Liverpool yang diperkirakan tidak cukup kuat untuk juara pada awal musim bisa mengangkat trofi lebih awal pada pekan ke-34. Satu poin dari Tottenham sudah cukup.
26 Apr 2025 20:46 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, SABTU — Liverpool dan juara merupakan dua kata yang terpaut amat jauh pada awal musim Liga Inggris. Mulai dari kehilangan manajer legendaris, aktivitas transfer pasif, hingga tiga bintang yang segera habis kontrak, menjadi tanda tanya ”Si Merah”. Siapa sangka, Liverpool kini tinggal berselisih satu poin dari gelar juara.
Tidak banyak orang yang menjagokan Liverpool ketika musim dimulai. Mantan bek mereka saja, Jamie Carragher, memprediksi tim asuhan Pelatih Arne Slot paling tinggi finis di peringkat ketiga. Tidak hanya manusia, superkomputer Opta juga hanya memberikan angka 5,1 persen terhadap kans juara Liverpool.
Keraguan itu telah berbalik menjadi kepastian. Jelang pekan ke-34, angka peluang juara dari Opta naik hingga 99,9 persen. Liverpool sudah begitu dekat dengan garis akhir. Mereka hanya butuh hasil imbang saat menjamu Tottenham Hotspur di Stadion Anfield, pada Minggu (27/4/2025) pukul 22.30 WIB, untuk meraih titel liga ke-20.
Liverpool memimpin klasemen dengan 79 poin dari 33 laga, meninggalkan peringkat kedua Arsenal (67 poin dari 34 laga). Di atas kertas, ”Si Merah” sudah hampir pasti akan juara. Semua hanya tinggal persoalan waktu. Namun, mereka bisa membuat kemenangan terasa lebih spesial dengan pesta juara di Anfield pada akhir pekan ini.
Semuanya menatap hari Minggu nanti, tetapi kami tetap harus menyelesaikan tugas, setidaknya satu poin.
Pesta juara, kata Slot, tidak bisa ditunda. Para pemain sudah menanti itu selama empat tahun. Mohamed Salah dan rekan-rekan berhasil menjuarai liga untuk pertama kali dalam 30 tahun terakhir pada musim 2020-2021, tetapi kurang lengkap karena dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Tidak ada pesta bersama para penggemar kala itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/19/30ac4330bf2818d4e44c412ba0cc57b4-cropped_image.jpg)
”Pertama-tama, itu tanggung jawab besar karena kami menyadari terakhir klub ini juara adalah waktu pandemi. Semuanya menatap hari Minggu nanti, tetapi kami tetap harus menyelesaikan tugas, setidaknya satu poin. Kami akan menghadapi Tottenham yang juga punya misi spesial untuk persiapan jelang (semifinal) Liga Europa,” ujar Slot.
Di atas kertas, Liverpool tidak akan kesulitan meraih minimal satu poin dari Tottenham. Mereka berstatus tim kandang terbaik di liga, tidak terkalahkan dalam 14 laga terakhir di Anfield. Si Merah hanya perlu menunjukkan sekali lagi konsistensi permainan yang merupakan faktor kesuksesan terbesar sepanjang musim ini.
Bagi Liverpool, trofi juara ke-20 nanti memiliki arti lebih. Tidak sekadar menambah pajangan di rak trofi klub. Itu akan menegaskan, era kegelapan yang diperkirakan setelah kepergian Manajer Jurgen Klopp pada akhir musim lalu tidak terwujud. Slot mampu mengambil alih kendali tanpa turbulensi berarti.
Slot yang belum pernah memimpin tim besar sepanjang karier kepelatihan sukses memegang ruang ganti yang diisi para pemain bintang. Prestasi terasa lebih besar karena dicapai tanpa aktivitas transfer megah. Pelatih asal Belanda itu lebih banyak memanfaatkan warisan pemain yang ditinggalkan oleh Klopp.
Pelatih Kepala Tottenham Ange Postecoglou sudah dua musim di Inggris. Baginya, kesulitan terbesar di liga terkompetitif sedunia tersebut adalah menjaga permainan di level tertinggi. Hal itu berhasil dilakukan oleh Slot. ”Saya tidak pernah mengabaikan kemungkinan bahwa dia adalah pelatih yang luar biasa (sejak awal musim),” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/baaed146a48ab53eb73d3f2a61dc47c9-AFP_42PR6AW.jpg)
Slot tidak hanya mampu mengeluarkan potensi terbaik dua pemain kunci, Salah (32) dan Virgil van Dijk (33), di usia yang cukup tua. Dia juga berhasil menjaga keduanya agar tidak hengkang saat habis kontrak pada musim panas nanti. Salah dan Van Dijk, fondasi dari proyek Klopp, rela menginvestasikan masa depan di era baru Slot.
Saking konsisten berada di level tertinggi, pencapaian satu trofi Liga Inggris di akhir musim akan terasa seperti kurang bagi Liverpool. Mereka sempat difavoritkan juga bersaing di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions. Namun, konsistensi itu ternyata tidak terbawa hingga keluar liga, selain juga kurang beruntung.
Cody Gakpo, penyerang Liverpool, berkata, trofi liga akan menentukan kesuksesan musim ini. ”Ini hasil kerja keras sepanjang tahun. Kami memang kalah di final (Piala Liga), tersingkir dari Piala FA dan Liga Champions. Tetapi, jika juara liga, musim ini akan jadi luar biasa dan kami bisa membangun masa depan dari sana,” tuturnya.
Walaupun hanya butuh hasil imbang, Slot tetap mengincar kemenangan di Anfield. Baginya, pesta juara akan terasa lebih sempurna jika mereka mampu menaklukkan Tottenham saat peluit panjang. Adapun dalam pertemuan terakhir kedua tim di Anfield dalam semifinal Piala Liga, Liverpool menang telak 4-0.
Tottenham berkunjung dengan tiga kali kekalahan beruntun saat bertandang. Meskipun demikian, performa di liga domestik tidak bisa lagi menjadi standar penilaian Son Heung-min dan rekan-rekan saat ini. Mereka sudah mengalihkan fokus ke Liga Europa jelang laga semifinal versus Bodo/Glimt pada tengah pekan depan.
Postecoglou mengatakan, dirinya tidak akan menghadiahkan gelar juara begitu saja. Dia ingin fokus menjaga momentum timnya. ”Saya pikir kami akan pergi ke sana dan bersaing dengan mereka, bukan hanya untuk melewati laga ini tanpa cedera. Anda bisa melihat kemampuan sebenarnya ketika melawan tim besar,” pungkasnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto