Kompas.id Brief

Bagaimana Sindikat Penjahat Menyasar Bisnis Rental Mobil?

Usaha persewaan mobil menjadi lahan basah penggelapan yang dilakukan sindikat penjahat. Bagaimana mereka melakukannya?

10 Jan 2025 12:00 WIB · Metro

Oleh Tim Kompas

Apa saja yang dapat dipelajari dari artikel ini?

  1. Menjadi korban penggelapan adalah risiko keseharian usaha rental mobil, bagaimana ceritanya?
  2. Pemangsa bisnis mobil rental ini bekerja berjaringan dan sadis. Bagaimana kekejian mereka?
  3. Mengapa tragedi bos mobil rental di Pati juga di Tol Tangerang disebut fenomena gunung es?
  4. Siapa otak di balik sindikat penjahat penggelapan mobil rental?

Menjadi korban penggelapan adalah risiko keseharian usaha rental mobil, bagaimana ceritanya?

copy title

Bagi setiap pengusaha persewaan mobil, konsumen yang ternyata penjahat dan berniat menggelapkan mobil yang disewanya adalah risiko harian yang harus dihadapi. Kehilangan kendaraan yang harganya ratusan juta rupiah hingga nyawa pun menjadi taruhan.

”Mobil kami, New Veloz, beberapa waktu lalu digelapkan sampai kawasan hutan di Jember, Jawa Timur. Sampai tengah malam kami mengejar dan berupaya merebutnya kembali,” kata Sofian Nuh, pemilik rental mobil Bintang Mas di kawasan Pasar Minggu, Jakarta selatan, Rabu (8/1/2025).

Sofian bersyukur bisa mengambil kembali mobil produksi tahun 2023 itu walaupun harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menebusnya. Selain itu, ada beberapa bagian yang dipreteli oleh penyewa yang diduga bagian dari sindikat penggelapan kendaraan sewa.

Saat kembali ke pangkuan, isi dasbor mobilnya berantakan, diacak-acak oleh penyewa yang kesulitan mencari salah satu dari tiga unit pemosisi global (GPS) yang ditanamkan di mobil itu. Dua unit GPS lain bisa ditemukan dan dipotong oleh mereka.

Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia (Asperda) Erwin Suryana mengatakan, yang saat ini banyak jadi target penjahat adalah segmen pelanggan lepas kunci perseorangan. Mereka rawan tindak penggelapan atau penggadaian, sementara untuk konsumen korporasi atau pemerintahan relatif aman.

Bos BTM Rental Banten ini pun mengimbau agar pengusaha rental lebih meningkatkan standar keamanan. Upaya itu mulai dari mengidentifikasi calon penyewa, melalui dokumen yang relevan, hingga tujuan perjalanan. Penyewa yang benar pasti akan jujur menjelaskan tujuan perjalanannya.

Pemangsa bisnis mobil rental ini bekerja berjaringan dan sadis. Bagaimana kekejian mereka?

copy title

Sindikat penjahat yang menyasar usaha persewaan mobil tak segan menggunakan kekerasan, termasuk menghilangkan nyawa siapa pun yang menghalanginya. Kasus terakhir adalah penembakan bos rental mobil di Tol Tangerang-Jakarta, Kamis (2/1/2025).

Empat pelaku yang diduga terlibat, yakni anggota TNI dan warga sipil, sudah ditangkap aparat penegak hukum. Kasus ini terkuak saat sang pemilik mobil curiga karena dua unit GPS atau sistem pemosisi global, yang dipasang di mobil yang disewakannya tidak terdeteksi.

Namun, upaya pemilik mobil, yakni Ilyas Abdurrahman (48), untuk mengambil kembali mobilnya berujung maut. Ia tewas ditembak pelaku dalam proses perebutan itu di Area Istirahat Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak di Tangerang, Banten, Kamis (2/1/2025).

Agam Muhammad (26), anak pertama Ilyas, menyatakan, kejadian ini bermula dari dugaan penyalahgunaan mobil bermerek Honda Brio yang disewakan ayahnya. Awalnya, mobil disewakan kepada seorang penyewa berinisial AJ yang belakangan diketahui bernama Ajat Supriatna. Mobil disewa dari Selasa (31/12/2024) hingga Kamis (2/1/2025).

