Penyandang disabilitas berjuang mencari penghidupan layak di bursa lowongan kerja Bandung 2025. Tidak mudah, tapi mereka tidak menyerah.
18 Jun 2025 06:27 WIB · Ekonomi & Bisnis
Penyandang disabilitas di Bandung, Jawa Barat, sadar tak mudah mencari pekerjaan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, itu tidak membuat mereka menyerah mencoba kesempatan yang ada.
Suasana semarak terlihat di Graha Siliwangi, Kota Bandung, sejak Selasa (17/6/2025) pagi. Ribuan pencari kerja memadati lokasi job fair atau bursa kerja yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung sejak pukul 10.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini menyediakan sekitar 2.600 lowongan pekerjaan dari 45 perusahaan. Perusahaan itu bergerak di berbagai bidang. Ada ritel, tekstil, farmasi, hingga lembaga keuangan.
Motif pencari kerja bermacam-macam. Sebagian ingin mengakhiri status pengangguran agar mendapatkan penghasilan sendiri. Ada juga pendaftar yang sudah punya pekerjaan, tetapi ingin gaji lebih besar. Keterbatasan fisik tidak menghalangi niat itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/e5777de57e70468f492c1d01814922df-IMG_20250617_095353.jpg)
Salah satunya adalah Anastasia (21). Penyandang tunawicara ini belum pernah bekerja penuh. Namun, dia pernah magang di usaha kecantikan dan desain grafis.
”Saya mencoba melamar di beberapa stan yang menerima penyandang disabilitas tuli. Sejauh ini sudah dua stan yang menolak saya,” ujarnya jujur.
Meski demikian, Anastasia tetap berharap ada perusahaan yang bisa menerima dan memberinya kesempatan untuk bekerja.
”Saya ingin segera punya pekerjaan dan bisa mandiri,” tuturnya dengan penuh harap.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/9b6986f41a781a5410193278d09f6a4c-IMG_20250617_093321.jpg)
Selain Anastasia, ada Andri (28). Dia juga penyandang tunawicara. Sejak pukul 09.00 WIB, Andri mendatangi lokasi itu demi mendapatkan pekerjaan.
Pria lulusan salah satu SLB di Bandung ini ingin melamar sebagai operator gudang. Andri sadar tidak semua perusahaan membuka lowongan pekerjaan untuk penyandang disabilitas.
”Sudah bertahun-tahun saya mencari pekerjaan, tetapi belum berhasil. Mudah-mudahan di tempat ini rezeki saya,” kata Andri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/35f9c10182cd51a8330f6f0341bf15d9-IMG_20250617_101749.jpg)
Tidak jauh dari Andri mengadu nasib ada Mirzana (31) yang tekun melihat lowongan kerja di salah satu stan. Hari itu dia datang sambil menggunakan tongkat untuk menyangga kaki kirinya.
Mirzana menggunakan tongkat sejak mengalami kecelakaan lalu lintas sejak 10 tahun lalu. Namun, itu tidak menghalanginya untuk mencari pekerjaan.
Saat ini, ia sebenarnya telah memiliki pekerjaan sebagai admin keuangan salah satu perusahaan di Bandung. Namun, dia masih memendam cita-cita punya gaji lebih besar.
”Mencari pekerjaan di tengah kondisi ekonomi saat ini memang berat. Tapi, tidak ada salahnya saya mencoba peluang kerja baru di kegiatan ini,” tuturnya.
Job Fair Bandung merupakan salah satu upaya Pemkot Bandung untuk mengatasi masalah pengangguran di ibu kota Jawa Barat ini. Saat ini jumlah penganggur terbuka di Kota Bandung mencapai 100.300 orang.
”Job Fair Bandung merupakan upaya kami untuk menurunkan angka pengangguran yang saat ini mencapai 100.300 orang atau 7,4 persen dari total angkatan kerja,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat membuka acara itu.
Farhan mengatakan, kegiatan ini disambut antusias. Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang telah mencapai lebih dari 3.000 pencari kerja pada hari pertama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/7fedb87e9c8a1c2a845150864edeeefe-IMG_20250617_095554.jpg)
”Lowongan kerja selalu lebih sedikit daripada jumlah tenaga kerja. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kami yang menargetkan turunnya angka pengangguran 15.000 setiap tahun,” ujar Farhan.
Farhan juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam dunia kerja. Pemkot Bandung menetapkan minimal 2 persen dari total lowongan kerja diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Ia menekankan, tantangan utamanya bukan sekadar menyediakan lapangan kerja, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberlangsungan karier penyandang disabilitas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/17/7cee12108a92b553a99f1a3dba16cbae-IMG_20250617_102024.jpg)
”Kami harus pantau apakah tempat kerja mereka itu ramah disabilitas dan mendukung atau tidak. Hal ini yang selalu kami awasi,” katanya.
Job Fair Bandung tak hanya menjadi momen penting untuk mempertemukan pencari kerja dengan berbagai perusahaan. Kegiatan ini juga menampilkan semangat dan harapan baru bagi mereka yang ingin menata masa depannya.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto