Manchester City Perlu Belajar Lagi Melayani Erling Haaland

Menghadapi Al-Ain, Erling Haaland harus dimaksimalkan untuk membuktikan kebuasan di muka gawang. Sudah tiga bulan Haaland tak menciptakan gol ”open play” untuk City.

21 Jun 2025 13:44 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ATLANTA, SABTU — Erling Haaland tidak diragukan lagi adalah salah satu sosok nomor sembilan terbaik di dunia saat ini. Meski begitu, Manchester City mulai menunjukkan gejala bisa melepaskan ketergantungan gol dari penyerang asal Norwegia itu.

Laga kedua di Grup G Piala Dunia Antarklub 2025 kontra Al-Ain (Uni Emirat Arab) bisa menjadi kesempatan untuk memugar kembali kontribusi Haaland bagi lini serang ”The Citizens”. Haaland berpeluang besar menjalani laga perdananya di turnamen resmi FIFA ketika hadapi Al-Ain, Senin (23/6/2025) pukul 08.00 WIB, di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.

Pada laga pembuka perjalanan City di Piala Dunia Antarklub 2025 kontra Wydad Casablanca, Manajer Pep Guardiola menerapkan taktik false nine yang menempatkan Omar Marmoush sebagai penyerang bayangan. Peran Marmoush pun tidak terpaku untuk berkeliaran di dalam kotak penalti atau sepertiga akhir pertahanan lawan.

Mobilitas tinggi Marmoush membuka kesempatan kepada Phil Foden dan Rayan Cherki, dua gelandang serang, lebih sering menjangkau zona berbahaya Wydad.

Pergerakan tiga pemain itu mampu membongkar pertahanan berlapis Wydad yang menerapkan zona defensif rendah. Apalagi dua gelandang sayap, Savinho dan Jeremy Doku, mendapat kesempatan pula melakukan akselerasi untuk duel satu lawan satu ofensif dengan bek-bek lawan.

Pemain Manchester City Erling Haaland (kiri) berebut bola dengan pemain Wydad Casablanca Mohamed Moufid pada laga grup G Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, AS, Rabu (18/6/2025).

Sebanyak 13 tembakan yang berbuah dua gol diciptakan City dengan taktik tanpa penyerang murni itu. Foden dan Doku mencatatkan nama di papan skor.

Sementara itu, ketika Haaland masuk pada menit ke-60, lini serang City melempem. Hanya ada dua tembakan tambahan yang dihasilkan City pada 30 menit akhir pertandingan. Keduanya dihasilkan Haaland yang hanya satu tepat sasaran.

Memasuki tiga bulan akhir kampanye kompetisi 2024-2025, peran Haaland mulai memudar di City. Cedera yang pernah mendera menyebabkan City perlahan bisa mencari solusi dari gol yang selama ini digantungkan di pundaknya.

Hal itu terlihat dari catatan gol melalui skema permainan terbuka (open play). Sudah hampir tiga bulan Haaland tidak menjaringkan bola ke gawang melalui permainan terbuka. Momen itu terakhir kali tercipta ketika City menyingkirkan Bournemouth 2-1, 30 Maret lalu.

Hal itu berbeda dengan performa Haaland pada dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026, awal Juni ini. Dua gol yang dipersembahkan Haaland untuk kemenangan Norwegia atas Italia (3-0) dan Estonia (1-0) tercipta melalui permainan terbuka.

Penyerang Manchester City, Erling Haaland, mengontrol bola saat menghadapi Liverpool pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Senin (2/11/2024) dini hari WIB. Liverpool menang, 2-0.

Guardiola pun memaklumi performa yang belum baik bagi sejumlah pemain andalannya. Ia mengungkapkan akan memberikan kesempatan lagi bagi pemain-pemain berbeda untuk bermain sejak sepak mula, termasuk Haaland, ketika melawan Al-Ain.

”Kami akan mencoba perlahan meningkatkan permainan dan berada di tempo yang tepat. Pertandingan selanjutnya (kontra Al-Ain), saya akan mencoba 10 pemain berbeda untuk mencoba memenangi pertandingan,” tutur Guardiola dilansir laman City.

Foden menuturkan, timnya mempersiapkan diri untuk menghadapi laga kedua dengan suasana positif. Kemenangan atas Wydad membantu City, lanjutnya, mempersiapkan diri lebih baik jelang menghadapi Al-Ain.

”Kemenangan pada pertandingan pertama penting bagi kami. Ini kompetisi baru yang menghadirkan lawan-lawan berkualitas, jadi kami harus meningkatkan penampilan di setiap laga demi menjadi yang terbaik,” ucap Foden kepada DAZN.

Formula ”cut back”

Selain menerapkan kembali false nine, Guardiola juga berpeluang mengasah kembali kekuatan City di sisi sayap. Serangan yang memadukan improvisasi pemain-pemain sayap cepat dengan kemampuan dribel apik bisa menjadi senjata mematikan City pada musim 2025-2026.

Selain Doku dan Savinho, Guardiola memiliki pemain sayap muda, yakni Claudio Echeverri dan Oscar Bobb.

Pemain Manchester City Savinho berebut bola dengan pemain Wydad Casablanca Fahd Moufi pada laga grup G Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, AS, Rabu (18/6/2025).

Pembelian bek sayap kiri Rayan Ait-Nouri menunjukkan keinginan Guardiola menguatkan permainan di sisi luar. ”The Citizens” bakal mengurangi peran inverted wing back yang menjadi gelandang tengah tambahan. Alhasil, permainan City jauh lebih melebar.

Dengan pola itu, mereka bisa memaksimalkan cut back atau umpan silang dari sisi ujung pinggir lapangan yang mengarahkan bola ke zona kotak penalti yang menjauh dari gawang. Layanan umpan seperti itu digemari Foden, lalu dua gelandang anyar, Cherki dan Tijjani Reijnders.

Pada laga pertama, peran Cherki dan Reijnders belum optimal. Berbekal 32 kontribusi gol untuk Lyon pada musim 2024-2025, Cherki tidak menghasilkan satu pun tembakan. Adapun Reijnders yang mencetak 15 gol dan lima asis untuk AC Milan pada musim lalu juga belum menunjukkan insting gol karena berperan sebagai gelandang bertahan.

”Mereka adalah pemain yang bisa langsung nyetel dengan tim. Kualitas mereka luar biasa. Saya yakin mereka akan memiliki peran besar bagi upaya kami meraih banyak prestasi musim ini (2025-2026),” kata Foden tentang dua rekannya di lini tengah itu.

Sementara itu, Al-Ain berusaha bangkit setelah dilibas Juventus 0-5 pada laga perdana. Hasil menghadapi Juve kian menegaskan musim buruk bagi Al-Ain.

Pemain Wydad Casablanca Selemani Mwalimu (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Rayan Cherki pada laga grup G Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, AS, Rabu (18/6/2025).

Berstatus juara Liga Champions Asia 2023-2024, Al-Ain gagal mempertahankan dominasi di Asia bahkan hanya duduk di posisi kelima Liga Uni Emirat Arab 2024-2025. Hal itu menyebabkan mereka absen di kancah Asia pada musim mendatang.

Pelatih Al-Ain Vladimir Ivic mengakui banyak hal harus dibenahi anak asuhannya setelah menelan kekalahan telak dari Juve. ”Kami ingin membenahi segalanya; tentang menyerang, bertahan, transisi, dan bola mati. Hal-hal itu yang bisa membuat tim bermain lebih baik,” tutur Ivic kepada FIFA.

Meskipun mengagumi Guardiola, Ivic menegaskan, dirinya menargetkan Al-Ain bisa menghadirkan kejutan kepada City. Hasil-hasil di luar prediksi bukan hal tabu di Piala Dunia Antarklub. Al-Hilal (Arab Saudi) menahan Real Madrid, Botafogo mengalahkan Paris Saint-Germain, lalu Flamengo menaklukkan Chelsea.

”Ketika menghadapi salah satu manajer terbaik di dunia, tidak peduli Anda sebagai pelatih, pemain, atau suporter, tentu ada ambisi ingin mengalahkan dia (Guardiola),” ujar Ivic.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji