Perjuangan penghentian perang dan pembebasan sandera yang tersisa dari perang Israel-Hamas.
29 Jul 2025 08:31 WIB · Internasional
Ratusan keluarga, kerabat, dan aktivis itu tak pernah lelah menyuarakan tuntutan agar pemerintah Israel segera mengakhiri perang dan membebaskan sandera yang tersisa. Berbagai usaha mereka lakukan untuk mengajak masyarakat terlibat bersama-sama. Selain memasang spanduk, poster, serta membuat grafiti di tempat-tempat umum, mereka juga rutin mengadakan pertemuan untuk saling menguatkan tekad.
Selain tempat-tempat wisata yang didatangi banyak warga, mereka juga mendatangi kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan kantor kedutaan Amerika Serikat di Tel Aviv, demi menyuarakan tuntutan mereka. Tak lupa mereka juga membawa foto-foto para sandera berukuran besar dalam setiap aksinya.
Serangan kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, selain menewaskan 1.200 warga, Hamas juga menyandera 251 warga sipil dan tentara Israel. Sebagian besar sandera telah dibebaskan dalam beberapa kali pertukaran sandera maupun saat gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Pembebasan sandera pertama terjadi pada 19 Januari 2025. Saat itu Hamas membebaskan tiga sandera Israel, yakni Emily Damari, Romi Gonen, dan Doron Steinbrecher. Romi diculik saat berada di festival musik Nova, sementara Emily dan Doron dibawa dari rumah mereka di Kibbutz Kfar Aza. Adapun Sersan Edan Alexander, seorang tentara Israel berkewarganegaaran Israel-Amerika, menjadi sandera terakhir yang dibebaskan Hamas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/29/7e172d55-1212-4d35-849f-27a0142ed84d_jpg.jpg)
Namun, Hamas diperkirakan masih menahan 50 sandera. Sebagian besar di antaranya telah meninggal. Berbagai macam cara dilakukan Israel untuk menekan Hamas agar membebaskan sandera yang tersisa. Selain serangan militer, Israel juga memblokade bantuan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar untuk warga Palestina.
Konflik brutal dua negara yang berlangsung lebih dari 21 bulan ini telah menewaskan lebih dari 56.000 orang di wilayah Palestina. Dampak perang juga menghancurkan wilayah pesisir Palestina, dan menyebabkan sebagian besar lanskap perkotaan rata dengan tanah akibat pertempuran. Lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi. Perang ini juga telah memicu krisis kemanusiaan di Gaza, mendorong ratusan ribu orang kelaparan yang berujung kematian.
Selain menghancurkan Palestina, dampak perang ini juga membuat ribuan warga Palestina ditangkap dan ditahan miiter Israel. Walaupun mungkin tidak ada jumlah resmi yang diumumkan, selama pembebasan sandera oleh Hamas, Israel juga telah membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina yang menjadi tahanan mereka.
Kini, ribuan warga Israel mulai memperotes tindakan pemerintahnya dalam menghadapi Hamas. Mereka menuntut pemerintah untuk penghentian perang dan mengusahakan pembebasan sandera yang tersisa. Cukuplah angka-angka korban yang sudah tercatat. ”Bawa mereka pulang sekarang.” (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto