Berharap ”Handala” Berlabuh di Pantai Gaza

Kapal yang mengangkut bantuan dan aktivis untuk warga Gaza berangkat meninggalkan Sisilia, Italia. Mereka berharap kapal dapat berlabuh di pantai di Gaza.

14 Jul 2025 09:37 WIB · Internasional

Oleh Demitrius Wisnu Widiantoro

Sebuah kapal tujuan Gaza yang membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan meninggalkan Sisilia, Italia, Minggu (13/7/2025). Kapal dengan nama lambung Handala ini dioperasikan oleh Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition). Sekitar pukul 12.00 waktu setempat, kapal yang mengangkut 15 aktivis dan paket bantuan untuk warga Palestina berlayar meninggalkan pelabuhan di Syracuse.

Kapal pukat Norwegia tersebut membawa aneka pasokan bantuan, baik medis, makanan, perlengkapan anak-anak, maupun obat-obatan. Kapal ini akan berlayar sejauh 1.800 kilometer di Mediterania. Dalam waktu satu minggu, kapal ini diharapkan dapat mencapai pantai di Gaza, Palestina.

Orang-orang berkumpul di sekitar kapal Freedom Flotilla ”Handala” menjelang keberangkatan kapal tersebut ke Gaza di Sisilia, Italia, Minggu (13/7/2025). Sebuah kapal tujuan Gaza yang membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan meninggalkan Sisilia pada 13 Juli 2025.

Ratusan orang melepas keberangkatan kapal yang memuat bantuan itu. Beberapa di antara mereka membawa bendera Palestina dan yang lainnya mengenakan selendang keffiyeh. Mereka berkumpul di pelabuhan dan melepas keberangkatan sambil memekikkan ”Bebaskan Palestina”.

Para demonstran mengibarkan bendera Palestina sebelum keberangkatan kapal "Handala".
Membwa Poster Hentikan Genosida
Para awak kapal menghadiri keberangkatan kapal Freedom Flotilla ”Handala” menuju Gaza.
Hentikan Genosida
Seorang perempuan melukis slogan ”Dari Sungai ke Laut” di kapal Freedom Flotilla ”Handala”.
Kapal Freedom Flotilla ”Handala”.
Suasana pelabuhan di Syracuse, Sisilia.
Dokter Australia, Mohamed Mustafa (kiri) dan aktor AS, Jacob Berger, berdiri di atas kapal Freedom Flotilla ”Handala” menjelang keberangkatan kapal.
Para awak kapal menjelang keberangkatan kapal Freedom Flotilla ”Handala” menuju Gaza.
Orang-orang berkumpul dan mengibarkan bendera Palestina di sekitar kapal Freedom Flotilla ”Handala”.
Salah satu pendiri AS dan mantan presiden Serikat Buruh Amazon (ALU), Chris Smalls (tengah), memeluk seorang perempuan menjelang keberangkatan kapal Freedom Flotilla ”Handala”.

Seperti dikutip dari kantor berita AFP, salah satu penumpang yang akan ikut bergabung naik ke kapal di Gallipoli, Italia, pada 18 Juli nanti, Gabrielle Cathala, mengatakan, pemberangkatan kapal bantuan ini adalah misi untuk anak-anak di Gaza. Misi ini juga bertujuan untuk membuka blokade kemanusiaan dan kebisuan tentang genosida.

”Saya harap kami akan mencapai Gaza. Namun, jika tidak, itu akan menjadi pelanggaran hukum internasional lainnya oleh Israel,” tambah Gabrielle.

Sebelumnya, sebuah kapal bernama Madleen juga berlayar menuju Gaza. Kapal yang juga berangkat dari Italia ini mengangkut aneka bantuan bagi warga Gaza. Selain bantuan, kapal Madleen juga mengangkut sejumlah aktivis, termasuk Greta Thunberg. Namun sayang, kapal ini tidak pernah mencapai pantai di Gaza karena otoritas Israel mencegat Madleen sekitar 185 kilometer di sebelah barat pantai Gaza. Israel mencegah Madleen masuk Gaza dan memulangkan aktivis ke negara mereka.

Berngkat Menuju Gaza

Kapal bantuan itu ditujukan untuk sedikit meringankan beban warga Palestina. Banyak warga Palestina, terutama di Gaza, yang kesulitan mengakses makanan dan kesehatan yang baik. Terlebih setelah pada awal Maret 2025 Israel memberlakukan blokade bantuan total terhadap Gaza di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata. Blokade ini baru dilonggarkan sebagian pembatasannya pada akhir Mei lalu.

Berbagai cara ditempuh oleh banyak pihak agar warga Palestina segera kembali hidup dengan aman. Selain perundingan gencatan senjata, sejumlah pihak juga mengirimkan bantuan. Tentunya sambil berharap semoga bantuan itu sampai di pantai Gaza dan dapat sedikit meringankan beban warga di lokasi konflik ini.

A boy gestures as displaced Palestinians collect portions of cooked food at a charity distribution point in Jabalia in the northern Gaza Strip on May 19, 2025. Prime Minister Benjamin Netanyahu said on May 19 that Israel will "take control" of the whole of Gaza, as the military pressed a newly intensified campaign in the war-ravaged territory. After Israel announced it would let limited aid into Gaza, the head of the World Health Organization issued a stark warning on the humanitarian crisis in the territory, saying that "two million people are starving". (Photo by Bashar TALEB / AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto, Hibar Himawan