Cederanya Kai Havertz akan menjadi masalah terbesar bagi Arsenal dalam beberapa pekan ke depan. Masalah tersebut sudah terpancar jelas di kandang Brentford.
13 Feb 2026 07:23 WIB · Olahraga
AP/DAVE SHOPLAND
LONDON, KAMIS — Arsenal kehilangan poin krusial di kandang Brentford karena masalah di sepertiga awal dan sepertiga akhir mereka. Solusi terbaik dari masalah itu adalah sosok gelandang serang Kai Havertz yang baru diumumkan cedera pada sehari menjelang laga itu. Arsenal sangat merindukannya.
Pemuncak klasemen Arsenal gagal memperlebar jarak keunggulan maksimal dengan pesaing terdekat Manchester City. ”Si Meriam” tinggal unggul empat poin atas City setelah bermain imbang dengan Brentford, 1-1, pada lanjutan Liga Inggris di Stadion Gtech Community, London, Inggris, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.
Arsenal begitu kerepotan menghadapi tuan rumah, bahkan cukup beruntung bisa pulang dengan poin. Hal itu terbukti dari statistik. Tim tamu hanya mencatat tujuh tembakan, jumlah terendah mereka di Liga Inggris musim ini, walaupun menguasai bola hampir 60 persen. Brentford lebih sering mengancam dengan 12 tembakan.
”Kecewa karena hanya mendapatkan satu poin. Ini adalah tempat yang sulit untuk dikunjungi,” kata kiper Arsenal, David Raya, yang juga berstatus mantan pemain Brentford.
”Kami mampu mengatasi masalah dengan gol di paruh kedua. Saya pikir itu cukup, tetapi ternyata mereka sangat berbahaya dari bola mati dan kami kebobolan,” ujarnya, kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/13/125aeb0a25028350637516c9ee455e34-IMG_20260213_071518.jpg)
Tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu baru mampu mencetak gol pembuka pada menit ke-61. Itu pun dari umpan silang spekulatif bek sayap Piero Hincapie yang diakhiri sundulan penyerang sayap Noni Madueke. Mereka membutuhkan banyak keberuntungan karena kesulitan menembus blok super rendah pertahanan lawan.
Persoalan kreativitas Arsenal terlihat sangat jelas, terutama di 45 menit awal laga. Gelandang serang Eberechi Eze langsung digantikan Martin Odegaard setelah turun minum karena kurang berkontribusi. Adapun tim tamu hanya menghasilkan satu tembakan yang tidak tepat sasaran sepanjang paruh pertama.
Bukan hal mengejutkan, Si Meriam mengalami masalah di lini serang. Mereka datang tanpa Havertz yang sedang sangat diandalkan Arteta setelah kembali dari cedera panjang. Sayangnya, pemain tim nasional Jerman itu harus menepi lagi selama beberapa pekan karena persoalan cedera otot.
Hari ini, kami kekurangan beberapa hal untuk menang.
Dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Havertz sudah menyumbangkan dua gol dan dua asis. Dia sudah tiga kali diturunkan sebagai pemain mula sejak kembali dari cedera. Hasilnya, Arsenal selalu mencetak minimal tiga gol di laga tersebut. Serangan mereka jadi benar-benar mengalir.
Havertz merupakan sosok pemain yang sangat lengkap. Dia bisa bermain di berbagai posisi sekaligus, mulai dari striker, gelandang serang, hingga pemain sayap. Hal itu yang membuatnya sangat berguna untuk Arsenal. Dia diberikan kebebasan bergerak di sepertiga akhir lawan, membuat serangan Arsenal sangat sulit diprediksi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/13/c1d001a21b9483c26fcb58373172e04e-wires_photo_2026_02_10T034809.898.jpg)
Permasalahan Arsenal selanjutnya tersaji pada setengah jam terakhir waktu normal. Brentford tampil sangat intens, berani lebih menyerang. Blok tinggi tuan rumah sangat merepotkan Odegaard dan rekan-rekan. Para pemain Arsenal sampai harus berkali-kali mengirimkan umpan panjang dari pertahanan karena panik.
Manajer Brentford Keith Andrews mengatakan tidak membutuhkan seorang jenius untuk melihat tim mana yang lebih pantas menang. ”Kami menunjukkan reaksi yang sensasional setelah tertinggal. Kami semakin percaya diri, menunjukkan keberanian untuk bersaing dengan mereka,” ujarnya.
Keunggulan Arsenal hanya bertahan 10 menit. Brentford menyamakan kedudukan lewat skema lemparan ke dalam. Lemparan jauh itu sukses menciptakan kemelut yang dieksekusi oleh pemain sayap Keane Lewis-Potter.
Gol itu tercipta karena Odegaard kalah berduel fisik dengan Lewis-Potter.
Tim tamu tidak punya jawaban setelah skor kembali seimbang. Saat ingin membangun serangan dari bawah, Arsenal kewalahan karena tekanan intens Brentford. Mereka berupaya mengirimkan umpan jauh, tetapi juga digagalkan dalam adu duel udara. Striker Viktor Gyokeres kesulitan karena hanya diandalkan seorang diri dalam duel udara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/03/d74fe277-e5fb-4c29-af92-37f0f820a05e_jpg.jpg)
Masalah itu memperdalam kerinduan Arsenal terhadap Havertz. Pria jangkung setinggi 193 sentimeter itu merupakan pemain yang paling bisa diandalkan dalam duel fisik. Kemampuan Arsenal memenangi bola akan lebih baik ketika dia di lapangan. Mungkin, gol penyeimbang juga bisa dicegah jika Havertz berada di posisi Odegaard.
Laga versus Brentford cukup untuk memperlihatkan betapa penting Havertz bagi Arsenal. Arteta pun harus segera menemukan solusi sementara untuk mengisi peran sang pemain. Havertz dipastikan absen dalam dua pertandingan liga selanjutnya, versus Wolverhampton Wanderers dan Tottenham Hotspur.
Dua laga itu akan sangat krusial dalam konteks perburuan gelar juara. ”Saat ini, kami hanya bisa fokus mempersiapkan untuk menang di setiap laga. Tentu kami harus meningkatkan level kolektif dan individu di tim ini. Hari ini, kami kekurangan beberapa hal untuk menang,” ucap Arteta. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto