Kapal yang mengangkut bantuan dan aktivis untuk warga Gaza berangkat meninggalkan Sisilia, Italia. Mereka berharap kapal dapat berlabuh di pantai di Gaza.
14 Jul 2025 09:37 WIB · Internasional
Sebuah kapal tujuan Gaza yang membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan meninggalkan Sisilia, Italia, Minggu (13/7/2025). Kapal dengan nama lambung Handala ini dioperasikan oleh Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition). Sekitar pukul 12.00 waktu setempat, kapal yang mengangkut 15 aktivis dan paket bantuan untuk warga Palestina berlayar meninggalkan pelabuhan di Syracuse.
Kapal pukat Norwegia tersebut membawa aneka pasokan bantuan, baik medis, makanan, perlengkapan anak-anak, maupun obat-obatan. Kapal ini akan berlayar sejauh 1.800 kilometer di Mediterania. Dalam waktu satu minggu, kapal ini diharapkan dapat mencapai pantai di Gaza, Palestina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/14/797658a1616e90ae9bcd74f19548c4da-000_66MQ4RZ.jpg)
Ratusan orang melepas keberangkatan kapal yang memuat bantuan itu. Beberapa di antara mereka membawa bendera Palestina dan yang lainnya mengenakan selendang keffiyeh. Mereka berkumpul di pelabuhan dan melepas keberangkatan sambil memekikkan ”Bebaskan Palestina”.
Seperti dikutip dari kantor berita AFP, salah satu penumpang yang akan ikut bergabung naik ke kapal di Gallipoli, Italia, pada 18 Juli nanti, Gabrielle Cathala, mengatakan, pemberangkatan kapal bantuan ini adalah misi untuk anak-anak di Gaza. Misi ini juga bertujuan untuk membuka blokade kemanusiaan dan kebisuan tentang genosida.
”Saya harap kami akan mencapai Gaza. Namun, jika tidak, itu akan menjadi pelanggaran hukum internasional lainnya oleh Israel,” tambah Gabrielle.
Sebelumnya, sebuah kapal bernama Madleen juga berlayar menuju Gaza. Kapal yang juga berangkat dari Italia ini mengangkut aneka bantuan bagi warga Gaza. Selain bantuan, kapal Madleen juga mengangkut sejumlah aktivis, termasuk Greta Thunberg. Namun sayang, kapal ini tidak pernah mencapai pantai di Gaza karena otoritas Israel mencegat Madleen sekitar 185 kilometer di sebelah barat pantai Gaza. Israel mencegah Madleen masuk Gaza dan memulangkan aktivis ke negara mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/14/9387625ed73321ffda30b24db5e2a221-000_66MR4CV.jpg)
Kapal bantuan itu ditujukan untuk sedikit meringankan beban warga Palestina. Banyak warga Palestina, terutama di Gaza, yang kesulitan mengakses makanan dan kesehatan yang baik. Terlebih setelah pada awal Maret 2025 Israel memberlakukan blokade bantuan total terhadap Gaza di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata. Blokade ini baru dilonggarkan sebagian pembatasannya pada akhir Mei lalu.
Berbagai cara ditempuh oleh banyak pihak agar warga Palestina segera kembali hidup dengan aman. Selain perundingan gencatan senjata, sejumlah pihak juga mengirimkan bantuan. Tentunya sambil berharap semoga bantuan itu sampai di pantai Gaza dan dapat sedikit meringankan beban warga di lokasi konflik ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/21/f055724ef558515eb254167d699c9469-000_47AB6WE.jpg)
Penulis:
Demitrius Wisnu WidiantoroEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto, Hibar Himawan