Akan tetapi, pada Rabu (1/1/2025) pelaku membuang dua GPS pada kendaraan yang disewa guna menghilangkan jejak. Sinyal GPS mulai hilang di daerah Pandeglang, Banten. ”Setidaknya ada dua GPS yang telah dipotong, hanya menyisakan satu GPS,” kata Agam.

Mengapa tragedi bos mobil rental di Pati juga di Tol Tangerang disebut fenomena gunung es?

copy title

Kasus penembakan bos rental mobil di Tol Tangerang-Jakarta yang berujung tewasnya korban amat mirip dengan pengeroyokan yang berakhir dengan hilangnya nyawa pemilik usaha persewaan mobil di Pati, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Tragedi yang menewaskan pengusaha rental mobil di Pati, Jawa Tengah, bahkan disebut seakan menyingkap gunung es praktik penadahan dan penggelapan kendaraan hasil curian di wilayah tersebut.

Pada Kamis (6/6/2024), empat orang asal Jakarta dihajar habis-habisan oleh sekelompok orang di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Satu orang di antaranya, BH (52), tewas, sedangkan tiga lainnya, yakni SH (28), KH (54), dan AS (37), menderita luka parah.

BH sejatinya adalah pengusaha rental mobil. Ia datang ke Pati bersama tiga kawannya untuk mengambil mobil Honda Mobilio miliknya yang tak kunjung dikembalikan penyewa. Saat mengambil mobilnya, ia justru diteriaki maling dan jadi sasaran pengeroyokan warga setempat sampai tewas.

Insiden tragis ini seakan menyingkap gunung es praktik penggelapan mobil di daerah Pati dan sekitarnya. Pasalnya, AG diketahui bukanlah penyewa mobil rental milik BH. Sejumlah pihak lantas curiga bahwa mobil itu bisa sampai tangan AG karena menjadi obyek kejahatan penggelapan kendaraan. Dugaan ini makin diperkuat dengan kesaksian sebagian warganet yang menyebut Pati sudah lama dikenal sebagai wilayah penampung kendaraan bodong (Kompas.id, 10/6/2024).

Siapa otak di balik sindikat penjahat penggelapan mobil rental?

copy title

Dalam kasus di Pati, Jawa Tengah, seperti laporan Kompas.id disebutkan bahwa kejahatan pencurian memang merupakan salah satu jenis tindak kriminal yang menjadi persoalan pelik di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pati, terdapat sedikitnya 205 kasus terkait pencurian yang dilaporkan sepanjang 2021-2023. Jumlah ini mencakup hingga seperempat (24,76 persen) dari total 828 kasus kejahatan yang dilaporkan di Kabupaten Pati pada kurun waktu yang sama.

Dari 205 kasus pencurian di Pati tersebut, hampir separuh di antaranya (48,3 persen) merupakan pencurian dengan pemberatan (curat). Kemudian, sebanyak 23,9 persen merupakan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sementara itu, tindak pencurian biasa mengambil porsi sebesar 22,4 persen dan 5,4 persen sisanya adalah kasus pencurian lainnya.

Relatif suburnya kasus kejahatan pencurian yang terjadi di wilayah Pati dapat menjadi petunjuk awal atas dugaan banyaknya penadah di daerah tersebut. Menurut hasil penelusuran arsip harian Kompas, Kabupaten Pati memiliki rekam jejak menjadi muara barang curian kendaraan bermotor dari sejumlah wilayah. Meski demikian, belum terungkap aktor-aktor utama penggerak sindikat kejahatan tersebut.

Dalam kasus penembakan bos rental di Tol Tangerang-Jakarta, polisi juga masih belum dapat mengungkap otak di balik penggelapan mobil sewa tersebut.

Polisi masih memburu dua tersangka kasus penggelapan mobil milik Ilyas Abdurrahman (48). Kedua tersangka dinilai memiliki peran krusial, bahkan salah satu tersangka yang masih buron adalah otak di balik penggelapan kendaraan.

Kepala Bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Didik Hariyanto, Rabu (8/1/2025), menyatakan, saat ini Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Tangerang dibantu Direktorat Kriminal Umum Polda Banten tengah memburu dua tersangka tersebut, yakni IH dan RH.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Kompas
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra