Bayern, Algojo Pertama Wakil Amerika Selatan

Bayern Muenchen tidak hanya menghentikan Boca Juniors yang punya basis pendukung besar, tetapi juga menyudahi rentetan hasil positif para wakil Amerika Selatan.

21 Jun 2025 13:58 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MIAMI, JUMAT — Gol indah penyerang Miguel Merentiel tidak cukup untuk menyelamatkan Boca Juniors. Bayern Muenchen dengan segudang talenta di lini serang terlalu sulit dihentikan. Bayern pun berhasil menyudahi rekor sempurna tim-tim Amerika Selatan di Piala Dunia Antarklub 2025.

Hasil antiklimaks kembali menghantui Boca di Stadion Hard Rock, Miami, pada Sabtu (21/6/2025) WIB. Empat hari seusai ditahan imbang Benfica walaupun sempat unggul dua gol lebih dulu, tim asal Argentina itu ditaklukkan Bayern 1-2 dalam laga lanjutan Grup C.

Pertandingan lain banyak yang sepi penonton, tetapi tidak jika Boca bermain. Stadion Hard Rock dipenuhi lebih dari 60.000 penonton pada laga tadi. Tribune penonton yang diisi mayoritas pendukung Boca itu bergemuruh pada menit ke-66 setelah Merentiel mencetak gol penyeimbang.

Merentiel mempertontonkan ciri khas permainan Amerika Selatan yang mengandalkan keterampilan individu. Dia mengecoh dua pemain bertahan Bayern sebelum menaklukkan penjaga gawang Manuel Neuer dengan sepakan sekuat tenaga. Strategi serangan balik Boca sukses dieksekusi.

Aroma kebangkitan tercium di stadion. Beberapa jam sebelumnya, wakil Amerika Selatan Flamengo baru saja menang 3-1 atas tim raksasa Eropa Chelsea setelah tertinggal lebih dulu. Merentiel dan rekan-rekan seperti sedang mereplikasi kisah tersebut.

Boca Juniors' Miguel Merentiel (16) scores his side's first goal in front of Bayern Munich's Manuel Neuer during the Club World Cup Group C soccer match between Bayern Munich and Boca Juniors in Miami Gardens, Fla., Friday, June 20, 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Namun, semua itu buyar pada enam menit jelang berakhirnya waktu normal. Penyerang sayap Bayern, Michael Olise, mengembalikan keunggulan lewat kombinasi apik antarpemain di kotak penalti. Olise akhirnya mencatatkan nama di papan skor setelah golnya pada awal laga sempat dianulir.

”Kami tahu laga ini tidak akan mudah, datang ke lingkungan yang tidak ramah (banyak pendukung lawan) dan cuaca panas. Di babak pertama, kami seharusnya bisa unggul lebih banyak. Mereka sempat menekan kami di babak kedua sebelum kami mengambil alih lagi,” kata penyerang Bayern, Harry Kane.

Kane, kapten tim nasional Inggris, menjadi pahlawan kemenangan dengan sumbangan satu gol dan satu asis. Dia membuka keunggulan pada paruh pertama dan dan menciptakan peluang untuk Olise pada pengujung laga. Kontribusi itu cukup untuk membuat Bayern lolos ke babak 16 besar.

Kekalahan Boca sekaligus menandai akhir dari rekor sempurna tim-tim asal Amerika Selatan. Sebelum laga, mereka memulai turnamen dengan rekor sembilan laga tidak terkalahkan (6 menang dan 3 seri). Salah satu dari rekor itu disumbang Boca yang sempat bermain imbang dengan Benfica.

Kiper Boca, Marchesin, mengatakan, perlawanan mereka sudah maksimal. ”Kami pulang dengan banyak kesedihan dan kekecewaan. Di sisi lain, kami senang dengan apa yang terjadi. Beginilah cara Boca seharusnya menghadapi pertandingan. Mudah-mudahan itu terus berlanjut,” ujarnya.

MIAMI GARDENS, FLORIDA - JUNE 20: Harry Kane #9 of FC Bayern Munchen controls the ball under pressure from Milton Gimenez #9 of CA Boca Juniors during the FIFA Club World Cup 2025 group C match between FC Bayern München and CA Boca Juniors at Hard Rock Stadium on June 20, 2025 in Miami Gardens, Florida.   Kevin C. Cox/Getty Images/AFP (Photo by Kevin C. Cox / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Perbedaan kualitas skuad kedua tim terlihat jelas di lapangan. Bayern mampu mendominasi pertandingan sejak awal laga. Tim asuhan pelatih Vincent Kompany itu unggul mutlak dalam penguasaan bola 72,6 persen hingga jumlah tembakan 11-6. Boca nyaris hanya menunggu serangan balik.

Lini tengah Bayern yang dipimpin Joshua Kimmich membuat skuad Boca sulit keluar dari separuh lapangan sendiri. Satu-satunya gol Boca diciptakan dalam situasi transisi. Ketika itu, Bayern hanya menyisakan dua bek dengan garis pertahanan yang sangat tinggi.

Adapun perbedaan kualitas tersebut sudah tecermin dari nilai pasar para pemain. Olise (100 juta euro), pemain andalan timnas Perancis, memiliki nilai pasar yang lebih besar dibandingkan seisi skuad Boca (86,5 juta euro). Adapun seluruh skuad Bayern bernilai 903,5 juta euro.

Bayern (6 poin) menjadi tim pertama yang lolos dari Grup C. Boca (1) masih bisa lolos, tetapi harus menunggu hasil dari laga lain. Benfica (4), seusai menang 6-0 atas Auckland City, hanya butuh hasil imbang dalam laga terakhir versus Bayern untuk lolos ke babak selanjutnya.

Bayern Munich's Jamal Musiala, front, is challenged by Boca Juniors' Lautaro Di Lollo, back, during the Club World Cup Group C soccer match between Bayern Munich and Boca Juniors in Miami Gardens, Fla., Friday, June 20, 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Jika ingin lolos, Boca harus menang lebih dari enam gol terlebih dulu atas Auckland. Setelah itu, mereka harus mengharapkan Benfica kalah dari Bayern pada laga pamungkas. Skenario tersebut akan sulit terwujud karena Bayern tidak punya urgensi menang atas Benfica.

Bayern hanya perlu bermain imbang di laga terakhir untuk keluar sebagai juara grup. Meskipun begitu, kata Kane, mereka tetap akan memperlakukan seluruh laga di kompetisi dengan serius demi menjaga konsistensi. Mereka datang dengan ambisi besar untuk meraih titel juara dunia ketiga kali.

”Ini adalah turnamen yang sangat besar, kami bermain melawan tim-tim terbaik di dunia. Kami selalu mengatakan bahwa lawan kami adalah diri kami sendiri dan kami perlu bersaing di level tertinggi. Kami seharusnya bisa mengalahkan tantangan itu,” pungkas Kane.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari