Warga diimbau untuk terus mewaspadai potensi bencana seiring meningkatnya curah hujan.
25 Nov 2025 16:07 WIB · Lingkungan
Kompas/Bahana Patria Gupta
MALANG, KOMPAS — Hujan deras mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah daerah di Jawa Timur hingga Selasa (25/11/2025). Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, khususnya saat melewati daerah rawan di wilayah pegunungan yang riskan akan bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, hingga Selasa siang, banjir masih menggenangi belasan dusun di tiga kecamatan di Kota Pasuruan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Sugeng Haryadi mengatakan masih ada 11 dusun di 5 desa yang terendam air dengan tinggi genangan bervariasi, 10-45 sentimeter, dan berdampak pada 540 keluarga.
Ke-11 dusun itu adalah Bulu, Batoan, Gayam, Padangan, dan Dungpasar di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton; Kedungringin Tengah, Balongrejo, Kedungringin Utara, dan Kedungringin Selatan di Desa Kedungringin, serta Kedungboto, Desa Kedungboto, di Kecamatan Beji; serta Dusun Tanjung, Desa Gempol di Kecamatan Gempol.
Sementara banjir di Dusun Duyo, Rujaksente, dan Suko di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, telah surut tinggal menyisakan lumpur. Dusun-dusun terdampak di atas berada di Daerah Aliran Sungai Welang dan Wrati. ”Itu data update pukul 12.00 WIB. Nanti update lagi pukul 19.00, kemungkinan banyak yang sudah surut jika tidak turun hujan,” ujar Sugeng.
Banjir yang terjadi kali ini, lanjut Sugeng, diakibatkan oleh meluapnya Sungai Welang dan Wrati akibat hujan deras pada Senin (24/11/2025) sore. Banjir juga sempat menutup jalur utama pantai utara (pantura) di Kecamatan Kraton, tetapi kini akses lalu lintas telah dibuka kembali.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/25/9987664315d0a759a323198d42e13e5c-20251125wer1.jpg)
Di Kabupaten Mojokerto, tebing setinggi 70 meter (m) longsor dengan lebar 15 m dan tebal 1,5 m. Longsor yang terjadi di daerah Kutukan, Sendi, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo itu sempat menutup jalur alternatif Batu-Mojokerto. Penutupan dilakukan dua arah, sejak pukul 16.00 sampai 22.00, lalu berlanjut pada Selasa pagi untuk kegiatan pembersihan.
Masyarakat kami imbau berhati-hati melewati jalur Pacet-Cangar di waktu hujan karena sering terjadi longsor, pohon tumbang.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengimbau masyarakat yang hendak melintas di jalur Cangar, Kota Batu, hingga Pacet, Mojokerto, untuk senantiasa waspada saat hujan deras dan cuaca ekstrem. Kondisi jalur Pacet-Cangar cukup riskan karena berkelok-kelok dan naik turun.
Tak hanya faktor cuaca, kondisi kendaraan juga harus prima untuk melewati jalur yang membelah pegunungan itu. ”Masyarakat kami imbau berhati-hati melewati jalur Pacet-Cangar di waktu hujan karena sering terjadi longsor, pohon tumbang. Terutama kendaraan, benar-benar dicek karena juga sering terjadi rem blong,” ujarnya.
Saat hujan deras, Khakim menyarankan lebih baik masyarakat memutar melalui Malang karena kondisi lebih aman. BPBD Mojokerto bersama pihak terkait akan menggelar rapat koordinasi guna memutuskan kemungkinan penutupan jalan saat cuaca ekstrem ke depan.
”Kondisi tak aman justru setelah hujan. Setelah hujan dalam waktu 1-2 jam sangat berbahaya. Air masuk ke dalam tanah dan akhirnya tanahnya labil dan rawan longsor. Rawannya setelah hujan karena di situ sejak titik Gajah Mungkur sampai Cangar ada retakan-retakan,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/25/0218348d2700042442f0a52d9e810937-20251125wer2.jpg)
Longsor pada Senin sore setidaknya menjadi peristiwa kedua musibah serupa dalam setahun terakhir. Sebelumnya, longsor awal April 2025 lalu merenggut 10 korban jiwa. Mereka merupakan penumpang minibus Toyota Innova dan mobil pikap Daihatsu Gran Max. Kondisi kedua mobil rusak parah dan berada di dasar sungai kecil.
Dua kendaraan itu terimpit oleh material longsor yang berasal dari tebing di seberang jalan, tepat di samping tikungan dekat obyek wisata Coban Watu Ondo. Jarak Innova dan Gran Max terpaut 30-an meter.
Sementara itu, luapan dan longsor juga terjadi di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Banjir menggenangi SMPN Darma Wirawan dan SDN 1 Sumberngepoh dengan tinggi 30 sentimeter. Adapun tanah longsor terjadi di Dusun Barek RT 002 RW 005 dan Dusun Krajan RT 003 RW 003. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Longsor hanya memutus jalan kampung menuju lokasi persawahan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan di wilayahnya ada beberapa daerah rawan bencana hidrometeorologi. BPBD Kabupaten Malang telah memetakan daerah rawan bencana hidrometeorologi selama musim hujan.
Untuk banjir ada 16 kecamatan, antara lain Pujon, Ngantang, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, dan Ampelgading. Gerakan tanah/longsor ada 17 kecamatan, di antaranya Kromengan, Wonosari, Ngajum, Ampelgading, dan Ngantang. Adapun angin kencang dan puting beliung melanda 12 kecamatan, di antaranya Lawang, Singosari, Jabung, Sumberpucung, dan Kepanjen.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar