China, Meksiko, dan Kanada bakal jadi sasaran awal kebijakan tarif Trump. Banyak pihak meyakini ancaman pemberlakuan tarif itu hanya taktik Trump untuk negosiasi.
27 Nov 2024 12:41 WIB · Internasional
WASHINGTON, RABU — Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, memandang tarif sebagai kunci untuk menangani berbagai masalah. Setelah mengancam mengenakan tarif tinggi atau pungutan masuk untuk barang-barang dari China dan sejumlah negara lain terkait persaingan dagang, pada Senin (25/11/2024) ia kembali mengancam tarif tinggi: 25 persen untuk Meksiko dan Kanada. Untuk produk impor dari China, berlakukan tambahan 10 persen di atas tarif sebelumnya.
Trump menyebut, kebijakan tarif tersebut akan diberlakukan pada hari pertama ia resmi kembali menjadi Presiden AS pada 20 Januari 2025. Melalui media sosial miliknya, Truth Social, ia mengatakan, penetapan tarif itu untuk menangani tingginya arus imigrasi ilegal, kejahatan, dan narkoba.
Namun, sejumlah data memperlihatkan ancaman tersebut tak memiliki dasar kuat. Banyak pihak meyakini ancaman itu hanya taktik negosiasi sebab jika ancaman tarif diterapkan, ekonomi AS akan suram.
Dalam pengumuman Selasa (26/11/2024) malam, Trump menggambarkan perbatasan dua negara sebagai kawasan tak aman. Menurut dia, imigran berandil terhadap maraknya kejahatan dan krisis fentanil, kecanduan narkoba yang mematikan, di AS.
Retorika anti-imigrasi telah memenangkan suara untuk Trump di kalangan pemilih yang khawatir tentang imigrasi dan kejahatan. Selama ini, jumlah migran yang melintasi perbatasan AS-Meksiko merupakan parameter utama yang digunakan Partai Republik dan Demokrat untuk kebijakan perbatasan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/0477facbe2d0e16f1378c01c75e1bee8-90f0af13939b4a73886e77324ea4439f_0_b7cf803b6c924ac69e8d5599164342bd_1_.jpg)
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan, bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, merilis statistik bulanan yang melacak segala hal, mulai dari penyitaan narkoba hingga perdagangan lintas batas. Salah satunya adalah jumlah penangkapan atau pertemuan Patroli Perbatasan AS setiap bulan yang dibandingkan dengan jumlah orang yang memasuki negara tersebut melalui penyeberangan perbatasan resmi.
Sebagian besar penangkapan tersebut terjadi di perbatasan selatan atau perbatasan AS-Meksiko. Jumlah penangkapan ini turun di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden tahun 2024. Patroli Perbatasan AS mencatat 56.530 penangkapan pada Oktober 2024, angka terendah dalam empat tahun.
Pemerintahan Biden telah berjuang keras untuk menekan jumlah migran yang datang melalui perbatasan selatan. Kurang dari setahun lalu, pada Desember 2023, Patroli Perbatasan AS mencatat 250.000 penangkapan di sepanjang perbatasan selatan. Jumlah ini tertinggi sepanjang masa.
Perdagangan lintas batas pun ikut terganggu. Penyebabnya, agen perbatasan dialihkan tugas untuk membantu memproses migran, sementara lalu lintas kereta ditutup sementara.
Sejak saat itu, jumlah orang yang ditemui di perbatasan selatan telah menurun dan bertahan rendah. Hal ini terjadi seiring penerapan kombinasi kebijakan, antara penegakan hukum yang lebih ketat di sisi Meksiko dan pembatasan suaka yang diumumkan awal tahun ini oleh pemerintahan Biden.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/552f02162862b9529393098054d33a88-9f8a1b2cb8e94050b871cb697d3d05c4_0_8b7cabc4d6be4eddac4e5a60a67c0710.jpg)
Namun, Partai Republik memberi peringatan soal angka-angka tersebut. Mereka sering menuduh pemerintahan Biden menggunakan aplikasi layanan lintas batas AS, CBP One, untuk mengizinkan ratusan ribu orang masuk ke negara itu. Tanpa CBP One, orang-orang itu tidak akan diizinkan masuk.
Mereka menggambarkan, lewat CBP One, ada 1.450 orang per hari yang dapat menjadwalkan janji temu untuk masuk ke AS. Pada dasarnya, Partai Republik menuduh cara itu diterapkan untuk menekan angka arus imigran ilegal di perbatasan. Dengan demikian, rendahnya angka imigran masuk itu hanya artifisial atau buatan belaka.
Satu tarif akan diikuti tarif lain sebagai tanggapan dan seterusnya hingga kita membahayakan bisnis bersama kita. (Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum)
Di perbatasan utara, jumlahnya jauh lebih rendah daripada di selatan. Namun, angkanya naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Patroli Perbatasan AS melakukan 23.721 penangkapan di utara, perbatasan AS-Kanada, antara Oktober 2023 dan September 2024. Jumlah ini naik dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya, yaitu 10.021 penangkapan.
Pada periode pertama pemerintahannya (2017-2021), Trump juga berupaya menangani penyeberangan perbatasan ilegal. Penangkapan tahun 2019 mencapai 850.000, hampir tiga kali lipat dari jumlah dua tahun sebelumnya. Jumlah ini lebih rendah selama pemerintahan Biden, yaitu lebih dari 2 juta penangkapan untuk dua tahun.
Fentanil, yang mempunyai efek candu sangat besar dan mematikan, telah menjadi krisis kesehatan di AS. Trump dan kelompok Republikan pendukungnya menuduh Meksiko untuk masalah itu.
Trump dan Partai Republik kerap melontarkan gambaran perbatasan selatan AS terbuka lebar untuk penyelundupan narkoba. Mereka juga mengaitkan imigran dengan penyelundupan narkoba dan menuduh Meksiko tidak banyak melakukan tindakan untuk menghentikannya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/04/26/20200426-ARS-Fentanyl-Dunia-mumed_1587907661_png.png)
Menurut data, sebagian besar fentanil AS diselundupkan dari Meksiko. Bencana fentanil dimulai jauh sebelum Biden menjabat. Di bawah Biden, penyitaan fentanil di perbatasan melonjak tajam. Lonjakan ini mencerminkan peningkatan deteksi dan penyitaan.
Sekitar 12.247 kilogram fentanil disita oleh otoritas AS pada tahun anggaran pemerintah 2023. Jumlah ini naik tajam daripada 2019 di bawah pemerintahan Trump, yakni 1.154 kg.
Kerja sama antara Pemerintah Meksiko dan AS dalam memerangi penyelundupan narkoba terkendala sejak era Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador. López Obrador tak lagi menjabat sejak akhir September 2024. Ia digantikan penerusnya, Claudia Sheinbaum, sebagai Presiden Meksiko sejak dua bulan terakhir.
Sebelum era López Obrador yang menjabat pada Desember 2018, AS menjalin kerja sama erat dengan militer Meksiko untuk menangkap para capo atau pimpinan geng pengedar narkoba Meksiko.
Namun, di era López Obrador, yang berhaluan nasionalis dan populis, kebijakan berubah. Ia justru mengecam kekerasan yang dipicu oleh perang terhadap narkoba yang dilakukan presiden pendahulunya dan AS.
Alih-alih menggunakan tindakan keras, ia menggagas untuk mengatasi akarnya, yaitu kemiskinan dan kurangnya kesempatan bagi kaum muda Meksiko. López Obrador pun menjalankan program lunak, yang dia sebut, ”pelukan, bukan peluru”.
Selama bertahun-tahun, López Obrador menyangkal bahwa Meksiko membuat fentanil. Sebaliknya, ia menyalahkan masyarakat AS, yaitu keluarga-keluarga AS yang mendorong anak-anak mandiri terlalu dini sehingga menumbuhkan pencandu.
Meskipun sebagian besar fentanil berasal dari Meksiko, statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku penyelundupan adalah warga AS sendiri.
Menurut Komisi Penjatuhan Hukuman AS, selama periode September 2023-September 2024, sebanyak 86,4 persen orang yang dihukum karena kejahatan perdagangan fentanil adalah warga AS. Demikian juga pelaku kejahatan di AS yang menurut data didominasi warga kelahiran AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/c3c012ad3a1f00c8084d8f05aef3155f-AFP_36NC7DG.jpg)
Trump juga berpendapat bahwa masuknya imigran menyebabkan lonjakan kejahatan di AS. Padahal, angka kekerasan di AS sebenarnya tengah turun.
Pernyataan Trump itu sulit dicari dasarnya. Kajian yang diterbitkan National Academy of Sciences dari data Departemen Keamanan Publik Texas tahun 2012-2016 mengungkapkan, orang-orang yang tinggal di AS secara ilegal memiliki tingkat kejahatan yang jauh lebih rendah dibandingkan warga negara kelahiran dan imigran legal.
Sumber itu merupakan satu-satunya sumber valid sebab Texas adalah satu-satunya negara bagian yang melacak kejahatan berdasarkan status imigrasi. Statistik Biro Investigasi Federal AS (FBI) tidak memisahkan kejahatan berdasarkan status imigrasi pelaku.
Tak ada bukti lonjakan kejahatan yang dilakukan oleh para migran, baik di sepanjang perbatasan AS-Meksiko maupun di kota-kota yang mengalami arus masuk migran terbesar, seperti New York.
Dibandingkan orang kelahiran AS asli, beberapa kajian justru menyebutkan orang-orang yang tinggal di AS secara ilegal lebih kecil kemungkinannya ditangkap karena kejahatan terkait kekerasan, narkoba, dan properti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/30/89bd1487-36df-4798-93bd-3788efdf46c5.jpg)
Beberapa kejahatan tidak dapat dihindari mengingat populasi imigran yang besar. Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, diperkirakan ada 11 juta orang yang tinggal di negara itu secara ilegal pada Januari 2022.
Pada tahun 2022, Biro Sensus AS memperkirakan populasi kelahiran luar negeri mencapai 46,2 juta atau hampir 14 persen. Sebagian besar negara bagian mengalami peningkatan persentase dua digit dalam belasan tahun terakhir.
Partai Republik menyoroti kejahatan besar yang dilakukan oleh imigran sebagai dasar alasannya. Salah satunya pembunuhan Laken Riley (22) di Georgia pada Februari 2024. Imigran ilegal pria asal Venezuela dijatuhi penjara seumur hidup atas kejahatan itu. Kejahatan yang dilakukan oleh imigran ilegal dinilai sebagai kejahatan yang seharusnya tidak terjadi.
Jika ancaman tarif Trump diberlakukan, dampak langsungnya adalah kenaikan harga. Padahal, dalam janji kampanye, ia juga menjanjikan kelonggaran dari inflasi.
Para ekonom mengatakan, perusahaan tidak punya banyak pilihan selain membebankan biaya tambahan akibat tarif itu kepada konsumen. Barang-barang yang diperkirakan akan naik harganya secara drastis meliputi makanan, pakaian, mobil, dan minuman keras.
Selain Meksiko dan Kanada sebesar 25 persen, Trump juga mengancam menerapkan pajak tambahan 10 persen pada barang-barang dari China untuk menghentikan arus imigrasi dan fentanil.
Harga pangan yang tinggi menjadi isu utama dalam pemilihan Trump. Asosiasi Distributor Produk, sebuah kelompok dagang di Washington, misalnya, mengatakan bahwa tarif akan menaikkan harga buah dan sayur segar dan merugikan petani AS.
”Tarif mendistorsi pasar dan akan menaikkan harga di sepanjang rantai pasokan, yang mengakibatkan konsumen membayar lebih banyak di kasir,” kata Alan Siger, presiden asosiasi itu, Selasa (26/11/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/07/557aa43a-18ce-4b8b-9c71-1ffd211cbe11.jpeg)
Meksiko dan Kanada adalah dua pengekspor buah dan sayur segar terbesar ke AS. Pada tahun 2022, Meksiko memasok 51 persen buah segar dan 69 persen sayur segar. Adapun Kanada memasok 2 persen buah segar dan 20 persen sayur segar.
Sebelum pemilihan, survei AP VoteCast mengungkap 7 dari 10 pemilih mengatakan mereka sangat khawatir tentang biaya makanan. ”Kami akan menurunkannya,” kata Trump kepada para pembeli selama kunjungan bulan September ke sebuah toko kelontong di Pennsylvania.
Menurut data Sensus AS, Meksiko, China, dan Kanada sebagai tiga pemasok terbesar barang ke negara itu. AS merupakan negara pengimpor barang terbesar di dunia.
Tarif akan berdampak langsung pada kenaikan harga mobil. Kenaikan harga mobil diduga membuat mobil makin tak terjangkau bagi rata-rata warga AS. Harga rata-rata kendaraan baru di sana sekarang berkisar 48.000 dollar AS.
Global Data menunjukkan sekitar 15 persen dari 15,6 juta kendaraan baru yang terjual di AS tahun lalu berasal dari Meksiko. Sebanyak 8 persen berasal dari Kanada.
Pemimpin sektor otomotif AS untuk firma keuangan PwC, CJ Finn, mengatakan, sebagian besar tarif mobil akan dibebankan kepada konsumen. ”Itu berarti lebih banyak konsumen berpotensi tidak mampu membayar,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/92fd4b9a6dd9403f18f4d8a13bd339a6-AFP_36NC7CX.jpg)
Selain mobil, suku cadang mobil senilai jutaan dollar juga mengalir melintasi perbatasan dengan Meksiko dan Kanada. Tarif juga bisa menaikkan harga untuk perbaikan mobil lama.
Dalam catatan kepada investor, Analis Bernstein, Daniel Roeska, menyebutkan, tarif hingga 25 persen akan melumpuhkan industri otomotif AS. Sejumlah perusahaan otomotif yang terancam paling terpukul adalah Volkswagen, Stellantis, General Motors (GM), dan Ford. ”Tarif 25 persen untuk Meksiko dan Kanada akan sangat melumpuhkan industri otomotif AS,” katanya.
Menurut Roeska, tarif akan sangat merugikan produksi industri AS sehingga ia perkirakan tidak mungkin dipraktikkan.
Menyusul ancaman tarif terbaru Trump itu, saham perusahaan otomotif anjlok di bursa AS pada Selasa pekan ini. Saham GM melorot hampir 9 persen, sementara Stellantis turun hampir 6 persen.
GM mengimpor sekitar 30 persen kendaraan yang dijualnya di AS dari Kanada dan Meksiko. Stellantis mengimpor sekitar 40 persen dari kedua negara tersebut. Sekitar 55 persen truk pikap dua perusahaan itu berasal dari Meksiko dan Kanada.
Dalam jangka panjang, penerapan tarif memang dapat memaksa para eksekutif otomotif untuk memindahkan produksi ke AS. Hal ini akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di AS.
Namun, analis Morningstar, David Whiston, dalam jangka pendek, produsen mobil mungkin tidak akan melakukan tindakan apa pun. Sebab, mereka tidak dapat dengan cepat memindahkan lokasi pembuatan kendaraan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/28f63fc1630d972823ceb0420d87c6dd-AFP_36NC7DL.jpg)
Untuk minuman keras, Dewan Minuman Keras AS mengatakan, penerapan tarif untuk tequila atau wiski Kanada tidak akan meningkatkan lapangan kerja di AS dalam jangka panjang sekali pun. Sebab, dua minuman itu merupakan produk khas yang hanya dapat dibuat di negara asalnya.
Dewan itu mengatakan, tarif untuk produk minuman keras akan merugikan konsumen AS dan menyebabkan hilangnya lapangan kerja di seluruh industri perhotelan AS.
Pada tahun 2023, AS mengimpor tequila senilai 4,6 miliar dollar AS dan mezcal senilai 108 juta dollar AS dari Meksiko. Adapun dari Kanada, AS mengimpor minuman keras senilai 537 juta dollar AS.
Untuk elektronik, perusahaan ritel elektronik Best Buy mengatakan, Best Buy harus mengenakan tarif kepada pelanggan meskipun sebenarnya harga yang lebih tinggi tidak membantu kinerja. Pekan lalu, perusahaan ritel Walmart juga memperingatkan bahwa tarif dapat menaikkan harga. ”Ini adalah barang-barang yang dibutuhkan orang,” kata CEO Best Buy Corie Barry.
Profesor manajemen rantai pasokan di Universitas Negeri Carolina Utara, Rob Handfield, mengatakan bahwa tarif dapat memicu gangguan rantai pasokan karena orang membeli barang sebelum tarif diberlakukan. Sementara perusahaan mencari sumber suku cadang alternatif. ”Itu sebenarnya dapat menutup banyak industri di AS, bahkan dapat membuat banyak bisnis AS gulung tikar,” katanya.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menggelar pembicaraan dengan Trump setelah ancaman tarif. Trudeau mengatakan mereka memiliki percakapan yang baik tentang kerja sama.
”Ini adalah hubungan yang kami tahu memerlukan sejumlah upaya dan itulah yang akan kami lakukan,” kata Trudeau.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/10/01/507ddaef-b3fd-4256-8039-43723ffde909.jpg)
William Reinsch, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies dan mantan pejabat perdagangan pemerintahan Clinton, mengatakan bahwa ancaman tarif itu bertentangan dengan kesepakatan perdagangan tahun 2020 dengan Kanada dan Meksiko. Perjanjian bernama USMCA itu akan ditinjau ulang pada tahun 2026.
Namun, Reinsch berpendapat, Trump punya alasan kuat. Dalam ancaman tarif terhadap China, Trump dapat beralasan Beijing belum memenuhi kewajiban dalam perjanjian yang dinegosiasikan pada masa jabatan pertamanya. Untuk Kanada dan Meksiko, Trump dapat mengatakan masuknya migran dan narkoba merupakan ancaman keamanan nasional.
Ia meyakini pembicaraan akan dilakukan untuk mencegahnya. Namun, jika pembicaraan gagal, dampaknya bisa menjadi perang dagang berkelanjutan. ”Jika pembicaraan gagal dan bea masuk tetap diberlakukan, ketiga negara tersebut kemungkinan akan membalas dengan tarif pada ekspor AS,” kata Reinsch.
Pejabat tim transisi Trump tidak menanggapi pertanyaan tentang apa yang perlu dilakukan untuk mencegah penerapan tarif dan bagaimana tarif akan memengaruhi harga di AS.
Di Meksiko, Sheinbaum mengisyaratkan bahwa Meksiko dapat mengimbangi dengan menerapkan tarif balasan. Ia mengatakan bersedia membicarakan masalah tersebut, tetapi menegaskan bahwa narkoba merupakan masalah AS.
”Satu tarif akan diikuti tarif lain sebagai tanggapan dan seterusnya, hingga kita membahayakan bisnis bersama kita,” katanya dalam surat kepada Trump, yang dibacakan dengan lantang dalam konferensi pers.
Ia memperingatkan bahwa tarif akan menyebabkan inflasi dan kehilangan pekerjaan di kedua negara. Sheinbaum menambahkan bahwa ia akan menelepon Trump dan mengirim surat kepada Trudeau terkait masalah itu.
Menurut Sheinbaum, pemerintahannya telah menunjukkan kesediaan Meksiko untuk membantu memerangi epidemi fentanil di AS. Ia juga menyebutkan bahwa penangkapan migran di perbatasan menurun serta karavan migran, atau migran yang datang ramai-ramai, tidak lagi tiba di perbatasan AS-Meksiko.
Di sisi lain, Sheinbaum mencatat bahwa kelompok kriminal di Meksiko masih menerima senjata dari AS. Ia menuduh AS dalam perdagangan senjata itu.
”Kami tidak memproduksi senjata, kami tidak mengonsumsi obat-obatan sintetis. Sayangnya, yang kami miliki adalah orang-orang yang terbunuh oleh kejahatan yang menanggapi permintaan di negara Anda,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/03/aacf7386-5a98-45a3-a7b7-43c105d9d9c5_jpg.jpg)
Wakil Menteri Ekonomi Meksiko Luis Rosendo Gutierrez mengatakan, ancaman tarif dari Trump sejalan dengan perilakunya di masa jabatan pertamanya. ”Itu caranya melakukan sesuatu,” katanya.
Menurut Gutierrez, pola Trump adalah mengancam dengan keras, tetapi kemudian bernegosiasi. ”Jika dia hanya ingin menaikkan (tarif), dia akan melakukannya pada (Januari) 20 dan tidak akan memberi tahu kami sebelumnya,” ujarnya.
Keyakinan bahwa tarif hanyalah ancaman Trump untuk bernegosiasi belaka diperkuat sejumlah analis, di antaranya firma keuangan CIBanco. Ekonom Capital Economics, Giulia Bellicoso, mengatakan, Trump akan memulai perang dagang kembali dengan penerapan tarif.
Tarif kemungkinan akan memukul ekuitas Meksiko dengan mengurangi optimisme pasar negara itu. ”Kami memperkirakan Trump akan memulai perang dagang lagi dengan penerapan tarif,” katanya.
Sheinbaum mengatakan, dia yakin Meksiko akan mencapai kesepakatan dengan Trump. Namun, jika tidak, Meksiko berencana untuk memperkuat hubungan dagang lainnya. ”Kami tidak hanya melihat ke utara, tetapi juga ke selatan dan ke Benua Eropa,” katanya. (AP/REUTERS/AFP)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan