Barcelona lebih diunggulkan atas Inter Milan. ”Treble winner” di depan mata jika Barca menang. Adapun Inter wajib mati-matian agar tidak nirgelar di akhir musim.
29 Apr 2025 19:29 WIB · Olahraga
BARCELONA, SELASA — Barcelona memiliki kesempatan emas untuk membalas kekalahan di semifinal Liga Champions edisi 2009-2010 dari Inter Milan. Serupa dengan Inter pada 15 tahun lalu, kemenangan akan mendekatkan Barca untuk menyapu bersih seluruh trofi juara pada musim 2024-2025.
Piala Super Spanyol dan Piala Raja Spanyol sudah masuk dalam daftar ceklis titel juara yang dipersembahkan Pelatih Hans-Dieter Flick untuk Barca. Dengan memimpin puncak klasemen Liga Spanyol, Lamine Yamal dan kawan-kawan juga memegang kendali perburuan gelar liga dari rival abadi, Real Madrid.
Tak ayal, Liga Champions menjadi trofi tersisa yang masih abu-abu bagi ”Blaugrana”. Apalagi, mereka akan menghadapi Inter, tim dengan pertahanan terbaik di Liga Champions musim ini karena hanya kemasukan lima gol.
Inter juga memegang trauma masa lalu bagi Barca. Mereka menyingkirkan Barca di semifinal edisi 2009-2010, kemudian meraih titel ”Si Kuping Besar” ketiga dalam sejarah mereka berkat menumbangkan Bayern Muenchen 2-0.
Gelar Liga Champions itu memasukkan Inter ke dalam daftar monumental klub yang pernah merengkuh tiga trofi major alias treble winner dalam satu musim kompetisi. Inter masih menjadi satu-satunya wakil Italia dalam daftar itu. ”I Nerazzurri” sejajar dengan Barca, Ajax Amsterdam, Celtic, PSV Eindhoven, Bayern Muenchen, Manchester United, dan Manchester City.
Mereka adalah tim yang terorganisasi dengan baik, tidak hanya secara defensif, tetapi juga saat menguasai bola. Secara taktik, mereka bermain sangat cerdas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/29/2aeda39c-f4da-484f-9172-8e26a3f511a7_jpg.jpg)
Suasana berbeda dengan 15 tahun silam. Kali ini, apabila Barca bisa mengalahkan Inter, mereka berpeluang mencatatkan diri sebagai tim pertama yang meraih treble winner dalam tiga kali pada abad ke-21. Flick bisa menyamakan dirinya dengan Pep Guardiola (2008-2009) dan Luis Enrique (2014-2015).
Meski dibayangi potensi treble winner, Flick enggan memikirkan berbagai kemungkinan catatan bersejarah yang bisa dikoleksinya dengan raihan gelar Liga Champions musim ini. Menurut juru taktik asal Jerman itu, Inter adalah tim yang berpengalaman dan fantastis sehingga akan menjadi tantangan terberat bagi timnya.
”Mereka adalah tim yang terorganisasi dengan baik, tidak hanya secara defensif, tetapi juga saat menguasai bola. Secara taktik, mereka bermain sangat cerdas,” tutur Flick dilansir laman UEFA, Selasa (29/4/2025).
Selain ambisi revans, Barca juga memiliki momentum performa lebih baik dari Inter pada April ini. Dalam satu pekan terakhir, mimpi treble winner Inter sudah pupus akibat disingkirkan AC Milan di semifinal Piala Liga Italia atau Coppa Italia.
Akhir pekan lalu, giliran AS Roma yang meruntuhkan I Nerazzurri dari puncak klasemen Liga Italia. Ketika Inter tumbang, Napoli merebut capolista atau peringkat teratas dengan keunggulan tiga poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/efe120047436d05c2e29930eae7bb065-FBL_EUR_C1_BARCELONA_PRESSER_129362153.jpg)
Sementara itu, performa Barca tengah harum-harumnya. Mereka memenangi duel final Piala Raja Spanyol nan dramatis atas Real Madrid. Gelar Piala Raja itu membuktikan skuad Barca memiliki kedewasaan meski dihuni sejumlah pemain remaja, seperti Yamal dan Pau Cubarsi.
Yamal mengatakan, atmosfer skuad Barca amat positif. Mayoritas pemain yang baru akan menjalani gim pertama di semifinal Liga Champions, tambahnya, sangat gembira akan menjalani laga penting perdana dalam karier mereka.
”Ini semifinal (Liga Champions) pertama saya dan juga beberapa anggota tim. Kami sudah tidak sabar untuk menunjukkan lagi betapa hebatnya tim ini. Kami sangat menantikan laga yang bisa membawa kami memastikan langkah ke final,” ujar Yamal dilansir Marca.
Barca kemungkinan besar masih kehilangan Robert Lewandowski, penyerang tengah andalan, akibat cedera hamstring. Kehilangan pemain yang sudah mencetak 11 gol di Liga Champions tidak terlalu diratapi Barca.
Blaugrana masih memiliki Ferran Torres yang berperan dengan baik sebagai pengganti Lewandowski dalam dua gim terakhir. Torres mencetak satu gol saat menaklukkan Real, akhir pekan lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/0110465b18d0747043a6f13c17266440-FBL_ITA_SERIE_A_INTER_ROMA_129318309.jpg)
Pelatih Inter Simone Inzaghi berambisi membantu timnya bangkit di kandang Barca. Inter menelan tiga kekalahan beruntun setelah memastikan langkah ke semifinal Liga Champions.
”Pemain saya selalu memberikan seluruh hati dan jiwa mereka di setiap pertandingan. Kami tidak terbiasa mengalami tiga nirmenang berturut-turut, jadi itu tentu amat sulit bagi pemain,” kata Inzaghi seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
”Setelah rentetan kekalahan, kami menyadari pula betapa kuatnya Barca. Tetapi, kami akan menjalani pertandingan dengan respek dan tanpa rasa takut,” ucapnya.
Satu hal positif didapatkan Inter jelang duel di Barcelona. Penyerang andalan, Marcus Thuram, sudah mengikuti latihan tim. Tanpa kehadiran pemain tim nasional Perancis itu, Inter menderita tiga kekalahan beruntun dan gagal mencetak satu gol pun ke gawang Bologna, AC Milan, dan Roma.
Kolaborasi Thuram dan Lautaro Martinez amat penting bagi strategi transisi positif Inter. Kedua penyerang itu bisa berbagi peran untuk membuka ruang, mengkreasi peluang, hingga mencetak gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/f659a075a4cbbaf76eab047427c51d79-TOPSHOT_FBL_EUR_C1_INTER_BAYERN_129062878.jpg)
Carlos Augusto, bek Inter, sepakat dengan Inzaghi. Skuad Inter datang ke markas Barca tanpa rasa takut. Ia mengingatkan, seluruh skuad Inter sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi pada laga nanti.
”Barcelona memiliki pemain dan kolektivitas tim yang luar biasa dengan serangan mematikan. Kami harus siap dan secara mental dalam keadaan sangat baik,” kata Augusto dilansir Corriere dello Sport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto