Banjir Terjang Tasikmalaya, 4.122 Warga Terdampak dan Akses Jalan Terputus

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tasikmalaya menyebabkan dua sungai meluap dan memicu banjir besar. Ribuan rumah warga tergenang.

22 Mei 2025 08:57 WIB · Nusantara

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS — Cuaca ekstrem berupa hujan selama berjam-jam mengakibatkan banjir di daerah Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (21/5/2025). Sekitar 4.000 rumah warga tergenang dan akses jalan di daerah tersebut terdampak.

Berdasarkan data dari Polres Tasikmalaya dan pemerintah daerah setempat, banjir yang terjadi sejak Rabu pagi tersebut membuat empat kampung di Desa Tanjungsari tergenang. Empat kampung itu adalah Kampung Bojongsoban, Kampung Hegarsari, Kampung Mekarsari, dan Kampung Cicalung.

Jumlah warga yang terdampak di Kampung Bojongsoban mencapai 650 keluarga, di Hegarsari 356 keluarga, di Mekarasari 187 keluarga, dan di Cicalung 124 keluarga. Total 4.122 jiwa di empat kampung ini yang terdampak banjir.

Banjir dipicu meluapnya Sungai Citanduy dan Cikidang seiring hujan deras yang melanda daerah tersebut. Hujan turun sejak Selasa malam dan berlangsung hingga Rabu dini hari. Ketinggian air di empat kampung tersebut mencapai 50 sentimeter hingga 2 meter.

Hujan deras selama berjam-jam menyebabkan Sungai Citanduy dan Cikidang meluap, mengakibatkan banjir besar di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (21/5/2025). Sebanyak 4.122 warga terdampak dan akses jalan lumpuh akibat genangan air setinggi hingga dua meter.

Hingga Kamis (22/5/2025) pagi, ketinggian air di Desa Tanjungsari masih mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter. Akibatnya, warga tidak dapat beraktivitas karena jalan tergenang.

”Kami bersama Tagana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang akan bekerja dan anak-anak yang ke sekolah pagi ini untuk mengikuti ujian,”  kata Sertu Totong Asari selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sukasari.   

Menurut dia, tim penyelamat masih berupaya menyisir empat kampung yang terdampak banjir. ”Kami mengevakuasi warga di lokasi banjir yang membutuhkan pertolongan medis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Polres Tasikmalaya Kota Ajun Komisaris Besar Mohamad Faruk Rozi mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan pihak terkait bergerak menangani banjir di Tanjungsari.  Polres Tasikmalaya juga telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di sekitar lokasi terdampak.

”Kami meyiapkan 1.000 porsi makanan untuk warga. Selain itu, tersedia kendaraan untuk pelayanan kesehatan demi mengantisipasi penyakit yang biasa muncul saat banjir,” ujar Faruk.

Masih pendataan

Hadi Rahmat selaku Humas dari BPBD Jawa Barat memaparkan, hujan dengan intensitas tinggi membuat sungai di sekitar desa meluap hingga menggenangi permukiman warga. Saat ini, jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan.

”Belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun luka. Tim BPBD Provinsi Jawa Barat sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan instansi terkait untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian,” kata Hadi.

Hadi Rahmat Hardjasasmita selaku Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat memaparkan lokasi bencana angin puting beliung selama bulan November di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (15/11/2023). Mayoritas bencana angin puting beliung terjadi di wilayah Bogor.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung Teguh Rahayu menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan beberapa faktor atmosfer, termasuk kelembaban udara yang tinggi, suhu laut yang hangat, dan pola angin yang mendukung pembentukan awan hujan.

”BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi selama tiga hari ke depan di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem lain, seperti petir dan angin kencang,” kata Teguh.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari