Kapal perang Iran, IRIS Bushehr, berlabuh di Sri Lanka karena kerusakan mesin. Sebelumnya, kapal IRIS Dena tenggelam karena serangan torpedo kapal selam Amerika.
06 Mar 2026 14:14 WIB · Internasional
AFP/ISHARA S. KODIKARA
Sehari setelah kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam karena serangan tornado dari kapal selam Amerika, sebuah kapal perang Iran kedua memasuki perairan Sri Lanka pada Kamis (5/3/2026). Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengatakan pada Kamis bahwa ia telah menurunkan awak kapal Angkatan Laut Iran dan mengambil alih kendali kapal tersebut.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Kamura mengatakan bahwa angkatan laut negaranya telah menurunkan 208 pelaut dari kapal IRIS Bushehr, yang meminta masuk pelabuhan karena masalah mesin. ”Setelah diskusi mendalam dengan semua pihak, Sri Lanka telah memutuskan untuk membantu kapal Iran tersebut,” kata Dissanayake dalam konferensi pers di Kolombo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/06/cacaa5d3-c659-4c20-abb5-8b4af34e70e9.jpg)
Awak kapal yang dievakuasi termasuk 53 petugas, 84 kadet, 48 pelaut senior, dan 23 pelaut, kata Dissanayake. Beberapa awak kapal akan tetap berada di atas kapal untuk membantu Angkatan Laut Sri Lanka mengarahkan kapal ke Pelabuhan Trincomalee di bagian timur pulau itu, tambahnya.
Saat ini, kapal Bushehr berada dekat dengan Kolombo, di pelabuhan utama negara itu. Tetapi, karena risiko terhadap pelayaran niaga, kapal tersebut akan dibawa ke Pelabuhan Trincomalee yang lebih kecil di sisi timur laut pulau itu.
Baik kapal perang IRIS Dena maupun kapal perang IRIS Bushehr sebelumnya telah berpartisipasi dalam Tinjauan Armada Internasional dan Latihan Angkatan Laut Multilateral MILAN 2026 yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut India. Acara berlangsung di Pelabuhan Visakhapatnam pada 15-25 Februari dan diikuti 74 negara.
Sehari sebelumnya, kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam setelah terkena torpedo kapal selam Amerika di Samudra Hindia yang berjarak 19 mil laut dari kota Galle di Sri Lanka. Angkatan Laut Sri Lanka yang menerima sinyal bahaya dari kapal itu segera mengirimkan pesawat dan kapal ke lokasi. Namun, saat tiba, mereka hanya mendapati kru kapal yang terapung di laut.
Sebuah video yang dirilis Departemen Pertahanan AS menunjukkan momen serangan torpedo tersebut. Kapal perang IRIS Dena terkena ledakan bawah laut yang menyebabkan kapal itu hancur berkeping-keping, sementara semburan air besar membubung ke udara. Tak lama kapal tenggelam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/06/28c10a38-a680-4c20-9ed1-714acb47dd00.jpg)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Angkatan Laut AS melakukan ”kekejaman di laut” dengan menenggelamkan fregat tersebut. Dalam unggahannya di media sosial pada Kamis ia mengatakan bahwa AS ”akan sangat menyesali” serangan itu.
Sebanyak 87 jenazah dan 32 pelaut Iran yang selamat berhasil dibawa ke rumah sakit di Karapitiya, Galle, sebuah kota di pantai selatan Sri Lanka. Selain kantong jenazah, beberapa personel Angkatan Laut Iran yang terluka dibawa dengan tandu beroda dan beberapa yang lain berjalan kaki.
Sri Lanka masih menggelar operasi pencarian dan penyelamatan untuk mencari sekitar 10 orang yang masih belum ditemukan. Angkatan Laut India mengatakan, pihaknya juga telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan untuk mendukung upaya Sri Lanka.
Sementara itu, di kota pelabuhan Galle di selatan, tempat jenazah 84 pelaut Iran yang ditemukan dibawa, pihak berwenang memulai penyelidikan atas kematian tersebut. Pihak berwenang Sri Lanka menyiapkan kontainer berpendingin karena kamar jenazah hanya mampu menangani sekitar 25 jenazah.
Sebanyak 32 pelaut Iran yang selamat masih dirawat dan mendapatkan pengamanan ketat dari polisi dan tentara komando elite di rumah sakit. Unit perawatan darurat di rumah sakit tersebut ditutup untuk pengunjung dan pasien lain.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan, pihaknya sedang menilai situasi dan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti