Serangan itu menanggapi ancaman Houthi memblokade Laut Merah. AS juga bersiap pada potensi serangan balik oleh Houthi.
16 Mar 2025 05:56 WIB · Internasional
SANAA, MINGGU — Jet-jet tempur Amerika Serikat kembali menyerang Yaman. Sedikitnya 31 orang tewas dan 100 lain terluka.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan itu pada Sabtu (15/3/2025) sore waktu Washington DC atau Minggu dini hari WIB. Dalam laporan Minggu dini hari, Al Jazeera dan Al Mayadeen menyebut bahwa serangan dilancarkan ke Sanaa dan Saada. Sanaa ibu kota Yaman, Saada berada 180 kilometer di barat laut Sanaa.
Media AS, CNN, melaporkan serangan itu menewaskan sedikitnya 31 orang. Serangan ke sejumlah lokasi di Yaman itu juga melukai setidaknya 101 orang
Trump menyebut, Houthi melancarkan pembajakan di ujung selatan Laut Merah. ”Kami akan menggunakan kekuatan yang amat mematikan sampai mencapai tujuan kami,” tulis Trump di media sosial.
Kapal, pesawat, dan prajurit AS serta sekutunya dinyatakan Trump telah disasar Houthi. ”Serangan Houthi ke kapal-kapal AS tidak akan dibiarkan,” lanjutnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/b43dcb1a639be55c5e2968d840e699bc-Screenshot_2025_03_16_at_5.50.58_AM.png)
Komando Tengah (Centcom), pengendali operasi militer AS di Timur Tengah dan sebagian Afrika, menyiarkan pernyataan soal serangan itu. ”Komando Tengah AS memulai operasi serangan terarah terhadap target-target Houthi yang disokong Iran untuk memulihkan kebebasan berlayar,” demikian pernyataan di laman Centcom AS.
Pernyataan dilengkapi dengan video pendek yang merekam sejumlah jet tempur F/A-18 lepas landas dari geladak kapal induk. Tidak ada keterangan apa kapal induk itu dan sedang di mana kapal induk itu. Tidak ada pula penjelasan apakah aktivitas di video itu bagian dari serangan ke Sanaa dan Saada.
Houthi menuding, serangan dilancarkan oleh AS dan Inggris. Mereka juga menyebut, serangan dilancarkan dari USS Harry Truman.
Menurut laman pelacak posisi kapal, pada Minggu, USS Harry Truman ada di ujung selatan Terusan Suez. Kapal induk itu salah satu pengangkut F/A-18, pesawat tempur yang bisa untuk pertempuran udara hingga misi pengeboman.
Seorang perwira AS menyebut, serangan ke Houthi bisa dilancarkan selama beberapa hari ke depan. Perwira yang menolak identitasnya diungkap itu mengatakan, serangan itu menanggapi ancaman Houthi. AS juga bersiap pada potensi serangan balik oleh Houthi.
Pada Selasa (11/3), Houthi mengumumkan akan kembali memblokade selat di ujung Laut Merah. Selat Bab al-Mandab itu menjadi alur penting untuk pelayaran global. Blokade itu menyikapi keputusan Israel untuk terus menyerang wilayah Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/18/511d8f0d-1fcb-411b-aac0-32308a3f038a_png.png)
Pada Minggu, Houthi kembali menegaskan, blokade itu berlaku bagi kapal-kapal Israel dan pendukungnya. Kapal-kapal yang tidak terafiliasi dengan kepentingan Israel dan pendukungnya akan dibebaskan berlayar di Bab al-Mandab. Blokade akan terus dilancarkan selama Israel melarang bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
”Serangan ini adalah pelanggaraan terang-terangan terhadap kedaulatan Yaman,” demikian pernyataan Houthi sebagaimana dikutip Al Mayadeen.
Hingga Minggu dini hari waktu Sanaa, setidaknya 13 orang tewas dan 9 lainnya dinyatakan kritis. Jumlah korban dikhawatirkan masih terus bertambah. Sebab, belum semua orang di lokasi serangan diketahui nasibnya. Lokasi pasti sasaran juga belum jelas.
Penulis:
Kris MadaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .