Tanpa Kylian Mbappe, Real Madrid tetap berpesta. Gonzalo Garcia menjadi penjaga ambisi ”Los Blancos” hapus ancaman tanpa trofi mayor di musim ini.
02 Jul 2025 08:14 WIB · Olahraga
MIAMI, RABU — Sundulan mematikan menghunjam gawang Juventus. Sang pencetak gol berselebrasi dengan merentangkan kedua tangannya. Dua rentetan peristiwa itu dapat menyuguhkan senyuman dan nostalgia bagi setiap pasang mata pendukung setia Real Madrid yang menyaksikan laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, Rabu (2/7/2025) WIB, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat.
Momen penentu kemenangan Real 1-0 atas Juve itu sekilas membangunkan kenangan nyaris dua dekade silam. Pendukung ”Los Blancos” teringat kembali oleh gaya permainan dan gestur selebrasi gol salah satu legenda mereka, Raul Gonzalez. Tentu, bukan Raul yang menganulir keputusan gantung sepatunya. Titisan Raul itu hadir pada diri Gonzalo Garcia.
Garcia mengenakan nomor punggung 30 di Piala Dunia Antarklub 2025. Ia mencetak gol kemenangan Real pada menit ke-54. Sundulan itu menjadikan Garcia satu-satunya pemain Real yang mampu menaklukkan kiper Juve, Michele Di Gregorio. Penjaga gawang asal Italia itu tampil gemilang dengan menciptakan 10 penyelamatan.
Kuantitas penyelamatan Di Gregorio setara dengan kiper Al Hilal, Yassine Bounou, ketika menghadapi Manchester City, Selasa (1/7/2025). Bedanya, Di Gregorio mencatatkan 10 antisipasi sepakan tepat sasaran pemain lawan dalam 90 menit. Adapun Bounou bermain selama 120 menit, termasuk dua babak perpanjangan waktu.
Membahas soal Bounou, Garcia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol ke gawang kiper Al Hilal asal Maroko itu di AS. Kejadian itu tercipta pada gim pembuka fase grup yang berakhir imbang 1-1.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/02/1ea2da39-c95f-4638-bd87-c9f0083b0ba9_jpg.jpg)
Secara total, Garcia telah tiga kali mencatatkan namanya di papan skor pada Piala Dunia Antarklub 2025. Ia menjadi top skor Real ketika penyerang utama, Kylian Mbappe, menderita masalah pencernaan sejak menjalani latihan perdana di AS.
Garcia, yang berusia 21 tahun, merupakan satu-satunya penyerang berstatus pemain Real Madrid Castilla. Sejatinya, ia adalah pilihan pemain nomor sembilan ketiga setelah Mbappe dan Endrick.
Semesta mendukung pemain didikan Akademi Real itu untuk menunjukkan insting golnya di hadapan Xabi Alonso, pelatih anyar Real. Mbappe dan Endrick mengalami masalah kebugaran sehingga hanya bisa menyaksikan rekan setimnya berlaga. Khusus untuk Mbappe, ia sudah tampil sejak menit ke-68 pada laga kontra Juve untuk menggantikan Garcia.
”Piala Dunia Antarklub adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk saya,” tutur Garcia tentang performa apiknya di AS seperti dilansir Marca.
Garcia setidaknya mampu menjawab kepercayaan Alonso dengan koleksi tiga gol dan sebuah asis dari empat penampilan di Piala Dunia Antarklub. Hal itu membuat sang entrenador tak ketinggalan memuji kemampuan Garcia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/02/d4cf5e6a-d0f2-4c92-a311-4543c77ca2ea_jpg.jpg)
Tak tanggung-tanggung, Alonso menyamakan Garcia dengan Raul, salah satu pemain terbaik binaan asli Los Blancos. ”Seperti biasa, ia melakukan tugasnya dengan baik,” ujar Alonso singkat mengenai performa Garcia melawan Juve kepada DAZN.
Garcia enggan terlena disamakan Alonso dengan idolanya sekaligus pelatihnya sejak menembus Castilla pada musim 2023-2024.
”Bagi saya, (ucapan Alonso) itu adalah lebih dari sekadar kebanggaan. Saya berkesempatan menjalani dua musim terakhir bersama dia (Raul) sebagai pelatih dan perbandingan itu lebih dari sekadar pujian,” kata Garcia yang mencetak 25 gol untuk Castilla di Primera Federacion, kompetisi kasta ketiga Spanyol, edisi 2024-2025.
Bermain di bawah asuhan Raul yang melatih Castilla sejak 2019 hingga Mei 2025, Garcia tumbuh menjadi penyerang tajam. Koleksi 25 gol adalah rekor bagi Castilla untuk gol terbanyak dalam satu musim. Catatan itu serupa milik Mariano Diaz.
Selain insting gol yahud bak sang legenda, Garcia juga dibekali postur yang nyaris serupa dengan Raul, pencetak 323 gol untuk Real. Garcia setinggi 1,82 meter, sedangkan Raul berpostur 1,8 meter.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/02/eeb1f27d-fe17-45de-b0ad-4e2831126a9e_jpg.jpg)
Federico Valverde, gelandang dan kapten Real, menjelaskan alasan utama Garcia bisa langsung memberikan dampak bersama skuad Real di Piala Dunia Antarklub 2025.
”Dia adalah pemain berbakat yang sudah berjuang di bawah naungan tim utama di Castilla. Dia sudah membuktikan berjuang dengan kebanggaan mewakili lambang klub ini,” tutur Valverde.
Meskipun sudah pernah membela Real pada pengujung musim 2023-2024 dan telah menyumbang satu gol pada Piala Raja Spanyol 2024-2025, Garcia baru konsisten mendapat kesempatan bermain sejak sepak mula di AS.
Garcia juga memberikan kesan istimewa bagi bek sayap kanan baru, Trent Alexander-Arnold. Pasalnya, ia adalah pemain pertama yang memaksimalkan asis Alexander-Arnold sejak berseragam Los Blancos.
Di sisi lain, Valverde menunjukkan kembali peran vitalnya di lini tengah Real. Berjibaku bersama Arda Guler dan Jude Bellingham membuat Real sangat superior atas Juve.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/02/7912dbb8-0f45-41c3-90f0-907e8f417ac5_jpg.jpg)
Valverde pun dinobatkan pemain terbaik laga. Salah satu catatan apiknya adalah menciptakan seluruh peluang besar Real yang berjumlah lima peluang.
”Pesan pelatih tetap sama. Dia meminta kami mengontrol bola, cepat merebut bola ketika kehilangan, dan terus menyerang. Itu membuat mental lawan runtuh,” ujarnya.
Sementara itu, kekalahan Juve menyebabkan nihil tim Italia di perempat final Piala Dunia Antarklub 2025. Bagi Pelatih Juve Igor Tudor, kekalahan beruntun dari Manchester City dan Real Madrid menjadi tolok ukur pembenahan skuad ”Si Nyonya Besar” menyambut musim 2025-2026.
”Kami seperti berada di sekolah melawan dua tim dengan level tertinggi. Ini pengalaman berharga untuk membandingkan kualitas kami dengan tim-tim itu dan menjadi pelajaran untuk bergerak maju,” kata Tudor dilansir Tuttosport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan