LIGA INGGRIS

Bisakah Arsenal Terhindar dari Sumpah Guardiola?

Manchester City melanjutkan misi ”pengejaran” Arsenal di puncak klasemen. Setelah menang dramatis atas Liverpool, giliran Fulham yang jadi korban terbaru City.

12 Feb 2026 10:00 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MANCHESTER, KAMIS — Pep Guardiola membuktikan kata-katanya untuk terus mengejar Arsenal hingga akhir musim. Ambisi yang dikenal sebagai sumpah Guardiola itu bak mantra yang menggerakkan para pemain City menjadi ”mesin pembunuh” berdarah dingin. Setelah Liverpool, Fulham dihancurkan 3-0 tanpa belas kasihan.

Tambahan tiga poin atas Fulham dalam laga di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (12/2/2026) dini hari WIB, memperpendek jarak City dengan Arsenal menjadi tiga poin. Kemenangan City sekaligus memberi tekanan terhadap pemuncak klasemen, Arsenal, yang akan melawat ke markas Brentford.

Jika sanggup menang atas Brentford, Arsenal akan mengembalikan keunggulan mereka menjadi enam poin. Akan tetapi, jika kalah, City yang justru mendapatkan momentum dengan jarak tiga poin ini.

Dengan hasil ini, artinya City sudah meraih dua kemenangan beruntun di Liga Inggris. ”The Citizens” sebelumnya meraih kemenangan dramatis atas Liverpool berkat gol penalti Erling Haaland pada menit-menit akhir.

Striker Manchester City Erling Haaland (kiri) merayakan gol ke gawang Fulham pada laga Liga Inggris di Manchester, Kamis (12/2/2026) dini hari WIB.

Menghadapi Fulham, City kembali mengamuk bahkan sejak babak pertama. Mereka merepotkan Fulham lewat kecepatan dalam menyerang dan banyaknya kombinasi umpan di area sepertiga akhir pertahanan lawan.

Cara bermain seperti itu memaksa para pemain Fulham melakukan sejumlah kesalahan di area pertahanan mereka.

Pemain sayap baru Antoine Semenyo sudah membawa City unggul pada menit ke-24. Gol Semenyo tercipta berkat kombinasi antara Matheus Nunes dan Haaland.

Enam menit berselang, Semenyo mengarsiteki gol kedua City yang dilesakkan Nico O’Reilly. Haaland kemudian memperbesar keunggulan City pada menit ke-39. Meski dikepung dua bek Fulham, Haaland tetap bisa melepaskan tendangan keras mendatar tanpa mendapat banyak ruang tembak.

”(Kemenangan ini) sangat penting. Itulah pesan yang disampaikan setelah pertandingan melawan Liverpool. Mengulangi apa yang kami lakukan akhir pekan lalu, kerja keras dan kami mendapatkan tiga poin. Hari ini kami melakukan hal yang sama. Saya sangat senang,” kata Semenyo, dikutip dari laman klub.

Penyerang Manchester City Antoine Semenyo (kanan) mencetak gol ke gawang Fulham pada laga Liga Inggris di Manchester, Kamis (12/2/2026) dini hari WIB.

Jika bukan tanpa sumpah Guardiola, akan sangat sulit bagi City bisa terus tampil konsisten. Keinginan kuat Guardiola melampaui Arsenal telah menjadi semacam cambuk bagi para pemain City untuk meraih kemenangan sepanjang laga belum usai.

Fokus tinggi

Menurut Guardiola, timnya sekarang sedang dalam fokus tinggi untuk mengincar Arsenal. Ia mengatakan, City punya kapasitas secara mental dan cara bermain.

”Saya selalu mengatakan fokusnya adalah untuk terus berkembang. Ini tentang bagaimana kami bisa lebih konsisten selama 90 menit. Bagaimana kami bisa menjadi lebih baik dan para pemain merasa bahwa mereka melakukan apa yang ingin kami lakukan,” kata Guardiola.

Ambisi mengejar Arsenal seolah terkesan seperti Guardiola sedang mengejar trofi liga pertamanya. Nyatanya Guardiola sudah menjuarai Liga Inggris enam kali sejak diangkat sebagai manajer City pada 2016.

Isu musim ini jadi yang terakhir Guardiola menangani City sangat mungkin menggerakkannya memberikan yang terbaik. Bagaimanapun, seorang manajer pasti ingin memberikan hadiah perpisahan terbaik untuk klub yang sudah lama dia tangani.

Britain Premier League Soccer

Di sisi lain, Manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan hanya akan fokus pada timnya dan tidak memikirkan hal lain, termasuk soal sumpah Guardiola.

”Saya mengerti. Itu adalah hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Sepenuhnya terserah kami mengenai apa yang harus dilakukan. Kami harus fokus pada diri kami sendiri, pada saat ini. Kami tahu setiap tiga hari apa yang akan datang dan nikmati saja itu,” kata Arteta dalam konferensi pers menjelang melawan Brentford.

Mantan kiper City, Shay Given, menilai City saat ini belum menampilkan performa puncak. Masih terdapat beberapa kelemahan yang rentan membuat mereka tergelincir.

”Mungkin masih ada beberapa kelemahan yang belum pernah kita lihat sebelumnya, tetapi saya pikir mereka masih memiliki kemampuan untuk melaju dengan gemilang dan tak terkalahkan,” ujar Given dikutip dari BBC Sport.

Adapun mantan penyerang timnas Inggris, Alan Shearer, melihat City kini didorong dengan keyakinan tinggi dan energi yang berapi-api. Semua itu bermula dari kemenangan dramatis City atas Liverpool.

Manchester City's head coach Pep Guardiola celebrates after Manchester City's Erling Haaland scoring his side's third goal during the English Premier League soccer match between Manchester City and Fulham in Manchester, England, Wednesday, Feb. 11, 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Dengan begitu, walau sumpah Guardiola terdengar remeh, jangan pernah meragukan kekuatannya. Selama ini Guardiola piawai mengatur ritme timnya hingga sukses enam kali juara dalam delapan edisi terakhir.

Sementara Arsenal kerap mendapat olok-olok sebagai tim yang kesulitan konsisten menjelang akhir musim. Dalam tiga musim beruntun ”Meriam London” berakhir sebagai runner-up meski memuncaki klasemen dalam beberapa pekan sebelumnya.

Hanya konsistensi yang bisa menghindarkan Arsenal dari sumpah Guardiola. Konsistensi itu bisa dimulai dengan mengalahkan Brentford. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji