SEPAK BOLA

Berangkat Senang, Pulang Perang

Balada tim sepak bola putri Iran yang mengikuti Piala Asia Putri di Australia. Mereka berangkat jauh sebelum negara tersebut mengalami perang.

10 Mar 2026 04:15 WIB · Olahraga

AP/Dave Hunt

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Suasana hening menyelimuti kubu tim sepak bola putri Iran saat memulai pertandingan pembuka Piala Asia Putri di Australia, Senin (1/3/2026). Kapten kesebelasan Zahra Ghanbari dan timnya berdiri saat lagu kebangsaan Iran diputar melalui pengeras suara stadion. 

Dalam rekaman video terlihat seluruh skuad Iran berdiam diri. Mereka tidak turut serta menyanyikan lagu kebangsaan seperti pertandingan pada umumnya. Mereka berdiri tegap, tetapi dalam keheningan. 

Suasana dan wajah muram terlihat pada sebagian besar pemain saat lagu kebangsaan diperdengarkan. Meski demikian, ada beberapa senyuman untuk menyapa para pendukung di Stadion Gold Coast di Negara Bagian Queensland.

Para pemain Iran bereaksi saat lagu kebangsaan mereka diputar menjelang pertandingan sepak bola Piala Asia Wanita antara Iran dan Filipina di Robina, Australia, Minggu (8/3/2026).

Tindakan keheningan ini ditanggapi secara beragam. Sebagian menilai sebagai tindakan perlawanan, sebagian yang lain menerka sebagai ungkapan dukacita. Tim tersebut tidak memberikan klarifikasi.

Situasi serupa pernah terjadi pada timnas Iran di Piala Dunia 2022 di Qatar. Para pemain putra tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai pertandingan melawan Inggris. Saat itu timnas Iran berkompetisi di Piala Dunia di tengah penindakan keras terhadap gerakan protes besar-besaran yang dilakukan oleh perempuan. Pemicunya adalah kematian Mahsa Amini, seorang gadis berusia 22 tahun saat berada di dalam tahanan polisi moral negara itu.

Pelatih tim nasional sepak bola putri Iran, Marziyeh Jafari, dan kapten Zahra Ghanbari saat konferensi pers menjelang pertandingan melawan Korea Selatan pada Minggu (1/3/2026).
Melika Motevalli dan pemain timnas Iran melakukan pemanasan menjelang pertandingan Piala Asia Putri 2026 melawan Korea Selatan di Gold Coast pada Senin (2/3/2026).
Choe Yu-ri dari Korea Selatan berusaha menendang bola melewati Fatemeh Shaban dari Iran dalam pertandingan sepak bola Piala Asia Putri di Gold Coast, Australia, Senin (2/3/2026).
Pemain Australia, Remy Siemsen, berebut bola dengan dua pemain Iran, Sara Didar dan Golnoosh Khosravi, dalam pertandingan sepak bola Piala Asia Putri 2026 di Gold Coast, Kamis (5/3/2026).

Dalam konferensi pers prapertandingan, Minggu, pelatih kepala Iran, Marziveh Jafari, menolak berkomentar tentang serangan militer atau kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. ”Saya rasa kita tidak perlu membicarakan hal-hal ini sama sekali saat ini,” kata Jafari yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. 

”Ada tim di sini untuk kompetisi yang sangat penting dan berarti bagi para perempuan ini dan saya pikir itulah pertanyaan yang seharusnya diajukan,” tambahnya. Kapten tim Iran, Zahra Ghanbari, mengatakan skuadnya berada di Australia dengan target lolos ke Piala Dunia Putri tahun depan di Brasil.

Pelatih tim nasional sepak bola putri Iran, Marziyeh Jafari, dan kapten Zahra Ghanbari saat konferensi pers menjelang pertandingan melawan Korea Selatan pada Minggu (1/3/2026).
Melika Motevalli dan pemain timnas Iran melakukan pemanasan menjelang pertandingan Piala Asia Putri 2026 melawan Korea Selatan di Gold Coast, Senin (2/3/2026).
Choe Yu-ri dari Korea Selatan berusaha menendang bola melewati Fatemeh Shaban dari Iran dalam pertandingan sepak bola Piala Asia Putri di Gold Coast, Australia, Senin (2/3/2026).
Pemain Australia, Remy Siemsen, berebut bola dengan dua pemain Iran, Sara Didar dan Golnoosh Khosravi, dalam pertandingan sepak bola Piala Asia Putri 2026 di Gold Coast, Kamis (5/3/2026).
Reaksi para pemain Iran dari bangku cadangan dalam pertandingan sepak bola Piala Asia Putri antara Iran dan Korea Selatan di Gold Coast, Australia, Senin (2/3/2026).
Para pemain Iran berpose untuk foto tim menjelang pertandingan sepak bola Piala Asia Putri antara Iran dan Korea Selatan di Gold Coast, Australia, Senin (2/3/2026).
Pendukung Iran saat pertandingan sepak bola Piala Asia Putri antara Iran dan Korea Selatan di Gold Coast, Australia, Senin (2/3/2026).

”Pola pikir semua pemain dan tim kami adalah, insya Allah, kami bisa lolos dari grup ini,” katanya. ”Seluruh fokus kami adalah untuk lolos ke Piala Dunia dan meraih kesuksesan besar di sana,” lanjut Ghanbari.

Tersingkir dan harus pulang

Salah seorang pemain Iran, Sara Didar, terlihat menahan air mata saat menyampaikan kekhawatiran tim sepak bola Iran terhadap keluarga dan orang-orang terkasih mereka di tanah air. Keluarganya berada di tengah situasi perang, sementara mereka berada di Australia untuk mengikuti Piala Asia Putri. 

”Jelas kami semua prihatin dan sedih atas apa yang telah terjadi pada Iran dan keluarga kami di Iran,” kata Didar dalam konferensi pers hari Rabu menjelang pertandingan Grup A melawan Australia. ”Saya sangat berharap negara kami akan mendapatkan kabar baik di masa mendatang. Dan saya berharap negara saya akan tetap kuat dan sejahtera.”

Anggota tim sepak bola putri Iran terlihat di balkon kamar masing-masing di Royal Pines Resort, Gold Coast, Senin (9/3/2026).
Anggota tim sepak bola putri Iran terlihat di balkon kamar masing-masing di Royal Pines Resort, Gold Coast, Senin (9/3/2026). Putra mendiang shah negara itu memperingatkan penolakan mereka untuk menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan dapat memiliki ”konsekuensi yang mengerikan”.
Suasana Royal Pines Resort di Gold Coast, tempat menginap timnas Iran di Australia, Senin (9/3/2026).
Seorang anggota keamanan hotel berdiri di samping mobil polisi di pintu masuk Royal Pines Resort, Gold Coast, tempat anggota tim sepak bola putri Iran menginap, 9 Maret 2026.
Seorang anggota keamanan hotel berdiri di samping mobil polisi di pintu masuk Royal Pines Resort, Gold Coast, tempat anggota tim sepak bola putri Iran menginap, 9 Maret 2026.

Dalam perjalanannya, tim sepak bola putri Iran harus mempertimbangkan untuk kembali ke negara yang dilanda perang setelah tersingkir dari Piala Asia Putri. Timnas Iran kalah dalam tiga pertandingan di grup mereka.

Dalam pertandingan pertama, Zahra Ghanbari dan timnya gagal mengatasi Korea Selatan dan menelan kekalahan 0-3. Kekalahan kedua dialami tim ini saat menghadapi Australia dengan skor 0-4 dan di pertandingan penutup kembali menelan kekalahan 0-2 dari Filipina.

Tim putri Iran tiba di Australia sebelum terjadinya perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang dimulai pada 28 Februari 2026. Sampai saat ini penyelenggara belum mengumumkan detail keberangkatan delegasi Iran.

Segumpal asap tebal naik seusai serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Minggu (8/3/2026).
Api muncul dari fasilitas penyimpanan minyak di selatan ibu kota Teheran saat serangan melanda kota selama kampanye militer AS-Israel, Sabtu (7/3/2026).
Asap membubung di belakang Azadi, atau menara kebebasan, setelah serangan militer AS-Israel di Teheran, Iran, Selasa (3/3/2026).
Matahari terbenam di balik gumpalan asap setelah serangan militer AS-Israel di Teheran, Iran, Selasa (3/3/2026).
Warga dan pekerja penyelamat mencari korban setelah pengeboman di sebuah bangunan di Lapangan Enghelab, Teheran, Rabu (4/3/2026).
Api berkobar di sebuah depot minyak di ibu kota Iran, Teheran. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan cepat oleh republik Islam yang menanggapi dengan serangan rudal di seluruh wilayah.

Pelatih kepala Iran, Marziyeh Jafari, mengatakan skuad ingin kembali ke Iran sesegera mungkin. ”Saya ingin bersama negara dan rumah saya. Kami sangat ingin kembali,” kata Jafari dalam konferensi pers seusai pertandingan terakhir.

Negara Iran yang sedang dilanda kekacauan akibat perang tetaplah sebuah rumah yang dirindukan oleh warga negaranya, termasuk skuad timnas Iran di Australia.

Dalam perkembangan terbaru seperti dilaporkan BBC, Pemerintah Australia telah memberikan visa kemanusiaan kepada lima anggota tim sepak bola wanita Iran. Menteri Imigrasi Tony Burke mengatakan lima pemain sepak bola wanita Iran tersebut "dipindahkan ke lokasi yang aman" oleh polisi Australia. Ia mengatakan anggota skuad lainnya telah diberitahu bahwa mereka dipersilakan untuk tinggal di negara tersebut.

Para wanita tersebut seharusnya terbang pulang, tetapi para pendukung telah menyuarakan kekhawatiran akan keselamatan mereka jika kembali ke Iran. Pemberian visa kemanusiaan ini sempat memicu komentar negatif di kalangan konservatif Iran karena kelima pemain ini dianggap sebagai pengkhianat di masa perang. (AP)

Catatan : Berita ini telah ditambah informasi terbaru soal lima pemain tim sepak bola wanita yang diberikan visa kemanusiaan oleh Pemerintah Australia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar