Sembilan korban longsor di jalur Batu-Mojokerto berhasil dievakuasi pagi ini sehingga total ada 10 korban jiwa. Masih dimungkinkan adanya korban lain.
04 Apr 2025 14:04 WIB · Nusantara
BATU, KOMPAS-Tim SAR gabungan telah menemukan 10 korban meninggal akibat longsor di jalur penghubung Batu-Mojokerto, Jawa Timur, hingga Jumat (4/4/2025) siang tadi. Keseluruhan korban telah dievakuasi. Tidak menutup kemungkinan masih ada lagi korban yang tertimbun.
Seperti diberitakan, longsor terjadi di jalur Cangar-Pacet, yang menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur pada Kamis (3/4/2025) sore. Longsor itu menutup jalan dan menimbun sejumlah kendaraan yang melintas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno, menyatakan sembilan korban dievakuasi dari timbunan material hingga pukul 11.00 siang ini. Satu korban jiwa sebelumnya sudah ditemukan pada Kamis sore.
Korban-korban yang ditemukan merupakan penumpang dari minibus Toyota Innova bernomor polisi L 1217 NT dan mobil Pikap Daihatsu Grand Max. Kondisi kedua mobil rusak parah dan berada di dasar sungai kecil. Dua kendaraan itu terimpit oleh material longsor yang berasal dari tebing di seberang jalan, tepat di samping tikungan dekat obyek wisata Coban Watu Ondo. Jarak Innova dan Grand Max terpaut 30-an meter.
Anton, dari Taruna Siaga Bencana Kota Batu mengatakan dari sembilan korban, enam di antaranya dievakuasi dari Innova ”Satu di antaranya balita,”. Sedangkan tiga korban lainnya dievakuasi dari Grand Max.
Adapun satu jenazah yang sudah ditemukan Kamis sore, berasal dari rombongan mobil Innova. Jenazah tersebut sudah dimakamkan oleh keluarganya adapun jenazah korban lain dibawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata di Batu dan tiga lainnya ke RS di daerah Mojokerto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/04/8d6e0f6475a4981dd73e6ea5ac78e493-20250404_103858.jpg)
Tim SAR menduga masih ada korban yang tertimbun longsoran. ”Apakah sudah tidak ada korban di sana?. Kemungkinan penyisiran masih dilakukan karena kemarin ditemukan spion sepeda motor, kemungkinan masih ada korban di lokasi,” ucap Anton.
Saat mengevakuasi, tim tidak hanya menggali longsoran tanah dengan bantuan alat semprot air tetapi juga memotong dahan pepohonan yang roboh menggunakan gergaji mesin dan alat potong logam. Begitu bangkai kendaraan terlihat, tim pun menarik bangkai kendaraan itu menggunakan tali lantar untuk mengevakuasi korban.
Kemungkinan penyisiran masih dilakukan karena kemarin ditemukan spion sepeda motor, kemungkinan masih ada korban di lokasi
Kepala Polres Batu Ajun Komisaris Besar Andi Yudha Pranata, mengatakan, pihaknya membantu proses identifikasi dengan menerjunkan tim Dokpol dari RS Bhayangkara Hasta Brata. Proses evakuasi dilakukan melalui dua sisi, yakni Mojokerto dan Batu.
“Jadi yang di Hasta Brata kita jadikan shelter dulu untuk korban yang berhasil dievakuasi. Kalau aksesnya lebih mudah dibawa melalui jalur Batu maka akan dibawa ke Batu lebih dulu,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/04/2f3fd198aa0ef2b26a92d173cdfe5c01-20250404wer1.jpg)
Selain menyiagakan ambulans, menurut Andi pihaknya juga menyiapkan proses identifikasi, pembersihan jenazah, dan lainnya sampai pengantaran ke keluarga korban. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Polres Mojokerto guna memercepat proses evakuasi.
Sejauh ini, kata Andi belum ada pihak keluarga korban yang melapor ke Polres Batu terkait kehilangan keluarga dalam musibah itu.
Sebelumnya, satu korban telah ditemukan dan berhasil dievakuasi. Korban atas nama Majid Zatmo Setio (31), warga Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, itu ditemukan di dalam mobil minibus berwarna Innova abu-abu (bukan hitam seperti diberita sebelumnya).
Selain Zatmo, teridentifikasi pula Rani Anggraini (28), Wahyudi (71), Jainah (61), Sauda (70), Syahrul Nugroho RS (6), dan Putri Qiana Ramadhani (2). Para korban ini berada di mobil Innova dan beralamatkan di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jatim.
Adapun di mobil pikap warna putih (Grand Max) teridentifikasi Fitria Handayani (30), Ahmad Fiki Muzaki8 (30) dan Mikaila FZ (3). Mereka beralamatkan di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jatim.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku koordinator misi, Nanang Sigit P, menyatakan pihaknya mengerahkan satu tim dari unit siaga SAR Malang dan satu tim dari Kantor SAR Surabaya.
Proses pencarian dan pertolongan juga melibatkan sejumlah unsur lainnya, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dari Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu; dinas pekerjaan umum di wilayah terkait; Palang Merah Indonesia; relawan; TNI/Polri; Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo; dan unsur SAR lainnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/47259e990f6031cfef0d6e525be2ac30-20250317BAH5.jpg)
Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo menutup empat lokasi wisata di kawasan itu usai longsor. Keempat lokasi wisata itu adalah pemandian air panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Putung Sewu.
Penutupan lokasi wisata itu tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor 522/303/123.7.2/2025 yang ditandatangani Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi. Menurut Wahyudi penutupan sementara dilakukan lantaran adanya cuaca ekstrem, hujan deras, dan potensi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacet-Cangar.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari