Banjir dan Angin Kencang Masih Intai Kawasan di Jakarta dan Sekitarnya

Cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (4/8/2025) masih terasa dampaknya. Warga diimbau waspada akan banjir susulan.

05 Agt 2025 12:59 WIB · Metropolitan

Oleh Rhama Purna Jati


JAKARTA, KOMPAS — Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Senin (4/8/2025) membuat sejumlah kawasan di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi terendam banjir dan pohon bertumbangan. Bahkan, beberapa daerah sampai dengan Selasa (5/8/2025) pagi masih terdampak. Warga diimbau tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih rentan terjadi.

Pada Selasa pagi, beberapa kawasan di Jakarta masih terendam banjir. ”Setidaknya ada 12 RT yang masih terendam banjir,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan.

Banjir yang terjadi ini disebabkan hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta sejak Senin (4/8/2025). Kondisi ini membuat debit air di Bendung Katulampa meningkat, bahkan berstatus Waspada/Siaga 3 pada Senin pukul 16.30 WIB.

”Kenaikan debit air di Katulampa berdampak pada kenaikan debit air di Sungai Ciliwung. Akibatnya, beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir,” katanya.

Warga berjibaku dengan banjr yang merendam kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2025). Sejumlah titik di Jakarta terendam banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung imbas air kiriman dari kawasan Bogor, Jawa Barat. Air kiriman tersebut diakibatkan hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Jabodetabek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sedikitnya terdapat 28 RT di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang terendam. Luapan Kali Ciliwung yang terjadi pada saat subuh membuat sejumlah warga menghabiskan sahur dengan terendam banjir. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
03-03-2025

Beberapa daerah yang masih terendam banjir ada di Kelurahan Bidara Cina, Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan, Jakarta Timur. ”Ketinggian air di sana berkisar 30 sentimeter (cm) sampai 60 cm,” katanya.

Saat ini, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Selain itu, juga bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

”Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.

Hujan berintensitas tinggi dibarengi angin kencang juga menyebabkan banjir dan pohon tumbang di wilayah Tangerang Selatan. Penata Layanan Operasional dan Komandan Pleton Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangerang Selatan Dian Wiryawan mengatakan, angin kencang membuat beberapa pohon bertumbangan.

”Walau tidak ada korban jiwa, pohon menutup akses jalan dan merusak mobil yang melintas di bawahnya,” katanya.

Pohon tumbang terjadi di Jalan Pahlawan Seribu, BSD, Kecamatan Serpong. Akibatnya, jalan akses di ruas tersebut tertutup bahkan ada sebuah mobil tertimpa pohon. Kondisi serupa juga terjadi di Perumahan Green Cove, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong. ”Pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa dua mobil yang kebetulan lewat di bawahnya,” ucap Dian.

Pohon tumbang terjadi di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (4/8/2025). Ini terjadi karena cuaca buruk yang melanda baik hujan deras disertai angin kencang.

Pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara. ”Ada dua tempat yang terdampak, yakni di RW 003 dan RW 001 Kelurahan Jelupang. ”Pohon juga menimpa mobil yang melintas di bawahnya,” ucap Dian.

Untuk menyelesaikan masalah ini, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP Kota Tangerang Selatan. ”Warga pun turut membantu menebang pohon yang menghalangi akses jalan sehingga kini semua sudah bisa dilewati,” katanya.

Selain pohon tumbang akibat angin kencang, hujan dengan intensitas tinggi juga membuat sejumlah kawasan terendam banjir. Kawasan yang paling parah terdampak adalah Perum Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren.

Ketinggian banjir saat itu mencapai 20 cm. Setidaknya ada 600 kepala keluarga yang terdampak. ”Kini banjir sudah surut,” kata Dian.

Banjir juga merendam beberapa kawasan di Bekasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Priadi Santoso mengatakan, akibat hujan berintensitas tinggi di Bekasi pada Senin, beberapa daerah turut terendam banjir.

Kawasan yang paling parah terendam ada di Jatibening, Kota Bekasi. Wilayah yang terdampak, antara lain, di kawasan Jatibening Baru, Jatibening Permai kompleks TNI Angkatan Laut dan kompleks Dosen IKIP.

Genangan air di Jalan Artowijoyo (Jalan Ciater Raya), Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (4/8/2025). Genangan terjadi setelah hujan deras mengguyur. Selain karena intensitas hujan yang tinggi, saluran air yang tidak lancar juga menjadi penyebab genangan ini.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
4-8-2025

”Ketinggian banjir saat itu berkisar 30-100 cm,” katanya. Priadi mengimbau warga untuk tetap waspada karena potensi cuaca buruk masih rentan terjadi.

Dalam lamannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada Senin (4/8/2025).

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, hujan lebat disertai angin kencang dan petir diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG mencatat kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto