Indonesia dan Turki berulang kali menjalin kerja sama di bidang pertahanan. Kali ini, Indonesia berharap bisa belajar teknologi pesawat tempur dari negara NATO ini.
13 Jun 2025 19:21 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Pertahanan telah menandatangani kerja sama pembelian pesawat tempur generasi ke-5 dari Turki. Kerja sama ini diyakini dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia berupa alih teknologi. Indonesia berpeluang mempelajari dan mengembangkan teknologi tempur masa depan yang dikuasai oleh Turki.
Kerja sama pembelian pesawat tempur itu ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Presiden Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun pada perhelatan Indo Defence di Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Momen ini disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selang beberapa saat setelah penandatanganan tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat unggahan dalam akun media sosial X miliknya, @RTErdogan. Dalam konten yang diunggah pada 11 Juni 2025 itu, dia menyebut Indonesia bakal memesan 48 unit KAAN, pesawat tempur generasi ke-5 berkemampuan siluman yang dikembangkan negaranya.
”Kemampuan (industri) lokal Indonesia juga akan dimanfaatkan dalam produksi KAAN. Saya berharap perjanjian ini, yang menunjukkan perkembangan dan titik yang dicapai oleh industri pertahanan domestik dan nasional, akan bermanfaat bagi Turki dan Indonesia,” tulisnya dalam konten yang telah disaksikan hingga 3 juta akun per Jumat (13/6/2025) itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/13/bb9546387dc89dfa4c91d9f19f67e7ae-20250613_173259.jpg)
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Frega Ferdinand Wenas membenarkan adanya kerja sama antara Turki dan Indonesia dalam pengadaan pesawat tempur. Namun, dia tidak menjawab lebih detail terkait jumlah dan teknisnya.
”Saya secara teknis kemarin enggak baca, ya. Tapi secara umum memang ada konteks kita meningkatkan industri pertahanan. Itu ada kolaborasi dalam pengadaan pesawat generasi ke-5,” ujarnya saat dikonfirmasi di Kemenhan, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Lebih lanjut, Frega menyatakan, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi momentum alih teknologi, seperti yang sebelumnya dilakukan di antara kedua negara. Dia menyinggung tank Harimau, kendaran tempur jenis tank medium kerja sama antara PT Pindad dan FNSS Turki.
Berdasarkan catatan Kompas, kerja sama pertahanan Ankara-Jakarta memang bukan hal baru. Nota kesepahaman untuk pembuatan tank Harimau ini dilakukan pada tahun 2010. Pada 2011, kedua negara meneken Protokol Kerja Sama Industri Pertahanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/c124ff5f-644e-4338-a18b-9fd01d43d115_png.png)
Tidak hanya matra darat dan udara, Indonesia-Turki juga menjajaki kerja sama pengembangan kapal patroli dan kapal selam, kendaraan nirawak di udara dan laut, hingga roket.
Kerja sama yang dimatangkan juga menyasar perangkat lunak aneka persenjataan, manajemen data tempur, pengendali roket dan rudal, hingga komunikasi pertahanan (Kompas, 26 Januari 2022).
”Kita juga bisa mendapatkan alih teknologi. Dan tentunya dengan kerja sama Turki yang sebelumnya memang sudah dijajaki, seperti produksi tank Harimau, ini juga menjadi sebuah peluang,” kata Frega.
Kemampuan industri pertahanan Turki, lanjut Frega, juga patut diperhitungkan. Sebagai salah satu anggota NATO, Turki terlibat dalam sejumlah proyek gabungan beberapa negara pakta pertahanan tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/13/9c029b3a-5781-4607-a886-14569edca439_jpg.jpg)
NATO adalah salah satu organisasi pertahanan antarnegara terbesar setelah Perang Dunia II dengan jumlah anggota sebanyak 32 negara. Amerika Serikat, Inggris Raya, Perancis, dan sejumlah negara dengan teknologi militer modern menjadi bagian dari aliansi militer ini.
”Turki ini juga tidak kalah, ya. Bahkan, di Turki ada pabrik pesawat tempur F-16 dan terlibat dalam proyek gabungan beberapa negara NATO karena Turki ini negara NATO. Harapannya, kita bisa belajar dari Turki, dan bisa bangkit dan maju mengikuti apa yang ditunjukkan oleh Turki,” ungkap Frega.
Sebelumnya, dalam pembukaan Indo Defence Expo and Forum 2024, Presiden Prabowo juga menekankan kemampuan dan kekuatan pertahanan dalam menjamin keselamatan bangsa. Dia juga menyinggung Indonesia yang pernah terjajah dengan total kekayaan yang diambil mencapai 31 triliun dollar AS.
”Oleh karena itu, pertahanan adalah kebutuhan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kemerdekaan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kesejahteraan,” kata Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/11/e75ca324-b13e-4857-85b9-069661fd3e06_jpg.jpg)
Meskipun pertahanan nasional tidak mewakili kepentingan militer mana pun, Prabowo juga mengakui, diperlukan kerja sama yang baik dengan semua negara. Oleh karena itu, pemerintah membuat kebijakan luar negeri yang netral dan nonblok.
”Kami ingin menjadi tetangga yang baik bagi negara terdekat, bahkan hingga yang terjauh,” lanjutnya.
Hal ini didengar oleh para undangan, termasuk pejabat pertahanan dari sejumlah negara. Beberapa di antaranya Menteri Pertahanan Brunei Darussalam, Korea Selatan, Bosnia, Papua Niugini, dan Timor Leste.
Pameran dua tahunan tersebut diikuti 1.180 peserta dari 42 negara sahabat. Pesertanya terdiri dari 659 perusahaan asing dan 521 produsen dalam negeri.
Dalam perhelatan ini, Indonesia memamerkan sejumlah produksi nasional, mulai dari Maung MV3 EV, tank Harimau, hingga senapan tempur SS3.
Penulis:
Machradin Wahyudi RitongaEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti