Hentikan Perang dan Bawa Mereka Pulang Sekarang

Perjuangan penghentian perang dan pembebasan sandera yang tersisa dari perang Israel-Hamas.

29 Jul 2025 08:31 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Ratusan keluarga, kerabat, dan aktivis itu tak pernah lelah menyuarakan tuntutan agar pemerintah Israel segera mengakhiri perang dan membebaskan sandera yang tersisa. Berbagai usaha mereka lakukan untuk mengajak masyarakat terlibat bersama-sama. Selain memasang spanduk, poster, serta membuat grafiti di tempat-tempat umum, mereka juga rutin mengadakan pertemuan untuk saling menguatkan tekad.

Selain tempat-tempat wisata yang didatangi banyak warga, mereka juga mendatangi kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan kantor kedutaan Amerika Serikat di Tel Aviv, demi menyuarakan tuntutan mereka. Tak lupa mereka juga membawa foto-foto para sandera berukuran besar dalam setiap aksinya. 

Gambar salah seorang sandera ditampilkan di layar lebar saat para demonstran anti-pemerintah yang menyerukan diakhirinya perang dan pembebasan sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza di alun-alun sandera di Tel Aviv, Israel, Minggu (6/7/2025).
Gambar sandera Israel ditampilkan di layar lebar saat para pengunjuk rasa berkumpul menuntut diakhirinya perang dan pembebasan sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza di alun-alun sandera di Tel Aviv, Israel, Minggu (6/7/2025).
Pengunjuk rasa mengangkat spanduk dan bendera saat protes anti-pemerintah di Tel Aviv pada Kamis (24/7/2025). Mereka menyerukan penghentian perang di Gaza, dan pembebasan warga Israel yang disandera oleh Hamas di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Masyarakat mengambil bagian dalam unjuk rasa di luar Cabang Kedutaan Besar Amerika yang menuntut diakhirinya perang dan segera membebaskan sandera yang ditahan oleh Hamas di Tel Aviv,  Sabtu (26/7/2025).
Para demonstran mengangkat bendera dan plakat saat menyerukan penghentian perang di Gaza dan pembebasan orang Israel yang disandera oleh Hamas di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Ribuan warga menghadiri rapat umum yang menyerukan diakhirinya perang dan pembebasan segera sandera yang ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza, saat mereka berkumpul di Tel Aviv, Israel, Kamis (24/7/2025).

Serangan kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, selain menewaskan 1.200 warga, Hamas  juga menyandera 251 warga sipil dan tentara Israel. Sebagian besar sandera telah dibebaskan dalam beberapa kali pertukaran sandera maupun saat gencatan senjata antara Hamas dan Israel. 

Pembebasan sandera pertama terjadi pada 19 Januari 2025. Saat itu Hamas membebaskan tiga sandera Israel, yakni Emily Damari, Romi Gonen, dan Doron Steinbrecher. Romi diculik saat berada di festival musik Nova, sementara Emily dan Doron dibawa dari rumah mereka di Kibbutz Kfar Aza. Adapun Sersan Edan Alexander, seorang tentara Israel berkewarganegaaran Israel-Amerika, menjadi sandera terakhir yang dibebaskan Hamas.

Kendaraan tentara Israel melaju di dekat perbatasan Israel-Gaza, di dekat tulisan "Bawa mereka pulang sekarang" di Jalur Gaza, Minggu, 6 Juli 2025.

Namun, Hamas diperkirakan masih menahan 50 sandera. Sebagian besar di antaranya telah meninggal. Berbagai macam cara dilakukan Israel untuk menekan Hamas agar membebaskan sandera yang tersisa. Selain serangan militer, Israel juga memblokade bantuan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar untuk warga Palestina. 

Konflik brutal dua negara yang berlangsung lebih dari 21 bulan ini telah menewaskan lebih dari 56.000 orang di wilayah Palestina. Dampak perang juga menghancurkan wilayah pesisir Palestina, dan menyebabkan sebagian besar lanskap perkotaan rata dengan tanah akibat pertempuran. Lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi. Perang ini juga telah memicu krisis kemanusiaan di Gaza, mendorong ratusan ribu orang kelaparan yang berujung kematian.

Selain menghancurkan Palestina, dampak perang ini juga membuat ribuan warga Palestina ditangkap dan ditahan miiter Israel. Walaupun mungkin tidak ada jumlah resmi yang diumumkan, selama pembebasan sandera oleh Hamas, Israel juga telah membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina yang menjadi tahanan mereka.

Masyarakat mengambil bagian dalam protes yang menuntut diakhirinya perang dan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza di Tel Aviv, Israel, Sabtu (28/6/2025).
Poster warga yang masih disandera dipajang dalam rapat umum yang menyerukan pembebasan sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza dan mendesak gencatan senjata, di depan Kantor kedutaan Amerika Serikat di Tel Aviv, Israel, Senin (7/7/2025).
Sebuah spanduk, yang menyerukan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza, dipasang di pantai di Tel Aviv, Israel, Kamis (10/7/2025).
Kerabat dan pendukung sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza menghadiri rapat umum yang menuntut pembebasan mereka dari penahanan Hamas dan menyerukan diakhirinya perang, di Tel Aviv, Israel, Sabtu (12/7/2025).
Keluarga dan pendukung sandera Israel yang ditahan oleh Hamas di Gaza menghadiri unjuk rasa yang menyerukan pembebasan sandera di luar rumah perdana menteri di Jerusalem, Kamis (17/7/2025).
Suasana unjuk rasa di luar Cabang Kedutaan Besar Amerika yang menuntut diakhirinya perang dan segera membebaskan sandera yang ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza di Tel Aviv, Israel, Sabtu (19/7/2025).

Kini, ribuan warga Israel mulai memperotes tindakan pemerintahnya dalam menghadapi Hamas. Mereka menuntut pemerintah untuk penghentian perang dan mengusahakan pembebasan sandera yang tersisa. Cukuplah angka-angka korban yang sudah tercatat. ”Bawa mereka pulang sekarang.” (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto