Belum Ada Petunjuk Teknis, Makan Bergizi Gratis di Surabaya Dimulai Pekan Depan

Program makan bergizi gratis di Surabaya, Jawa Timur, bakal dimulai pekan depan karena masih menunggu petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.

06 Jan 2025 18:05 WIB · Nusantara

Oleh Ambrosius Harto Manumoyoso

SURABAYA, KOMPAS - Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di sejumlah daerah, Senin (6/1/2025). Namun, program itu belum dilaksanakan di Kota Surabaya, Jawa Timur, karena belum adanya petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional. Menurut rencana, program itu bakal dilaksanakan di Surabaya mulai Senin (13/1/2025) pekan depan.

”Tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) Pemerintah Kota Surabaya ialah mempersiapkan dan menerima instruksi untuk melaksanakan program itu. Karena belum ada petunjuk teknis, kami belum dapat melaksanakannya,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin, di Surabaya.

Eri memaparkan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah sepatutnya tidak berjalan sendiri tanpa arahan untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.

Dia juga menyebut, komponen teknis pelaksanaan program itu, terutama lokasi dapur umum, jarak ideal antara sekolah dan dapur, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penyedia bahan pangan ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui petunjuk teknis.

Guru membawa paket makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis yang baru tiba untuk dibagikan di SMP Negeri 1 Candi, Sidoarjo, Senin (6/1/2025). Pada hari pertama pelaksanaan dibagikan sebanyak 2839 porsi makanan bergizi di tujuh sekolah. Paket yang dibagikan berupa nasi, sayur, satu potong daging ayam, satu potong buah semangka dan susu. Di SMP Negeri 1 Candi sendiri dibagikan sebanyak 1047 porsi makanan. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Di sisi lain, kata Eri, pemerintah daerah dan DPRD juga telah membahas alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk program MBG.

”Untuk program MBG di Surabaya disiapkan dana sampai Rp 1 triliun. Kami masih membahas dengan DPRD untuk penyaluran dana itu,” kata Eri yang kembali terpilih memimpin Surabaya pada periode mendatang.

Eri pun menyatakan, Pemkot Surabaya siap menjalankan instruksi pelaksanaan program MBG. ”Pada prinsipnya, kami bersiap untuk menjalankan instruksi itu. Untuk sementara karena belum ada petunjuk teknis, program makan bergizi gratis masih akan dilaksanakan oleh pusat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pelaksanaan program MBG. Dari hasil koordinasi itu, ditetapkan MBG bakal dijalankan di Surabaya mulai pekan depan.

Namun, pelaksanaan MBG tahap awal di Surabaya itu baru mencakup lima lokasi dengan konsentrasi di Kecamatan Wonocolo. Lima lokasi itu ialah SD Taquma, PAUD Yasporbi, SMP Negeri 14 Surabaya, SMA Negeri 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya. Total penerima MBG di lima lokasi itu sebanyak 3.151 murid.

”Masih di awal program dengan pelaksana ialah Badan Gizi Nasional. Untuk perkembangan akan bersama pemerintah daerah,” kata Yusuf.

Kesibukan ppembagian paket makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 1 Candi, Sidoarjo, Senin (6/1/2025). Pada hari pertama pelaksanaan dibagikan sebanyak 2839 porsi makanan bergizi di tujuh sekolah. Paket yang dibagikan berupa nasi, sayur, satu potong daging ayam, satu potong buah semangka dan susu. Di SMP Negeri 1 Candi sendiri dibagikan sebanyak 1047 porsi makanan. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Yusuf menambahkan, untuk nilai, keragaman, dan pengiriman menu MBG, hal itu menjadi kewenangan BGN. Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya bertugas menyiapkan sekolah penerima manfaat program.

Rencana pelaksanaan MBG tahap awal di Surabaya mulai pekan depan itu mirip dengan uji coba yang pernah dijalankan di lima lokasi sejak Agustus 2024 pada masa akhir pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Saat itu, uji coba dilaksanakan di SD Negeri Klampis Ngasem III/512 dan SD Negeri Menur Pumpungan IV/236. Selanjutnya, meluas ke SD Negeri Wonorejo V/316, SD Negeri Lidah Kulon IV/467, dan SD Negeri Margorejo V/407.

Quote

Untuk program MBG di Surabaya disiapkan dana sampai Rp 1 triliun. Kami masih membahas dengan DPRD untuk penyaluran dana itu

Sementara itu, di Jatim, program MBG mulai dilaksanakan di delapan daerah, yakni Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Malang, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Bojonegoro.

Delapan daerah ini termasuk dalam 190 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang mulai dioperasikan dengan jangkauan 570.000 penerima manfaat di Indonesia. Secara bertahap, jumlah SPPG dan sasaran akan bertambah, termasuk di Surabaya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto Manumoyoso
 | 

Editor:

Haris Firdaus