Konflik antara Barcelona dan Marc-Andre ter Stegen terus meruncing. Barca memutuskan mencabut ban kapten sang kiper. Federasi Sepak Bola Jerman turut terpancing.
07 Agt 2025 15:47 WIB · Olahraga
BARCELONA, KAMIS — Perselisihan antara Barcelona dan kiper Marc-Andre ter Stegen terus meruncing. Kondisi itu terjadi di saat sepak mula musim baru Liga Spanyol tersisa dua pekan lagi. Perselisihan memasuki babak baru seiring langkah petinggi Barca yang mencabut ban kapten Ter Stegen.
Semua bermula dari keengganan Ter Stegen mengizinkan Barca menyerahkan laporan medisnya kepada Komite Medis Liga Spanyol. Barca sangat berkepentingan menyerahkan laporan medis Ter Stegen.
Kiper asal Jerman itu baru menjalani operasi punggung kedua dan diperkirakan harus beristirahat selama tiga bulan. Akan tetapi, jangka waktu istirahat selama itu tidak bisa dikategorikan sebagai absen jangka panjang. Oleh karena itu, Barca menerbitkan laporan medis versi berbeda yang menyatakan bahwa Ter Stegen harus beristirahat lebih lama, sekitar empat hingga lima bulan.
Hanya, Ter Stegen menolak mengizinkan Barca menyerahkan laporan medis itu ke Komite Medis Liga Spanyol. Keputusan dari Komite Medis inilah yang nantinya akan menentukan apakah Barca bisa mendaftarkan pemain lain atau tidak. Akan tetapi, Komite Medis tidak bisa mengambil keputusan jika Ter Stegen tidak memberi izin kepada Barca untuk menyerahkan laporan medisnya.
Penolakan Ter Stegen tak ayal membuat petinggi Barca kalang kabut karena akan menghalangi upaya klub mendaftarkan pemain baru, termasuk kiper Joan Garcia yang baru direkrut dari Espanyol. Ini karena jika Ter Stegen menepi lama, Barca bisa menggunakan hingga 80 persen ruang gajinya untuk mendaftarkan pemain baru.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/23/43db55b1-5ae3-4457-97dd-b9ad16713477.jpg)
Harian olahraga Spanyol, AS, menyebut Presiden Barca Joan Laporta sangat marah dengan tindakan Ter Stegen. Mereka pun kini terjebak dalam pusaran konflik yang sangat mungkin berakhir di pengadilan. Terbaru, Barca dilaporkan telah memerintahkan pelatih Hansi Flick untuk mencabut status Ter Stegen sebagai kapten tim.
”Laporta marah kepada Ter Stegen dan yakin bahwa ia (Ter Stegen) bertindak dengan itikad buruk untuk mempersulit upaya pendaftaran Joan Garcia,” tulis AS.
Meski begitu, Barca membuka kemungkinan untuk berbicara dengan Ter Stegen. Akan tetapi, mereka enggan memulai alias menunggu Ter Stegen yang bergerak lebih dulu.
Namun, menurut SPORT, Ter Stegen akan tetap teguh pada pendiriannya saat ini untuk tidak menandatangani dokumen tersebut. Dia tetap berkeyakinan memiliki hak hukum untuk menolak.
Ter Stegen merasa ia bisa segera pulih sebelum empat bulan. Pengalaman setelah menjalani operasi punggung pertama memberinya keyakinan itu. Ter Stegen menolak mengizinkan Barca menyerahkan laporan medisnya adalah karena ia akan kehilangan gajinya hingga bursa transfer berikutnya dibuka pada Januari.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/13/0f802f72-9828-4ea5-b987-288f4edd9539.jpg)
Lebih lanjut, Ter Stegen menilai perekrutan dan perpanjangan kontrak Barca baru-baru ini, termasuk kesepakatan dengan pemain kunci, telah dilakukan sebelum cedera terbarunya. Oleh karena itu, pihak klub seharusnya memiliki rencana untuk mendaftarkan pemain baru daripada menggunakan cederanya sebagai dalih.
Konflik kian meruncing karena Barca telah membuka berkas disiplin terhadap Ter Stegen. Pihak klub hendak menggunakan itu untuk menuntut Ter Stegen.
Semua saluran komunikasi pun untuk saat ini masih buntu. Kondisi ini membuat Ter Stegen kecil kemungkinan akan kembali membela Barca bahkan setelah pulih.
Kontrak Ter Stegen berlaku hingga 30 Juni 2028. Ia terakhir kali memperpanjang kontrak di bawah manajemen saat ini pada 2023.
Tujuan lain Ter Stegen melakukan perlawanan ini adalah untuk menghormati kontrak tersebut dan terus bersaing memperebutkan posisi kiper utama setelah pulih. Namun, petinggi Barca menanggapinya secara berbeda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/10/10/dd0452dc-a0dd-492c-a020-a8aeecd5e59e.jpg)
Di sisi lain, perseteruan antara Ter Stegen dan Barca sudah bukan lagi persoalan internal, tetapi melebar lebih jauh dengan melibatkan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). DFB secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Ter Stegen. Dukungan kepada Ter Stegen salah satunya dikemukakan Direktur Olahraga DFB Andreas Rettig.
”Akan lebih baik jika prestasinya selama bertahun-tahun ini diperhitungkan, tidak hanya bersama Jerman, tetapi juga di Barcelona,” ujar Rettig, dikutip dari Bein Sport.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar