Menteri Agama Lepas Kepulangan Jemaah Gelombang I ke Tanah Air

Jemaah gelombang pertama mulai dipulangkan ke Tanah Air. Menteri Agama mengatakan, pelaksanaan ibadah haji tahun ini sesuai target walau terjadi sejumlah persoalan.

11 Jun 2025 11:27 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Reny Sri Ayu

MEKKAH, KOMPAS — Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas kepulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air. Atas segala kekurangan dan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan puncak ibadah haji, menteri menyampaikan permohonan maaf.

Pemulangan jemaah haji gelombang pertama dilepas menteri agama di sektor 3 wilayah Syisyah, Arab Saudi, Selasa (10/5/2025). ”Hari ini kita memasuki tahap pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke Tanah Air. Saya berharap jemaah tetap menjaga kesehatan,” kata Menag.

Proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama berlangsung mulai 11 Juni hingga 25 Juni 2025. Ada 266 kelompok terbang (kloter) yang berangkat pada gelombang I dan mendarat di Madinah. Mereka akan dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Namun, ada delapan kloter yang akan pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Jemaah yang meninggalkan Mekkah pada Selasa ini dan berangkat melalui Madinah adalah kloter 1 embarkasi Makassar (UPG 01), kloter 1 embarkasi Lombok (LOP 01), kloter 1 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01), dan kloter 2 embarkasi Makassar (UPG 02).

Jemaah haji gelombang pertama secara bertahap dipulangkan ke Tanah Air mulai Selasa (10/6/2025). Salah satunya seperti tampak di hotel pemondokan di sektor 3 Syisyah, Arab Saudi.

Selain itu kloter 2 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 02), kloter 2 embarkasi Lombok (LOP 02), kloter 11 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 11), dan kloter 7 embarkasi Makassar (UPG 07).

”Rasanya sedih mau pulang tapi kan memang sudah jadwalnya harus pulang. Alhamdulilah sudah menyelesaikan semua tahapan dengan lancar. Sejauh ini tak ada masalah karena saya ikuti aturan syarikah,” kata Khairudin Usra, anggota jemaah embarkasi Makassar (UPG).

Terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Nasaruddin mengatakan ada sejumlah catatan penyelenggaraan haji tahun ini yang sebagian akan menjadi masukan untuk perbaikan ke depan.

”Seluruh tahapan Armuzna (Arafah, Muzdalihaf, Mina) berjalan dengan baik. Target tidak meleset, yakni jemaah menjalani wukuf. Jemaah juga telah melaksanakan mabit (menginap) di Muzdalifah dan Mina serta menyelesaikan semua tahapan,” katanya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menemui sekaligus melepas jemaah haji di wilayah Syisyah, Mekkah, Arab Saudi, yang akan berangkat ke Arafah, Rabu (4/6/2025) pagi. Menteri berpesan agar jemaah tak hanya mendoakan diri sendiri dan keluarga tapi juga masyarakat dan bangsa Indonesia.

Selaku Amirul Hajj sekaligus mewakili penyelenggara haji, Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah. ”Kami sudah lakukan semua tetapi ada hal-hal yang  terjadi di lapangan yang di luar kuasa kami, termasuk sejumlah perubahan regulasi. Karena itu kami sampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” katanya.

Dia menyebut sejumlah permasalahan, seperti soal tenda, diselesaikan lebih cepat. ”Soal bus yang terlambat, itu di luar kuasa kami. Ada ribuan bus yang harus menjemput jemaah dan akibatnya macet. Negara lain pun mengalami hal yang sama,” katanya.

Dia mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lebih baik seiring adanya perbaikan fasilitas dan infrastruktur di Arab Saudi. Dia mencontohkan kawasan sekitar Masjidil Haram yang lebih nyaman untuk jemaah. Ketersediaan air bersih dan air minum, mulai dari hotel hingga Armuzna, tercukupi.

Adapun perbaikan oleh petugas haji juga mencakup beberapa hal, misalnya makanan bercita rasa Nusantara. ”Ekspor bumbu Nusantara meningkat mencapai 457 ton. Tahun 2023, ekspor bumbu Nusantara sebanyak 16 ton dan tahun 2024, sekitar 70 ton,” katanya.

Juru masak menggoreng ikan di dapur katering Rahaeb yang terdapat di wilayah Syaukiah, Mekkah, Rabu (14/5/2025).

Jumlah jemaah yang meninggal dibandingkan dua tahun terakhir juga menurun. Tahun ini jumlah anggota jemaah meninggal 183 orang dan tahun lalu lebih 200 orang. Sejumlah hal yang semula tidak diizinkan akhirnya bisa menemukan solusi melalui komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi.

”Sebagai contoh klinik kesehatan haji yang semula dilarang beroperasi akhirnya bisa diizinkan untuk melayani jemaah. Ambulans yang dilarang di Armuzna juga diizinkan,” kata Nasaruddin.

Terkait soal isthitaah jemaah, terutama yang menjalani Safari Wukuf, Nasaruddin membantah jika ada pembayaran atau pungutan. Dia menyebut terjadi misinformasi.

”Saya berikan satu contoh, ada pembayaran yang dilakukan di safari wukuf tapi setelah dicek oleh Pak Irjen lengkap dengan nama-namanya, ternyata itu bukan pungutan dari safari itu melainkan badal,” katanya.

Jemaah haji dari antre naik ke Bua yangbakan membawa mereka ke Arafah, Rabu (4/6/2026) waktu setempat. Sejak Rabu pagi pemberangkatan jemaah sudah dimulai dan diharapkan bisa berada di Arafah selambatnya Kamis dinihari.

Badal adalah ibadah yang digantikan oleh orang lain karena jemaah tak bisa melaksanakan sendiri dengan berbagai alasan, seperti sakit atau uzur. Badal ini meliputi umrah wajib hingga tawaf ifadah.

”Ada banyak hal yang dibayar dan itu bukan pungutan. Itu dilakukan KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), bukan petugas kita. Jadi saya sekaligus menjelaskan bahwa informasi yang berkembang itu tidak benar, tidak akurat, dan itu sudah kita klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan,” kata menteri.

Sementara itu, seusai fase Armuzna, kini jemaah memanfaatkan waktu untuk mulai melaksanakan tawaf ifadah. Pantauan di Masjidil Haram sepanjang Senin (9/6/2025) sore hingga malam menunjukkan kepadatan di area tawaf dan sai.

Di antara kepadatan jemaah dari berbagai negara, jemaah Indonesia yang ikut melaksanakan tawaf ifadah. Walau bus shalawat baru beroperasi pada Selasa (10/6/2025) dini hari, jemaah memilih datang ke Masjidil Haram menggunakan taksi. Sebagian berjalan kaki. Tak hanya tawaf ifadah, jemaah juga melakukan tawaf wada atau perpisahan

Jemaah dari berbagai belahan dunia melakukan tawaf ifadah di Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore. Ritual ini menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.

Seiring beroperasinya kembali layanan bus shalawat, sepanjang Selasa, jemaah kembali tampak ramai menuju ke Masjidil Haram untuk menuntaskan tahapan tawaf ifadah.

”Saya baru melaksanakan tawaf ifadah hari ini karena menunggu bus shalawat. Lagi pula kemarin saya beristirahat dulu setelah dari Mina,” kata Bambang, anggota jemaah asal Jakarta yang menginap di hotel pemondokan sektor 2 Syisyah.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari