nanti Manchester City ditinggalkan oleh Pep Guardiola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/ace17a1725adbb50d9ee5f8510678b19-Britain_Soccer_Premier_League_8_.jpeg)
Pengamat beranggapan, Liverpool akan kesulitan mencari pelatih yang sepadan untuk menggantikan sang legenda. Pencarian berujung pada sosok Arne Slot.
Sulitnya mencari sosok pengganti Klopp terlihat pada kenyataan bahwa Slot sebenarnya bukanlah pilihan pertama. Slot adalah pilihan ketiga di bawah kandidat lain untuk menduduki kursi panas yang ditinggalkan Klopp.
Liverpool sebelumnya menginginkan mantan pemain mereka, Xabi Alonso, yang waktu itu baru saja sukses membawa Bayer Leverkusen juara Bundesliga dengan rekor tanpa terkalahkan, mengakhiri dominasi Bayern Muenchen. Namun, Alonso, mantan gelandang bertahan Liverpool di era kepelatihan Rafael Benitez, menolak untuk hengkang dari Jerman.
Selain itu, Liverpool juga disebut mendekati Ruben Amorim. Namun, mereka tidak cocok dengan filosofi kepelatihan pelatih asal Portugal ini. Amorim yang mengandalkan skema 3-5-2 dan variasinya dinilai tidak sesuai dengan karakter para pemain Liverpool saat ini.
Manajemen Liverpool beranggapan, akan terlalu mahal untuk merombak skuad yang ada dan mendapatkan pemain baru yang sesuai dengan filosofi Amorim. Pelatih berusia 40 tahun ini kemudian bergabung dengan Manchester United, menggantikan Erik ten Hag yang dipecat pada pertengahan musim.
Selain soal pelatih, alasan lain keraguan para pundit adalah kedalaman skuad Liverpool yang minim darah baru. Bisa dibilang, bursa transfer musim panas jelang kompetisi adalah bursa transfer yang buruk bagi ”Si Merah”. Pemain incaran teratas, Martin Zubimendi dari Real Sociedad, menolak untuk bergabung meskipun sebelumnya sudah menyatakan bersedia. Slot hanya mendapat satu pemain baru, Federico Chiesa, yang sering didera cedera.
Namun, Slot mampu menjungkirbalikkan prediksi para pengamat, dan sejujurnya para penggemar sepak bola, bahkan termasuk pendukung Liverpool, musim ini. Liverpool langsung tampil brilian dengan meraih kemenangan demi kemenangan. Mereka tampil dominan, hanya dua kali kalah. Gelar pun mereka kunci dengan kemenangan 5-1 atas Tottenham Hotspur, Minggu (27/4/2025) malam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/df47839fd0103e5512fbfae0d974e993-Britain_Soccer_Premier_League_12_.jpeg)
Slot membawa filosofi atau pendekatan permainan yang baru. Jika Klopp lebih banyak menerapkan skema 4-3-3 dengan gegenpressing, Slot berbeda. Mantan pelatih Feyenoord ini menggunakan skema 4-2-3-1, dengan dua gelandang sebagai jangkar di depan empat bek. Permainan Liverpool ala Slot tidak seatraktif gaya heavy metal milik Klopp, tetapi sangat efektif.
Ketidakpercayaan pengamat dan penggemar sepak bola itu pun memunculkan perubahan narasi terhadap keberhasilan Virgil van Dijk dan kawan-kawan musim ini. Di awal musim, narasi yang berkembang adalah Liverpool tidak akan juara karena memiliki skuad yang buruk, dan tampil di atas potensi mereka karena keberadaan Klopp.
Ketika Si Merah terus memetik hasil positif, narasi berubah menjadi mereka tengah menikmati apa yang disebut efek ”new manager bounce” atau efek pantul manajer baru. Ini karena sering kali sebuah klub yang mengganti pelatih langsung mendapatkan hasil positif. Hasil bagus itu biasanya hanya bertahan sesaat sebelum mereka terpuruk.
Saat performa Liverpool bertahan hingga Januari-Februari dengan hanya satu kali kekalahan, narasi kembali berubah. Kali ini, Liverpool disebut beruntung karena tim-tim pesaing, Manchester City dan Arsenal, banyak didera cedera. Meskipun, hal sama dialami Liverpool ketika pemain, seperti Alisson Becker, Joe Gomez, Ibrahima Konate, Diego Jota, dan kemudian Trent Alexander-Arnold, absen cukup lama.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/28/119baf69-fd38-41c2-836a-f965d590a95f_png.png)
Narasi terus berubah setelah Liverpool kian dekat dengan juara setelah membuka jarak poin hingga 13 poin dari pesaing terdekat, Arsenal. Dari awalnya meragukan kekuatan skuad Liverpool, banyak pengamat yang kemudian menyebut bahwa Slot mewarisi skuad bagus tinggalan Klopp.
Ada satu lagi narasi untuk mengecilkan pencapaian Slot dan Liverpool, yaitu bahwa kompetisi Liga Inggris kali ini membosankan dan tim-tim melemah karena pencapaian poin mereka tidak setinggi musim lalu.
Penampilan klub-klub Liga Inggris di Eropa menjadi bukti bahwa mereka sebenarnya tidak bisa diremehkan. Di Liga Champions, Arsenal dengan mudah melibas Real Madrid, kemudian Aston Villa, memberi perlawanan seru melawan PSG. Liverpool memuncaki fase liga Liga Champions, sebelum kalah adu penalti dari PSG.
Penampilan klub-klub yang bagus membuat jatah Inggris di Liga Champions musim depan minimal lima klub karena mereka unggul koefisien UEFA. Di Liga Europa, dua tim papan bawah Liga Inggris, Manchester United dan Tottenham Hotspur, bakal tampil di semifinal. Sementara di Liga Konferensi, Chelsea juga terus melaju.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/b74f8621cacd3bb63032e3fd31749041-Britain_Soccer_Premier_League_11_.jpeg)
Persaingan sengit di Liga Inggris memperebutkan posisi Liga Champions memperlihatkan meratanya kekuatan. Klub-klub pun bisa saling mencuri poin. Adan enam klub yang berebut tiket untuk mendampingi Liverpool ke Liga Champions musim depan. Bahkan, dari posisi ketiga hingga ketujuh, mereka hanya terpisah jarak lima poin.
Dominasi Liverpool terlihat dari perolehan poin mereka. Pasukan Slot membuka jarak 11 poin di puncak setelah 31 pekan adalah yang terbesar sejak musim 2020/2021. Meskipun, mereka masih belum mengungguli rekor 23 poin keunggulan yang diraih pasukan Klopp pada musim 2019/2020.
Dari sisi kompetisi, statistik menunjukkan bahwa musim ini lebih banyak tercipta gol per laga. Musim ini tercipta rata-rata 2,94 gol per gim, kedua tertinggi di era Liga Primer. Hanya musim lalu tercipta rata-rata gol lebih tinggi.
Sementara dalam setiap pertandingan, rata-rata terdapat 26 tembakan dengan 9,19 tepat sasaran. Musim lalu, tercipta 27,6 tembakan dan 9,89 tepat sasaran. Kedua musim adalah yang tertinggi dalam kategori ini sejak musim 2012/2013.
Dalam beberapa konferensi pers jelang laga, Slot pun menghadapi pertanyaan terkait dengan soal ini. Salah satunya jelang laga melawan Spurs. Slot yang menjadi pelatih ke-12 yang memenangi Liga Primer dan orang Belanda pertama menolak anggapan bahwa musim ini membosankan atau lemah.
Slot menunjuk fakta pada ketatnya persaingan merebut lima tiket Liga Champions. ”Saya pikir tidak ada yang lebih menarik dari persaingan empat, lima besar. Musim sebelumnya sangat jelas siapa yang menempatinya. Saat ini sangat sulit untuk masuk ke posisi empat atau lima besar,” kata Slot.
”Menurut pendapat saya, ini adalah liga yang sangat sulit. Tidak ada laga yang mudah. Sangat sulit untuk memenangi pertandingan,” tambah pelatih berusia 46 tahun ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/6d002dceb21e31699695892d89f0b402-wires_photo_27_.jpg)
Dengan duit yang lebih banyak beredar di Liga Inggris, setiap klub memiliki kemampuan untuk membeli pemain bagus memperkuat skuad. Klub-klub semenjana yang dibekali dengan uang berpotensi menjadi kuda hitam.
Itulah yang terjadi saat ini. Tim-tim, seperti Brighton, Forrest, Bournemouth, dan Fulham, memiliki sejumlah pemain berkualitas yang bisa menjadi starter di klub papan atas. Mereka bisa mengambil poin dari City, Arsenal, Chelsea, dan mempermalukan Manchester United.
Ini berbeda dengan era lebih dari satu dekade lalu saat satu klub bisa mendominasi tanpa tantangan karena menjadi satu-satunya klub yang bisa dengan mudah membajak pemain terbaik tanpa persaingan.
Masuknya uang baru dari pemilik kaya, Roman Abramovic di Chelsea (kini telah pindah pemilik), UAE di Manchester City, serta sekarang Newcastle United yang dimiliki Arab Saudi, membuat kompetisi menjadi lebih sulit. Dengan kekuatan uang yang lebih merata, akan sangat sulit bagi satu klub menjadi kekuatan dominan dalam jangka sangat lama.
Apa pun itu, bagi pendukung Si Merah, mereka tidak peduli dengan segala macam upaya untuk mengecilkan pencapaian Slot, Van Dijk, Mo Salah dan kawan-kawan. Yang terpenting, gelar berada di tangan.
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Emilius Caesar Alexey