Satu jatah final diperebutkan PSG, Bayern Muenchen, dan Real Madrid. Chelsea menentukan kehadiran tim kejutan pada partai puncak Piala Dunia Antarklub 2025.
02 Jul 2025 15:14 WIB · Olahraga
Delapan tim terbaik tersisa di Piala Dunia Antarklub 2025. Tiga unggulan teratas, yaitu Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, dan Real Madrid, akan saling mengalahkan demi satu tiket final. Salah satu dari tiga tim itu berpeluang menghadapi klub non-Eropa yang sangat berambisi menyajikan kejutan.
PSG, penguasa Liga Champions Eropa musim 2024-2025, akan menantang Bayern yang mulai menemukan sentuhan juara di bawah asuhan Vincent Kompany. Duel kedua tim pada Sabtu (5/7/2025) pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, tersaji demi menentukan satu tim berlaga pada babak semifinal.
Dari empat pertarungan di babak perempat final, pertemuan PSG dan Bayern, sang kampiun di liga masing-masing musim ini, paling layak disebut final dini. Secara materi skuad, kedua tim sangat berimbang.
Perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 membuat kedua tim pantas disematkan status unggulan. PSG masih menjadi tim dengan pertahanan terbaik. Hanya Botafogo yang bisa mencetak sebuah gol ke gawang anak asuhan Luis Enrique.
Empat tim yang sudah dihadapi ”Les Parisiens”, tiga tim saja yang mampu membuat kiper, Gianluigi Donnarumma, menciptakan penyelamatan. Atletico Madrid, Botafogo, dan Inter Miami yang mampu menguji kiper tim nasional Italia itu.
Pertahanan yang kokoh itu tidak lepas dari permainan ofensif sekaligus agresif Vitinha dan kawan-kawan. Koleksi 72 persen penguasaan bola per laga membuktikan PSG tidak pernah membuat lawan memiliki waktu lama untuk mengontrol bola.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/bc88a705-b657-4b72-a791-6c29ed4a5505_jpg.jpg)
Mereka juga tercatat sebagai tim paling efektif di AS. Sebanyak 10 gol yang diciptakan PSG berasal dari 14 peluang besar yang mereka hasilkan.
Keseimbangan permainan itu menjadi bekal penting PSG untuk menghadapi Bayern yang belum menemui lawan berat. Selain itu, PSG sekali lagi menunjukkan performa kolektif.
Hal itu ditunjukkan dari tujuh pemain yang telah mencetak gol. Achraf Hakimi dan Joao Neves masing-masing menghasilkan dua gol, lalu Vitinha, Kvicha Kvaratskhelia, Fabian Ruiz, Lee Kang-in, dan Senny Mayulu juga sudah satu kali mencatatkan nama di papan skor.
”Setiap manajer di dunia ingin bermain dengan cara kolektif. Sepak bola bukan olahraga individu sehingga kami perlu memiliki kualitas individu terbaik untuk menghadirkan penampilan tim yang baik,” kata Luis Enrique dilansir laman FIFA.
Tentang persiapannya menghadapi Bayern, ia mengingatkan filosofi sepak bola yang wajib dipertahankan skuad ”Les Parisiens”. ”Hal yang paling terpenting kami lakukan sebagai tim adalah bermain bersama dengan dan tanpa bola demi mengejar hasil terbaik,” ucapnya.
Bayern memang menjadi tim paling produktif di babak delapan besar, tetapi 10 dari 16 gol yang dicetak berasal ketika menghadapi tim amatir kampiun Oceania, Auckland City, pada laga pembuka.
Di sisi lain, Bayern amat bergantung pada ketajaman tiga pemain depan mereka yang masing-masing telah mencetak tiga gol. Mereka adalah Harry Kane, Jamal Musiala, dan Michael Olise.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/30/deeccfead1ba73cf264d2a1511e79aba-IMG_2884.jpeg)
Selain gol, Olise dan Kane juga sama-sama telah menyumbang asis. Olise mengkreasi dua asis. Sedangkan Kane sudah menciptakan sebuah asis untuk gol rekan setimnya.
Serupa dengan PSG, Bayern juga bermain menyerang dengan koleksi rerata 66,5 persen penguasaan bola per gim. Catatan itu hanya kalah dari PSG serta dua tim yang telah tersisih, Manchester City dan Inter Milan.
Salah satu tantangan terbesar yang harus dibenahi Kane dan kawan-kawan ketika menghadapi PSG adalah menghindari mubazir peluang. ”Die Roten” merupakan tim dengan kegagalan peluang besar terbanyak kedua. Mereka telah menyia-nyiakan 13 peluang yang seharusnya berbuah gol.
Selain itu, mereka juga harus membenahi lini belakang yang hanya sekali nirbobol. Meski begitu, Bayern memiliki bekal pernah menaklukkan PSG pada laga kelima babak penyisihan Liga Champions musim ini.
”Kami tahu kualitas (PSG) yang kami hadapi. Kami akan menganalisis kekuatan sendiri dan lawan. Semoga kami bisa memiliki momentum yang bagus di gim nanti,” ucap kiper dan kapten Bayern, Manuel Neuer, dilansir laman klub.
Pemenang duel PSG kontra Bayern berpeluang besar jumpa Real Madrid di semifinal. Real akan mengulang partai puncak Liga Champions Eropa 2023-2024 dengan menghadapi Borussia Dortmund, Minggu (6/7/2025) pukul 03.00 WIB, di Stadion MetLife, New Jersey.
Lambat laun bersama Xabi Alonso, Real menunjukkan kualitas permainan mereka. Tiga kemenangan dan sekali imbang membantu ”Los Blancos” lebih diunggulkan ketimbang Dortmund untuk menembus fase empat besar.
”Saya tahu Dortmund dengan baik. Bersama Niko (Kovac), mereka mengakhiri musim lebih baik. Lawan perempat final tentu tim yang bagus, jadi kami harus mempersiapkan diri dengan baik,” ucap Alonso yang sudah terbiasa jumpa Dortmund saat dua musim mengasuh Bayer Leverkusen di Liga Jerman.
Dengan situasi bagan itu, maka satu tim yang bisa menembus final di antara PSG, Real, atau Bayern akan lebih diunggulkan untuk merengkuh trofi turnamen gagasan Presiden FIFA Gianni Infantino edisi perdana.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/29/0187cee3-e6ca-4b7d-bfd3-7a26ea57a183_jpg.jpg)
Pada bagan fase gugur lain, Chelsea dikepung oleh tiga tim luar Eropa. ”Si Biru” akan menghadapi duta Brasil, Palmeiras. Pemenang duel itu akan berjumpa dengan dua tim yang menyingkirkan Inter Milan dan Man City, yakni Fluminense (Brasil) dan Al Hilal (Arab Saudi).
Jika merujuk penampilan hingga fase 16 besar, laga semifinal ideal di bagan ini ialah duel Chelsea melawan Al Hilal. Meskipun belum tampil istimewa, Chelsea mulai memahami cara untuk menang bersama Enzo Maresca. Catatan 10 gol dan dua gim nirbobol menjadi kekuatan Chelsea.
Sementara Al Hilal menunjukkan klub Saudi yang mengumpulkan pemain-pemain dari Eropa bukan tim semenjana. Pemilik 19 gelar Liga Saudi itu menahan Real dan menyingkirkan City menjadi penanda kualitas mereka yang tidak pantas dipandang sebelah mata.
Apalagi, Al Hilal diasuh Simone Inzaghi yang datang ke Saudi setelah mengantarkan Inter menembus dua final Liga Champions dalam tiga musim terakhir.
Secara umum, Chelsea dikepung oleh tiga tim yang mengutamakan permainan pragmatis. Chelsea mengemas rata-rata 62,8 persen penguasaan bola per laga. Sedangkan Al Hilal, Palmeiras, dan Fluminense mencatatkan penguasaan bola tidak lebih dari 46 persen per gim.
Alhasil, perjalanan Chelsea tidak hanya demi menjaga martabat Liga Inggris di turnamen dunia, tetapi mereka akan menentukan bagi potensi terciptanya kejutan pada partai puncak di New Jersey, 14 Juli mendatang.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Retma Wati