Bergerak ke Mekkah, Jemaah Haji Disambut Suhu hingga 46 Derajat Celsius

Jemaah haji bakal disambut cuaca panas saat memasuki Mekkah. Jemaah diminta tak memaksakan diri melakukan ibadah sunah agar kondisinya tetap fit.

10 Mei 2025 12:44 WIB · Humaniora

Oleh Reny Sri Ayu

JAKARTA, KOMPAS — Mulai Sabtu (10/5/2025) ini, jemaah haji asal Indonesia yang telah berada di Madinah, Arab Saudi, mulai melakukan perjalanan memasuki Mekkah. Kedatangan jemaah di Mekkah itu disambut suhu panas hingga 46 derajat celsius.

Berdasarkan informasi di situs resmi National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi, Sabtu, cuaca di Mekkah pekan ini diprediksi cerah dengan suhu yang terus naik dari 43 derajat celsius hingga 46 derajat celsius.

Dengan kondisi seperti itu, Kementerian Agama mengimbau jemaah haji tak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Jemaah juga diimbau tidak terlalu memaksakan diri untuk melakukan ibadah sunah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta jemaah haji menyimpan energi untuk puncak ibadah haji yang dilaksanakan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Oleh karena itu, jemaah diminta tak terlalu memaksakan diri menjalankan ibadah sunah.

Jemaah memenuhi kawasan Masjidil Haram di Mekkah, Kamis (8/5/2025). Dalam beberapa hari ke depan jemaah asal Indonesia yang diterbangkan dalam kloter awal, akan mulai bergerak dari Madinah ke Mekkah.

”Ibadah sunah tak perlu terlalu dipaksakan. Jangan sampai tenaganya sudah habis terkuras saat ibadah sunah dan kewalahan saat puncak ibadah haji,” kata Nasaruddin saat melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Gelombang II di Asrama Haji Banten, Kota Tangerang, Banten, Rabu (7/5/2025).

Sementara itu, terkait kedatangan jemaah ke Mekkah, Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia Mekkah Edi Supriyatna mengatakan, sekitar 90 tenaga kesehatan telah disiapkan. Dari jumlah tersebut, 39 orang di antaranya adalah dokter spesialis.

”Layanan kesehatan sudah siap. Sebanyak 39 dokter spesialis berasal dari berbagai spesialisasi, di antaranya jantung, paru, penyakit dalam, anestesi, saraf, bedah umum, bedah ortopedi, hingga rehabilitasi medik,” kata Edi.

Selain itu, klinik kesehatan juga menyiapkan layanan gawat darurat yang terbuka 24 jam. Klinik itu terdapat di lantai dasar kantor Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah.

Jemaah haji melaksanakan shalat Jumat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Jumat (9/5/2025). Suhu udara di Mekkah pada pekan ini diperkirakan terus naik hingga 46 derajat celcius.

Dari sisi kesehatan, ada sejumlah kondisi yang menjadi perhatian khusus, misalnya demensia. Selain itu, suhu panas yang mudah memicu dehidrasi sehingga bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian.

Edi menyatakan, untuk mengantisipasi cuaca panas, jemaah diminta rutin minum air putih, terutama air zamzam, setiap 10 menit. Jemaah juga disarankan minum oralit satu kali sehari untuk menjaga cairan tubuh tetap stabil.

Selain itu, jemaah diminta menggunakan payung dan menyiapkan semprotan air untuk wajah.

Quote

Ibadah sunah tak perlu terlalu dipaksakan. Jangan sampai tenaganya sudah habis terkuras saat ibadah sunah dan kewalahan saat puncak ibadah haji.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti