Bencana Alam Sumatera: 35.813 Orang Dievakuasi

Basarnas melaporkan 35.813 orang dievakuasi dalam bencana di Sumatera hingga Sabtu siang. Ratusan orang masih dicari.

29 Nov 2025 16:58 WIB · Lingkungan

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

JAKARTA, KOMPAS — Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Basarnas mengevakuasi 35.813 jiwa terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam lima hari terakhir. Saat ini, tercatat 188 meninggal dan 167 korban dilaporkan hilang akibat kejadian itu.

Data Basarnas pada Sabtu (29/11/2025) hingga pukul 14.00 WIB, menyebutkan, total 35.813 orang dievakuasi dari lokasi bencana di Sumatera. Di Sumatera Barat tercatat 29.398 jiwa dievakuasi, Sumatera Utara (2.037 orang) dan Aceh (4.378 orang). 

Dari jumlah itu, tercatat 188 orang meninggal. Sebanyak 90 orang meninggal di Sumut, di Sumbar (85 orang), dan di Aceh (13 orang).

Sementara itu, 167 orang masih dalam pencarian, 68 orang dilaporkan hilang di Sumut. Adapun di Sumbar (90 orang) dan Aceh (9 orang). 

Tim SAR gabungan berdiri di hadapan batu yang terbawa banjir bandang pada hari ketiga bencana di jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Sedikitnya tujuh orang meninggal, beberapa jenazah dalam proses identifikasi, dan puluhan lainnya hilang dalam banjir bandang pada Kamis (26/11/2025). Akses lalu lintas jalur Padang-Bukittinggi lumpuh.

”Kami masih akan terus mencari korban yang dilaporkan hilang,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii dalam keterangan resmi, Sabtu. 

Pencarian korban, kata dia, akan dilakukan lewat berbagai cara. Pencarian, misalnya, akan dilakukan lewat udara menggunakan helikopter. Penyisiran permukiman juga dilakukan menggunakan mobil penyelamat dan perahu karet. Pemantauan juga akan dilakukan menggunakan drone.

”Pembukaan jalur utama juga akan dilakukan demi mempercepat mobilitas tim SAR dan logistik,” katanya. 

Petugas berupaya membuka Jalan Tarutung-Sibolga yang masih tertimbun longsor dan terputus di beberapa tempat di sepanjang Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga, Sabtu (29/11/2025)

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan, bantuan distribusi mulai diturunkan ke sejumlah titik pengungsian. Untuk daerah yang masih sulit dijangkau, bantuan logistik menggunakan pesawat Caravan hingga helikopter Airbus EC 155.

”Keduanya juga digunakan menurunkan peralatan dan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses desa terdampak,” katanya.





Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase