Indo Defence Expo and Forum menjadi sarana pertemuan produsen alat pertahanan dan konsumen. Sesama produsen pun bisa memanfaatkan kesempatan tersebut.
11 Jun 2025 11:49 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Indo Defence 2024 Expo and Forum digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025. Ajang tersebut digelar dengan tujuan mendorong kolaborasi dalam menciptakan perdamaian dan pertumbuhan ekonomi pertahanan global.
Berbagai perusahaan, terutama di dalam negeri, pun unjuk diri, termasuk dengan menampilkan berbagai drone terbarunya. Berbagai teknologi drone dan antidrone tersebut dapat menjadi referensi bagaimana perang modern yang didominasi senjata-senjata nirawak akan terjadi.
Adi Prastowo, Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara Indonesia, di Jakarta, Rabu (11/6/2025), mengatakan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di area static display akan menampilkan UAV (unmanned aerial vehicle). Produk yang ditampilkan seperti UAV Wulung dan UAV MALE.
Sesama produsen juga bisa memanfaatkan kesempatan itu sehingga bisa menyampaikan apa yang ingin diperoleh, terutama industri-industri pertahanan di dalam negeri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/11/eff99be33dba21b80ce7dcd23f386881-WhatsApp_Image_2025_06_11_at_10.59.10.jpeg)
Penampilan ini disebutkan untuk menunjukkan kapabilitas PT DI dalam pengembangan sistem udara tanpa awak untuk mendukung misi pengintaian dan pemantauan taktis.
UAV Wulung telah dikembangkan sejak tahun 2014 dan memperoleh sertifikasi dari Indonesian Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada tahun 2016. Adapun UAV MALE dikembangkan melalui konsorsium yang melibatkan sejumlah pihak lintaskementerian dan lembaga, industri dalam negeri, dan institusi pendidikan. ”Dua produk itu terus diakselerasi pengembangannya oleh PT DI,” kata Adi Prastowo.
Adi Prastowo dari PT DI mengatakan, selain drone, pihaknya memamerkan beragam kemampuannya dalam pengembangan special mission platform pada pesawat CN235-220 dan helikopter Bell 412 untuk operasi Anti-Submarine Warfare (ASW), produksi Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) dan Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR), dan pesawat NC212i dan N219.
Perusahaan swasta nasional PT Info Global juga akan menampilkan drone di area terbuka dengan nama WANI–23. Direktur Utama Info Global Adi Sasongko mengatakan, industri pertahanan di Indonesia sudah memiliki kemampuan. ”Dengan memamerkan WANI, kami mau menunjukkan kalau kita sanggup,” kata Adi Sasongko.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/11/f70e5988-8e30-41eb-baad-178a08225da8_jpg.jpg)
Ia mengatakan, industri pertahanan di dalam negeri terutama menanti pemerintah menggunakan produknya, termasuk produk pemeliharaan. Info Global telah memiliki kemampuan untuk memperbaiki berbagai pesawat, seperti F16, Hawk, Sukhoi dan Grob. ”Kami siap. Kami harap semua industri pertahanan mendapat kesempatan yang sama,” kata Adi Sasongko.
Vincent Dubrule, Kepala Region Asia Pasifik Airbus Helikopter, juga memamerkan drone-nya. Drone yang diberi nama Flexrotor ini bisa mengangkut beban hingga 6,5 kg.
Drone yang bisa terbang dengan durasi 14 jam ini, menurut Dubrule, piawai digunakan untuk operasi intelijen dan pengawasan. Hal yang unik, drone ini take off dengan posisi vertikal, kemudian terbang dengan horizontal, lalu kembali mendarat dengan vertikal. Dengan demikian, wilayah untuk take off dan landing tidak perlu luas, sementara energi yang dihabiskan saat terbang juga tidak terlalu banyak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/11/8aceafed78fb84a755f29c02c2e6052d-WhatsApp_Image_2025_06_11_at_11.01.04.jpeg)
Seperti diberitakan Kompas.id, Rabu (4/6/2025). Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Kantor Kementerian Pertahanan menjelaskan, Indo Defence ke-10 seharusnya dilaksanakan pada 2024. Namun, tahun lalu terdapat peralihan kepemimpinan.
”Kurang baik kalau dilaksanakan di tahun tersebut. Namun, di sisi lain, kami memiliki persiapan yang cukup untuk pelaksanaan Indo Defence tahun ini,” ujar Donny.
Menurut Donny, kegiatan ini sebagai bagian dari upaya terlibat dalam menjaga ketertiban dunia. Stabilitas global sangat diharapkan untuk menciptakan kesejahteraan. ”Jika suatu negara atau kawasan tidak damai, tidak akan bisa menciptakan kesejahteraan,” kata Donny.
Kegiatan itu pula menjadi sarana pertemuan produsen (alat pertahanan) dan konsumen. Sesama produsen juga bisa memanfaatkan kesempatan itu sehingga bisa menyampaikan apa yang ingin diperoleh, terutama industri-industri pertahanan di dalam negeri.
”Kami sangat mendukung industri pertahanan dalam negeri untuk berkembang,” katanya lagi.
Penulis:
Edna Caroline PattisinaEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari