Kompas.id Brief
ASIAN GAMES

Bagaimana Hasil Perjuangan Tim Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026?

Atlet bulu tangkis Indonesia akhirnya merebut medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari nomor beregu putra. Keberhasilan itu menjadi penambah semangat tim.

26 Sep 2026 17:00 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Satu medali emas dari tim beregu putra dan satu medali perunggu dari tim beregu putri bukanlah awal yang buruk bagi tim bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026. Setidaknya perolehan medali di Aichi-Nagoya lebih baik daripada Asian Games Hanzhou 2022. Saat itu, tidak sekeping medali pun dari cabang bulu tangkis bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut?

  1. Bagaimana tim bulu tangkis beregu putra akhirnya berhasil meraih emas setelah 28 tahun?
  2. Mengapa tim beregu putri gagal meraih medali perak?
  3. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo kepada tim beregu putra?
  4. Apa yang memotivasi ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah?

1. Bagaimana tim bulu tangkis beregu putra akhirnya berhasil meraih emas setelah 28 tahun?

copy title

Pada final nomor beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9/2026), Indonesia mengalahkan China dengan skor 3-2. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.

Medali ini menjadi emas pertama Indonesia di nomor beregu putra Asian Games sejak Bangkok 1998, ketika tim Indonesia diperkuat antara lain Taufik Hidayat, Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky, serta Candra Wijaya/Tony Gunawan. Sebelumnya, Indonesia juga meraih emas beregu putra di Asian Games Hiroshima 1994.

Perjuangan Indonesia berlangsung dramatis. Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dalam dua gim, sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga takluk kepada Liang Wei Keng/Wang Chang dalam tiga gim. Indonesia pun tertinggal 0-2. Jonatan bahkan selalu kalah dalam tiga pertandingan yang dijalaninya sejak perempat final.

Gold medalist team Indonesia salute on the podium during the medal ceremony after the men's badminton team final at the Asian Games in Ichinomiya City, Japan, Thursday, Sept. 24, 2026. (AP Photo/Aaron Favila)

Alwi Farhan berhasil membalik keadaan dan menumbuhkan harapan. Menghadapi Li Shi Feng, Alwi menang 23-21, 15-21, 21-16. Kemenangan itu menghidupkan kembali suasana tim Indonesia dan membangkitkan keyakinan bahwa perjuangan belum berakhir. Semangat tersebut kemudian diteruskan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mengalahkan He Ji Ting/Liu Yi, 23-21, 21-10.

Partai penentuan dimainkan Mohammad Zaki Ubaidillah melawan Weng Hong Yang. Zaki mampu menjaga ketenangan dan tampil solid, terutama dalam bertahan, hingga menang dengan skor 23-21, 21-13. Hasil itu memastikan Indonesia menang 3-2 dan merebut medali emas.

2. Mengapa tim beregu putri gagal meraih medali perak?

copy title

Tim bulu tangkis putri Indonesia meraih perunggu setelah kalah 0-3 dari China pada semifinal beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya, Jepang, Rabu (23/9/2026). Medali perunggu sudah dipastikan bagi kedua semifinalis karena nomor beregu bulu tangkis memberikan dua medali perunggu. Medali Indonesia dapat berubah menjadi emas atau perak jika lolos ke final.

China terlalu kuat dengan diperkuat dua tunggal putri yang berada di lima besar dunia, Wang Zhi Yi dan Chen Yu Fei, serta ganda putri peringkat pertama dunia Liu Sheng Shu/Tan Ning. Putri Kusuma Wardani menjadi pemain pertama yang menghadapi Wang Zhi Yi. Meski sebelumnya pernah mengalahkan Wang pada Jepang Terbuka, Putri kalah 15-21, 20-22. Ia sempat unggul 18-14 pada gim kedua, tetapi tidak mampu mempertahankan keunggulan.

Tim bulu tangkis Indonesia berpose setelah mendapat medali perunggu dari nomor beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis (24/9/2026). Indonesia dan Korea Selatan, yang kalah di semifinal, mendapat perunggu, sementara emas didapat China dan perak dimiliki Jepang.

Pada partai kedua, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum kembali kalah dari Liu Sheng Shu/Tan Ning, seperti pada semifinal Indonesia Terbuka. Rachel/Febi kalah 18-21, 18-21. Mereka kesulitan menghadapi pukulan keras Liu dan permainan cepat lawan.

Mutiara Ayu Puspitasari kemudian turun pada partai ketiga menghadapi Chen Yu Fei. Dalam debutnya di Asian Games, Mutiara kalah 15-21, 12-21. Ia mengakui adanya ketegangan karena menghadapi pemain peringkat keempat dunia, tetapi berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

3. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo kepada tim beregu putra?

copy title

Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri melakukan panggilan video dengan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia pada Kamis (24/9/2026) malam setelah menjalani serangkaian pertemuan di Istana. Dalam panggilan tersebut, Prabowo berterima kasih kepada para atlet yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan mengucapkan selamat atas medali emas yang mereka raih.

Presiden kemudian menyapa para atlet satu per satu. Para atlet merespons dengan mengucapkan terima kasih sembari melakukan sikap hormat, yang dibalas Prabowo dengan mengangkat tangan kanan ke pelipis. Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sebelumnya mengalahkan China, 3-2, pada final. Mohammad Zaki Ubaidillah memastikan kemenangan setelah mengalahkan Weng Hong Yang pada partai kelima.

Presiden Prabowo Subianto melakukan panggilan video dengan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia yang meraih medali emas pada gelaran ASIAN GAMES 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, Kamis (25/9/2026).

Dalam panggilan video itu, Ketua Kontingen Tim Indonesia di Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, melaporkan bahwa hingga Kamis malam Indonesia telah mengumpulkan 21 medali, terdiri dari 1 emas, 4 perak, dan 16 perunggu.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo meluangkan waktu untuk memberi selamat sekaligus menyemangati atlet Indonesia yang masih bertanding. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa memberikan dukungan kepada para atlet.

Sebelumnya, saat melepas kontingen Indonesia pada 9 September 2026 di Istana Kepresidenan, Prabowo menjanjikan pengembangan karier serta bonus bagi peraih medali Asian Games 2026. Peraih medali emas dijanjikan bonus sebesar Rp 3 miliar. Pada akhir panggilan video, Prabowo kembali menyemangati para atlet dengan pesan agar terus berjuang.

4. Apa yang memotivasi ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah?

copy title

Medali emas beregu putra dan perunggu beregu putri menjadi motivasi tambahan bagi ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah saat bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pasangan peringkat ke-15 dunia itu merupakan salah satu wakil Indonesia yang baru pertama kali tampil di Asian Games.

Amri/Nita masuk dalam daftar tim beregu, sesuai aturan Asian Games yang mengharuskan atlet nomor perseorangan juga didaftarkan untuk nomor beregu. Namun, mereka tidak mendapat kesempatan bermain dalam persaingan beregu pada 20-24 September. Kesempatan bertanding datang pada hari pertama nomor perseorangan.

Dalam sehari, Jumat (25/9/2026), Amri/Nita harus bermain dua kali. Pada babak pertama, mereka mengalahkan pasangan Kazakhstan, Makhsut Tajibullayev/Nargiza Rakhmetullayeva, dengan skor 21-7, 21-11. Pada babak kedua, mereka menghadapi pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi.

Nita Violina Marwah mengembalikan pukulan lawan pada babak kedua bulu tangkis ganda campuran Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya, Jepang, Jumat (25/9/2026). Amri Syahnawi/Nita menang atas Yuta Watanabe/Maya Tagushi (Jepang).

Setelah kehilangan gim pertama 9-21, Amri/Nita bangkit dan memenangi dua gim berikutnya 21-18, 21-15. Hasil tersebut membawa mereka ke perempat final untuk menghadapi Jeong Na-eun/Jo Seong-hyun dari Korea Selatan, Minggu (27/9/2026).

Dengan dua medali dari nomor beregu, Amri menegaskan keinginan agar sektor ganda campuran juga merebut medali. Tugas itu dibebankan kepada Amri/Nita karena Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari pasangan Thailand, Jhenicha Sujaipraparat/Ruttanapak Oupthong, 24-26, 21-17, 18-21.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Billy Khaerudin
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul