Juventus mengurangi selisih poin dengan Inter Milan menjadi enam poin. Revolusi peran gelandang kunci Juve tumbangkan Verona.
04 Mar 2025 07:14 WIB · Olahraga
TURIN, SELASA — Juventus menutup Februari dengan kemalangan. Mereka tersisih di Liga Champions dan Coppa Italia, yang sejatinya ajang paling realistis mengejar trofi perdana bersama Thiago Motta. Namun, ”Si Nyonya Besar” langsung menunjukkan tekad untuk bangkit dan memanaskan kembali persaingan papan atas Liga Italia.
Ambisi untuk tidak buru-buru melempar handuk dalam persaingan scudetto dibuktikan Juve ketika menaklukan Hellas Verona, 2-0, Selasa (4/3/2025) WIB, di Stadion Allianz Arena. Duo gelandang, yakni Khephren Thuram (menit ke-72) dan Teun Koopmeiners (menit ke-90), mengunci kemenangan kelima beruntun Juve di Serie A.
Rentetan hasil positif itu pada paruh kedua musim ini perlahan mengangkat derajat Juve. Dari tim yang berjuang memperebutkan peringkat keempat dengan tiga pesaing lain, seperti Lazio, Bologna, dan Fiorentina, kini Juve kembali mengancam kenyamanan trio papan atas yang sempat tak tersentuh sejak November lalu.
Kenan Yildiz dan kawan-kawan telah memangkas selisih poin dengan Atalanta, yang duduk di peringkat ketiga, menjadi tersisa tiga poin. Juve berpeluang mengudeta posisi ketiga itu apabila mampu mengalahkan Atalanta pada duel pekan ke-28, Senin (10/3/2025) WIB mendatang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/7ef86ffa-48a1-4152-b9cc-aacada1ea86f_jpg.jpg)
Di sisi lain, Juve juga mengurangi gap poin dari Inter Milan dan Napoli masing-masing enam dan lima poin. Meskipun masih bergantung dengan performa Inter dan Napoli, asa Juve untuk ikut bersaing perebutan scudetto pada musim ini kembali terbit.
Namun, Motta tidak ingin konsentrasi anak asuhannya terdistraksi dengan terbukanya kembali peluang bersaing gelar juara Liga Italia. Tanpa memedulikan klasemen, Motta mengatakan, fokus timnya adalah mempersiapkan diri tampil maksimal di setiap pertandingan.
”Saya konsentrasi kepada performa kami hari ini. Kami mendapatkan tiga poin penting untuk mendekatkan diri (tiga tim teratas),” ujar Motta dilansir Tuttosport.
Masa persiapan kontra Atalanta yang berlangsung hampir satu pekan membuka kans Juve untuk membenahi kedalaman skuad. Motta berharap sejumlah pemain yang sempat menderita cedera bisa tersedia ketika menjamu ”Si Dewi”, julukan Atalanta.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/7fddcc5f-6579-44f9-90a8-c2dcb1db7a91_jpg.jpg)
Pada gim melawan Verona, Motta hanya memiliki enam pemain outfield di bangku cadangan. Belum fitnya empat pemain, yakni Douglas Luisz, Francisco Conceicao, Nicolo Savona, dan Renato Veiga, menyebabkan Motta harus menyesuaikan dengan keterbatasan skuad.
Telah pulihnya bek tengah, Pierre Kalulu, membuat Motta sedikit lega. Kehadiran pemain yang direkrut dari AC Milan itu membuat Federico Gatti bisa ditarik pada menit ke-71. Gatti selalu bermain penuh dalam 13 gim Juve sejak 12 Januari lalu. Ia pun terlihat kelelahan di pertengahan babak kedua akibat intensitas permainan Juve yang menerapkan garis pertahanan tinggi.
”Kami berharap mendapatkan beberapa pemain kembali dalam beberapa hari ke depan untuk bersiap menghadapi Atalanta, salah satu tim terbaik di liga. Kami membutuhkan seluruh energi dan konsentrasi dalam kondisi siap karena kami tahu betapa sulitnya laga nanti,” ucap Motta.
Motta, mantan pemain timnas Italia, telah merencanakan taktik yang akan diterapkannya untuk menjamu Atalanta. Ia mengungkapkan, Juve wajib tampil menyerang.
”Bermain di kandang, maka kami harus mengambil inisiatif dan tahu apa yang terjadi jika membiarkan Atalanta memainkan gaya permainan mereka yang amat baik secara fisik dan taktik. Atalanta sangat agresif dan menekan tinggi, jadi kami butuh intensitas dan determinasi,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/b60f50cf-e4bd-4df6-a248-767284829768_jpg.jpg)
Laga melawan Verona yang dibayangi siulan kekecewaan tifosi menjadi upaya Motta untuk menyajikan perubahan dalam permainan timnya. Ia meninggalkan Koopmeiners di bangku cadangan. Trio gelandang diisi Weston McKennie, Manuel Locatelli, dan Thuram.
McKennie berperan sebagai trequartista yang amat dekat dengan penyerang, Randal Kolo Muani. Kemudian, Locatelli yang lebih sering bermain dalam peran deep-lying midfielder bertugas sebagai mezzala.
Locatelli adalah motor serangan Juve. Inisiatif serangan jamak bermula dari kakinya. Ia bergerak di tengah hingga menopang Andrea Cambiaso dan Nico Gonzalez di sisi sayap kiri. Gol pertama Juve juga diawali umpan kunci Locatelli kepada Cambiaso.
Adapun Thuram berperan sebagai gelandang pivot. Meski tampil lebih dalam, sesekali ia juga menjadi pemain yang hadir dari sisi buta pemain bertahan Verona. Ia mencetak gol berkat penempatan posisinya yang baik ketika tiga pemain Verona terpancing aksi tanpa bola Kolo Muani di dalam kotak penalti.
Selain itu, Koopmeiners yang masuk menggantikan McKennie ketika laga berjalan satu jam justru menempati posisi ganjil. Ia bermain sebagai wide midfielder atau gelandang melebar di sisi kanan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/04/40ed8918-e756-4f00-9f92-2dc383829b59_jpg.jpg)
Kehadiran Koopmeiners membuat Yildiz bermain di sisi tengah. Pengganti Yildiz, Samuel Mbangula, juga menepati posisi tengah, alih-alih bermain di sisi flank. Tugas baru itu berbuah manis karena pemain asal Belanda itu mengakhiri paceklik golnya di Liga Italia sejak 8 Desember 2024.
”Teun (Koopmeiners) adalah pemain penting kami yang bisa menempati banyak peran berbeda karena kemampuan fisik, teknik, dan pemahaman apiknya terhadap permainan. Gol itu akan sangat penting untuknya,” kata Motta.
Alberto Bertolini, asisten pelatih Verona, mengatakan, timnya gagal menjaga performa di babak kedua karena kehilangan dua pemain penting yang diganti pada turun minum, yakni Marco Faraoni dan Pawel Dawidowicz. Di pengujung babak pertama, Verona sempat mencetak gol melalui Tomas Suslov, tetapi gol dianulir asisten wasit video (VAR) akibat off-side.
”Pemain memberikan segalanya dan mampu mengimbangi Juve selama 70 menit. Kekalahan seperti ini justru memunculkan optimisme kami untuk menghadapi laga-laga selanjutnya,” kata Bertolini, yang mengganti peran Pelatih Paolo Zanneti yang menjalani hukuman, seperti dikutip Hellas1903.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .