Indonesia langsung menghadapi laga sangat penting dalam pertandingan pertama di SEA Games. Jika Filipina menang, kans Indonesia mempertahankan gelar terancam.
07 Des 2025 20:09 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
CHIANG MAI, KOMPAS — Perjalanan tim sepak bola Indonesia untuk mempertahankan gelar juara SEA Games 2025 akan diawali dari posisi yang sulit. ”Garuda Muda” kurang diuntungkan dari faktor jadwal dan adaptasi. Sebaliknya, Filipina mendapat keuntungan dari faktor-faktor tersebut.
Indonesia wajib mencuri poin dari Filipina dalam laga Grup C di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025) pukul 18.00 WIB. Meskipun itu merupakan laga pertama bagi tim asuhan Pelatih Indra Sjafri, nasib Indonesia untuk lolos ke babak gugur bisa ditentukan dari hasil tersebut.
Akibat Kamboja mundur dari turnamen, jumlah peserta Grup C tersisa tiga tim. Singapura, yang seharusnya berada satu grup dengan Indonesia, dipindah ke Grup A. Alhasil, Muhammad Ferarri dan rekan-rekan hanya akan memainkan dua laga grup. Adapun hanya satu tim teratas yang pasti lolos ke babak selanjutnya.
Masalahnya, Filipina sudah bermain lebih dulu pada Jumat lalu. Mereka mengalahkan Myanmar, 2-0. Jika kembali menang atas Indonesia, Filipina akan otomatis lolos ke babak gugur sebagai juara Grup C. Indonesia pun hanya bisa menggantungkan harapan untuk lolos lewat jalur peringkat kedua terbaik.
”Kami sudah siap untuk pertandingan pertama besok. Saya sudah tekankan kepada pemain untuk fokus. Seperti yang kami rencanakan, saya memberikan beban ke pemain itu berharap, yang jelas kami lolos dulu di grup. Oleh sebab itu, pertandingan besok sangat menentukan untuk kita,” kata Indra dalam sesi latihan resmi.
Biasanya, hampir setiap tim akan mengalami kesulitan pada laga pertama turnamen. Mereka harus menyesuaikan diri dan menemukan ritme terlebih dulu. Garuda Muda tidak memiliki keistimewaan serupa untuk beradaptasi sebab langsung dinanti laga penting. Adapun Filipina sudah mengenal lapangan dan atmosfer stadion.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/07/5adcca8d2d9c3230722a9716943d547e-FAK_0826.jpg)
Seiring dengan tantangan ekstraberat tersebut, semangat besar juga menyelimuti skuad Indonesia. Itu terlihat jelas saat mereka berlatih di Stadion Universitas Teknologi Rajamangala Lanna, Chiang Mai, tepat sehari sebelum laga. Stadion itu berjarak 35 kilometer dari hotel tim, membutuhkan perjalanan sekitar 48 menit.
Meskipun melewati perjalanan jauh, para pemain sama sekali tidak menunjukkan rasa lelah saat masuk ke lapangan. Mereka juga datang dengan pembawaan yang santai. Tim staf kepelatihan turut meringankan suasana dengan membuat permainan ”lucu-lucuan” sebelum porsi latihan utama.
Manajer tim Indonesia Sumardji berkata, para pemain sudah siap dari sisi teknis sampai nonteknis untuk mengulang kejayaan di edisi Kamboja 2023. ”Kami sudah persiapkan tim ini jauh-jauh hari. Semua kami persiapkan sebaik-baiknya sampai detik ini supaya hasilnya baik. Intinya semua (permasalahan) bisa kami selesaikan,” ujarnya.
Indonesia dan Filipina sempat bertemu dalam Kejuaraan ASEAN U-23 di Jakarta, Juli lalu. Garuda Muda berhasil mendominasi permainan, tetapi hanya mampu menang tipis 1-0 lewat gol bunuh diri dari pemain lawan. Gol itu pun datang dari skema lemparan ke dalam, bukan dari situasi permainan hidup.
Filipina sangat berhati-hati ketika itu. Tim asuhan Pelatih Mark Torcaso itu bertahan sangat dalam, menumpuk para pemain di garis terakhir. Strategi itu membuat lini kedua mereka tampak berlubang. Indonesia memanfaatkannya dengan percobaan tembakan dari luar kotak penalti. Sebanyak empat tembakan berujung tepat sasaran.
Ferarri dan kawan-kawan akan datang dengan lebih banyak senjata dalam laga nanti. Terdapat beberapa pemain yang belum bergabung di Kejuaraan ASEAN, seperti penyerang Mauro Zijlstra dan gelandang Ivar Jenner. Sebaliknya, Filipina juga membawa beberapa pemain baru, salah satunya bek dari akademi Brighton and Hove Albion, yaitu Isaiah Alakiu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/07/4f9d2ff5a5f9540eac5deb67d1e14fa4-FAK_0905.jpg)
Menurut Indra, kualitas Filipina memang sangat berkembang dengan kehadiran para pemain dari klub-klub di Eropa. ”Tetapi, saya lebih suka memandang lawan secara kolektif, bukan individu. Termasuk itu yang juga saya sampaikan ke tim. Permainan sepak bola itu bukan individu per individu. Tidak ada yang lebih penting dari tim ini,” ucapnya.
Indonesia harus melewati ujian pertama dari Filipina jika ingin membuat sejarah baru di SEA Games. Garuda Muda sudah pernah berjaya tiga kali di ajang multicabang tersebut, pada edisi 1987, 1991, dan 2023. Namun, Indonesia belum pernah berhasil mempertahankan emas dalam edisi berikutnya.
Penulis:
Kelvin Hianusa, Fakhri Fadlurrohman dari Thailand, I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar