Berlari dengan Gaya, Kenyamanan Tetap Utama

Pakaian beserta aksesori tak hanya membuat tampilan fisik lebih menarik, tetapi membuat pelari rekreasional dan atlet lari juga lebih percaya diri saat berlomba.

28 Nov 2024 14:46 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Selain ajang unjuk kemampuan, perlombaan lari seperti Borobudur Marathon 2024 juga merupakan panggung selebrasi gaya. Di balik derap langkah dari start menuju finis, ada persiapan para pelari yang tak hanya soal fisik dan mental. Mereka pun menyiapkan diri agar tampil modis tanpa mengesampingkan kenyamanan.

Risky Aji Pratama (27) telah menyiapkan diri baik fisik maupun mental selama lima bulan terakhir demi setengah maraton pertamanya di Borobudur Marathon 2024, Minggu (1/12/2024), di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.  Dua bulan pertama, Risky berlatih sendiri. Tiga bulan kemudian, dia berlatih bersama komunitas lari Duraking Run Club.

Kata Risky, persiapan jauh-jauh hari penting, apalagi bagi pelari seperti dirinya yang akan menjalani virgin half marathon atau pertama kali berlomba lari dalam jarak 21,0975 kilometer. Selain fisik dan mental, penampilan saat berlari juga dipersiapkan demi menunjang kepercayaan diri sampai garis finis.

”Pelari seperti saya, kan, berlari gembira, ya, bukan cari menang. Jadi, selain persiapannya lebih matang, maksimalkan juga outfit, mulai dari jersei, sepatu, sampai kacamata gitu. Semuanya bakal senada warnanya. Biar bagus kalau pas ada yang mengabadikan momen,” tutur Risky.

Para pelari bersawa foto di sela-sela  lari-lari ringan sekitar 3 kilometer sambil menikmati pemandangan di Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (18/11).

Hal serupa disampaikan Dinan Rangga Maulana (27). Pelari yang tergabung dalam komunitas Keluarga Cemara Run atau Kecerun ini mengatakan, jersei ataupun aksesori yang akan dipakai saat berlomba juga telah disiapkan bersamaan dengan persiapan fisik dan mental.

Pada hari perlombaan, Dinan berencana memakai jersei resmi dari Borobudur Marathon. Hal itu kerap dilakukan Dinan di berbagai perlombaan karena ingin ketika ada foto saat dirinya berlari, terlihat juga ajang apa yang diikuti.

Quote

Selain menambah kepercayaan diri, aksesori juga membantu atlet untuk fokus berburu waktu tanpa ada gangguan.

Dinan juga sudah merencanakan akan memakai topi agar tidak terganggu saat matahari mulai terik. Selain itu, dia juga berencana memakai manset lengan agar bisa mudah mengusap keringat yang bisa mengenai mata.

”Emang yang utama itu kenyamanan dulu. Tapi, enggak bisa dimungkiri juga tetap penting perhatikan penampilan karena bakal banyak foto. Kita ingin kejar PB yang bukan cuma personal best, tapi juga photo banyak, he-he-he,” ucap Dinan.

Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 - Peserta lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 berfoto setelah berhasil mencapai finish di race village lomba itu  di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/11). Lomba lari yang mengangkat tema "Reborn Harmony" itu berlangsung semarak dengan antusiasme peserta serta masyarakat sekitar candi tersebut.

Adapun pelari nasional, Odekta Elvina Naibaho, mengatakan, atlet pun biasanya menggunakan aksesori saat berlari. Selain menambah kepercayaan diri, aksesori juga membantu atlet untuk fokus berburu waktu tanpa ada gangguan.

Odekta, misalnya, sudah menyiapkan kacamata. Sebab, ketika memasuki Kilometer 30, sinar matahari biasanya lebih terang dan menyilaukan mata. ”Jadi, kalau kita silau, jadinya pusing, sementara kita, badan kita, juga sudah capek. Nah, itu penting kacamata. Selain itu, pasti sepatu dan pakaian juga dipikirkan. Biasanya saya pakai lipstik juga,” ucap Odekta.

Menurut Odekta, bagi atlet seperti dirinya, kenyamanan adalah segala-galanya. Untuk urusan jersei, Odekta akan memakai pakaian yang tidak terlalu ketat agar tetap ada sirkulasi udara saat berlari.

”Kalau pelari rekreasional, saya sarankan memang harus ’kultur’ ya.  Tidak ngejar podium, tapi ya wajib fotonya baguslah. Penampilan kita juga, kan, bikin percaya diri dan ceria saat berlari. Yang penting tetap memperhatikan kenyamanan saja,” tuturnya.

Aksi selebrasi pelari nasional putri, Odekta Elvina Naibaho saat finis di Borobudur Marathon 2023 Powered By Bank Jateng di Taman Lumbini, Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (19/11/2023). Odekta finis ketiga di nomor Marathon Overall Putri. Kompas/Wisnu Widiantoro

Perlombaan lari seperti Borobudur Marathon 2024 bukan sekadar soal kecepatan dan kemampuan mengatasi rute menantang. Ini juga tentang menyeimbangkan gaya dengan kenyamanan. Sebab, di garis finis, kemenangan sejati adalah merasa bangga menjadi diri sendiri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono