Karena tak mengindahkan aturan terkait larangan membawa air zamzam dalam koper bagasi, petugas terpaksa membongkar ratusan koper milik jemaah haji Indonesia.
16 Jun 2025 18:17 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
MEKKAH, KOMPAS — Ratusan bahkan ribuan koper jemaah haji Indonesia terpaksa dibongkar di gudang pemeriksaan barang. Hal ini dilakukan karena jemaah tak mengindahkan larangan membawa air zamzam ke koper bagasi.
Berdasarkan pemantauan di gudang pemeriksaan barang di wilayah Jumum, Arab Saudi, Senin (16/6/2025), ratusan koper jemaah terpaksa dibongkar oleh petugas setempat.
Hal ini karena setelah melewati pemeriksaan menggunakan mesin pemindai, di dalam koper bagasi, terdapat botol-botol berisi air zamzam. Setiap koper yang tidak lolos pemeriksaan akan dikumpulkan. Satu per satu koper kemudian dibongkar dan air zamzam dikeluarkan.
Dalam satu koper bisa terdapat hingga 10 botol. Bahkan, tidak sedikit yang membawa air zamzam dalam kemasan plastik berukuran lima liter. Botol ini diplakban sedemikian rupa dan dimasukkan dalam handuk, sajadah, hingga kain ihram. Hal ini dilakukan agar tidak terlihat petugas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/dd78d9ef84244c728de1700ce9ad6a5a-IMG_3160.jpeg)
Kepala Seksi Layanan Kepulangan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Cecep Nursyamsi mengutarakan, umumnya koper jemaah akan dikumpulkan dua hari sebelum jadwal kepulangan. Koper kemudian dibawa ke gudang pemeriksaan sebelum dikirim ke bandara.
”Ketika ada koper bermasalah, mereka akan bongkar, terutama yang ditemukan air zamzam. Setelah dinyatakan aman, koper akan kembali ditutup dan dililit plastik dan baru dikirim ke bandara,” ujarnya.
Cecep menambahkan, meski koper dibongkar, jemaah haji tidak perlu khawatir karena pemeriksaan disaksikan oleh petugas. Seluruh koper juga akan ditutup kembali dengan rapi.
Ketika ada koper bermasalah, mereka akan bongkar, terutama yang ditemukan air zamzam. Setelah dinyatakan aman, koper akan ditutup kembali dan dililit plastik dan baru dikirim ke bandara.
Sementara Kepala Daerah Kerja Mekkah Ali Machzumi mengatakan, hingga Senin (16/5/2025), sebanyak 87 kelompok terbang (kloter) yang meliputi 33.000 anggota jemaah haji Indonesia telah diterbangkan ke Tanah Air. Dari jumlah ini, sebanyak 77 kloter atau 16 persen di antaranya telah tiba di sejumlah debarkasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/17/0de788bdce385b32f62bdcdc60f19b99-IMG_1110.jpeg)
Rencananya pada Senin ini sebanyak 25 kloter dengan jumlah 9.300 anggota jemaah haji akan kembali diterbangkan dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama sudah berlangsung sejak Rabu (11/6/2025) lalu hingga 25 Juni mendatang. Selain Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, pemulangan jemaah haji gelombang pertama juga melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Sementara jemaah haji gelombang kedua akan didorong ke Madinah secara bertahap mulai Rabu (18/6/2025). Seluruh anggota jemaah gelombang kedua dijadwalkan akan pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
Ia mengingatkan jemaah haji untuk mematuhi aturan penerbangan yang berlaku. Hal ini terutama menyangkut ketentuan barang bawaan yang dibolehkan, baik terkait isi maupun berat koper.
Untuk kepulangan jemaah, maskapai mengatur berat koper bagasi maksimal 32 kilogram. Koper kabin hanya dibolehkan tujuh kilogram. Adapun air zamzam tidak boleh dibawa ke dalam koper bagasi.
”Dalam ketentuan penerbangan, hal ini tidak dibolehkan. Dikemas bagaimanapun barang yang dilarang akan ketahuan karena seluruh barang bawaan jemaah haji akan dicek melalui X-ray. Tentu apa pun yang dilakukan jemaah haji terkait bawaan air zamzam akan terdeteksi maskapai,” ungkapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/ceaff5298d6842dfaaf5852519c30346-IMG_3184.jpeg)
Menurut dia, pelanggaran terhadap aturan barang bawaan ataupun ketentuan lain bisa berdampak terhadap proses keimigrasian dan pelaporan. Hal ini juga kerap terjadi untuk barang bawaan kabin yang menyalahi ketentuan berat ataupun isi.
”Ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak maskapai tentu sudah dipertimbangkan dan ini untuk keamanan dan keselamatan para jemaah haji selama penerbangan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, air zamzam sebenarnya sudah disiapkan untuk setiap anggota jemaah, tetapi akan diberikan setelah tiba di Tanah Air di debarkasi masing-masing.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/92952a71667b2af7fb14c4e2e83f8294-IMG_3125.jpeg)
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Akhmad Fauzin, dalam jumpa pers, di Mekkah, menyatakan, jatah air zamzam bagi jemaah telah disiapkan masing-masing lima liter. ”Setiap anggota jemaah mendapat jatah 5 liter air zam zam yang bisa diambil di asrama haji. Jadi jemaah tak perlu repot membawanya dari Arab Saudi” tuturnya.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto