Barcelona Vs Inter Milan, Pesona Kemewahan Denzel Dumfries

Meski hanya bermain imbang kontra Barcelona, Inter Milan punya peluang lebih besar menembus final. Mereka patut berterima kasih kepada Denzel Dumfries.

01 Mei 2025 06:27 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, KAMIS — Barcelona dua kali bangkit dari kematian dalam hasil imbang 3-3 melawan Inter Milan pada pertemuan pertama semifinal Liga Champions Eropa di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Kamis (1/5/2025) dini hari WIB. Akan tetapi, itu tidak menegasikan fakta bahwa Barca sedikit dirugikan mengingat pertemuan kedua akan berlangsung di markas Inter. Pelatih Simone Inzaghi patut berterima kasih kepada bek kanan Denzel Dumfries yang jadi pahlawan tim.

Inzaghi tergolong beruntung memiliki bek sayap selengkap Dumfries. Pemain timnas Belanda tersebut kokoh dalam bertahan, tetapi tajam ketika membantu serangan. Dumfries mengarsiteki gol pembuka Inter yang dicetak Marcus Thuram saat laga baru berjalan 30 detik. Gol tersebut sekaligus mencatatkan Thuram sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah semifinal Liga Champions.

Tidak hanya piawai menciptakan asis, Dumfries turut berperan menggandakan keunggulan Inter pada menit ke-21. Berawal dari eksekusi tendangan sudut, Dumfries memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Barca dengan tubuh besarnya. Dari jarak dekat, Dumfries melepaskan tembakan salto yang gagal dibendung kiper Barca.

”Itu adalah tendangan sudut yang hebat dari (Federico) Dimarco. Kami memenangi duel dan saya berada di tempat yang tepat. Gol pertama adalah kualitas luar biasa dari Marcus, sentuhan yang luar biasa,” ujar Dumfries.

Bek Inter Milan, Denzel Dumfries (kanan), mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga pertama semifinal Liga Champions di Barcelona, Kamis (1/5/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 3-3.

Mencetak dua gol pada babak pertama terasa seperti hal langka bagi Inter. ”Nerazzurri” tengah berada dalam tren buruk setelah kalah tiga kali beruntun jelang bertandang ke Barcelona. Absennya Thuram dan Dumfries sangat mempengaruhi produktivitas gol Inter. Tanpa kehadiran mereka secara penuh, Inter sulit mencetak kemenangan.

Dumfries membuktikan keberadaannya di tim memang tidak tergantikan. Setelah dua gol Inter mampu disamakan Barca melalui sepakan melengkung Lamine Yamal dan sontekan Ferran Torres, Dumfries kembali membawa timnya unggul. Gol ketiga Inter lagi-lagi berawal dari kepiawaian mereka mengoptimalkan sepak pojok. Dumfries melompat tinggi mengalahkan jangkauan bek Barca.

”Mereka sangat kuat dalam situasi tendangan sudut. Hal terpenting bagi kami adalah kami telah menemukan hasil yang membuat kami tahu bahwa apa pun bisa terjadi (di pertemuan kedua) di Milan,” kata gelandang Barca, Raphinha.

Seakan tidak ingin kalah dalam hal memanfaatkan tendangan sudut, Raphinha turut melakukan hal yang sama untuk membawa Barca menyamakan kedudukan. Eksekusi sepak pojok Dani Olmo diarahkan langsung oleh Raphinha yang berdiri di luar kotak penalti. Sepakannya melengkung, lalu membentur tiang dan mengenai punggung Sommer. Gol pada akhirnya dinyatakan bukan milik Raphinha, melainkan bunuh diri Sommer.

Berkat sumbangan satu asis dan dua golnya, Dumfries dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga ini. Sebuah penghargaan yang layak mengingat determinasi Dumfries sepanjang laga. Ia begitu disiplin kembali ke pertahanan ketika Inter kehilangan bola (out of posession).

Spain Soccer Champions League

Selain piawai membantu serangan, Dumfries tidak meninggalkan tanggung jawabnya saat bertahan. Dia bahkan bisa saja mencetak asis kedua sekaligus membawa Inter menang andai gol Henrikh Mkhitaryan tidak dianulir wasit akibat off-side.

Tidak banyak bek sayap kelas dunia yang punya kemampuan sebagaimana Dumfries. Bahkan bek kanan Liverpool, Trent Alexander-Arnold, kerap dikritik lantaran terlampau asyik menyerang sehingga melupakan tugasnya dalam bertahan. Kemampuan semacam ini merupakan sebuah kemewahan yang dimiliki Dumfries dan Inzaghi sangat beruntung memilikinya.

Menguntungkan Inter

Walau gagal menang akibat kebangkitan dua kali Barca, Inter berada pada posisi yang sedikit lebih diunggulkan pada pertemuan kedua. Musim ini, Inter belum pernah kalah setiap kali menjamu lawannya di Stadion Giuseppe Meazza.

Hanya saja, Inzaghi harus memikiran cara menghentikan kreativitas Yamal. Pemain sayap kanan Barca itu menjadi kunci meruntuhkan rapatnya pertahanan Inter. Di bawah Inzaghi, Inter dikenal sebagai tim yang cenderung bertahan cukup dalam. Hal itu menyulitkan tim lawan menembusnya. Yamal adalah pengecualian dari sistem kokoh pertahanan Inter. Meski dibayangi dan ditekan dengan cara apa pun, ia selalu bisa menemukan cara meloloskan diri.

Spain Soccer Champions League

”Kami harus menjaga Lamine Yamal dengan lebih baik. Pemain itu benar-benar memberi dampak kepada saya malam ini. Dia benar-benar melakukannya. Jadi, kami ingin bermain dan menekan lebih tinggi di lapangan,” kata Inzaghi.

Sementara itu, Pelatih Barca Hansi Flick menyesali start lamban timnya sehingga Inter mampu mencuri dua gol pada babak pertama. Beberapa catatan sudah dipikirkan Flick menyambut pertemuan kedua di Milan. Salah satunya adalah mengantisipasi kepiawaian Inter memanfaatkan tendangan sudut.

”Kami tidak mengawali laga dengan baik sehingga kebobolan dua gol. Namun, kami bangkit dan bermain sangat baik di babak kedua. Itu bagus untuk para penggemar. Ini adalah pertemuan pertama di antara keduanya, dan kami harus menang di Milan. Ini adalah final sebelum final,” ujar Flick.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .