Berlari Mengejar ”Personal Best” dan ”Photo Banyak” di Semarang 10K

Semarang 10K yang rutenya datar dan minim belokan memudahkan pelari meraih catatan waktu terbaiknya. Pemandangan kota juga menguntungkan pelari yang ingin berfoto.

14 Des 2024 18:29 WIB · Gaya Hidup

Oleh Kristi Dwi Utami

Semarang 10K yang bakal digelar Minggu (15/12/2024) menjadi lomba penutup tahun bagi sejumlah pelari. Dalam ajang itu, sebagian pelari mengaku ingin memecahkan rekor personal best atau catatan waktu terbaik. Adapun sebagian lagi ingin berlari menikmati suasana Kota Semarang, Jawa Tengah, sembari menggumpulkan potret diri sebanyak-banyaknya.

Bagi Thomas Aquino (48), Semarang 10K 2024 bakal menjadi lomba lari terakhir yang diikutinya tahun ini. Sepanjang tahun ini, pelari asal Surabaya, Jawa Timur, itu sudah beberapa kali mengikuti lomba dengan berbagai kategori. Yang terakhir, ia mengikuti lomba lari kategori maraton atau 42,195 kilometer di Bank Jateng Borobudur Marathon, Minggu (1/12/2024).

Kendati masih dalam masa pemulihan setelah lomba lari jarak jauh, Thomas tidak mau mengendurkan intensitas latihannya. Dia tetap giat berlatih demi bisa mencapai target, yakni memecahkan rekor catatan waktu terbaiknya.

”Di Semarang 10K tahun ini, saya menargetkan bisa finis dalam waktu 1 jam 15 menit. Saya ingin memecahkan rekor PB (personal best) saya di Semarang 10K tahun lalu, yaitu 1 jam 20 menit,” kata Thomas saat ditemui di sela-sela pengambilan paket lomba Semarang 10K di Semarang, Sabtu (14/12/2024).

Salah satu peserta saat mengambil perlengkapan larinya sebelum mengikuti ajang lari Semarang 10K di The Park Mall, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/12/2024). Semarang 10K merupakan ajang lari tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang, Harian Kompas dan sejumlah pihak sponsor. Sebanyak 2.500 pelari akan mengikuti ajang Semarang 10K yang bertema "Step Up Your Limit" dengan melintasi rute salah satunya Kota Lama. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 13-12-2024

Thomas optimistis bisa mencapai targetnya tersebut meskipun persiapan pelari yang tergabung dalam komunitas Indorunners Surabaya itu sebenarnya cukup mepet. Dia hanya berlatih dalam waktu kurang dari dua pekan. Untuk mengoptimalkan latihan, Thomas didampingi seorang pelatih.

Latihan yang dilakoni Thomas beragam, mulai dari lari interval, lari tempo, lari jarak jauh, hingga latihan kekuatan. Menu latihan itu disusun oleh sang pelatih, sesuai dengan kebutuhan atau target Thomas dalam Semarang 10K.

Menurut Thomas, memecahkan target PB dalam Semarang 10K bukanlah hal yang tidak mungkin. Sebab, dia menilai, rute Semarang 10K relatif datar dan steril. Kondisi itu disebut ideal bagi para pelari dengan kecepatan tinggi.

”Ada sedikit masalah di kawasan Kota Lama karena jalurnya itu dari paving. Tapi, itu juga cuma 2 kilometer. Bisa saja tetap lari kencang, tapi tetap perlu berhati-hati. Kemudian, di sekitar Jalan MT Haryono cukup banyak persimpangan yang dilintasi warga. Di sekitar lokasi itu, kita harus berhati-hati," tutur Thomas.

Stan suvenir dan sponsor menghadirkan sejumlah produk mereka bersaman dengan pengambilan perlengakapa pelari di The Park Mall, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/12/2024). Semarang 10K merupakan ajang lari tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang, Harian Kompas dan sejumlah pihak sponsor. Sebanyak 2.500 pelari akan mengikuti ajang Semarang 10K yang bertema "Step Up Your Limit" dengan melintasi rute salah satunya Kota Lama. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 13-12-2024

Pelari asal Semarang, Arkanaya (17), juga mengungkapkan keinginannya untuk bisa memecahkan rekor catatan waktu terbaiknya di Semarang 10K 2024 yang digelar atas kerja sama Pemerintah Kota Semarang, harian Kompas, dan Le Minerale.

Sejauh ini, Arkanaya bisa menyelesaikan lari 10 km dalam waktu 52 menit. Pada Semarang 10K tahun ini, pelajar yang duduk di kelas XI SMA itu ingin bisa menyelesaikan lomba dalam waktu 47 menit.

Untuk bisa meraih target tersebut, Arkanaya berlatih keras dalam tiga bulan terakhir. Jenis latihan yang dijalani Arkanaya juga beragam, misalnya easy run (lari santai), lari interval, dan lari fartlek atau lari dengan kecepatan yang bervariasi.

”Mendekati hari-hari lomba, saya juga menjaga supaya istirahat cukup. Untuk asupan nutrisi, saya memilih-milih makanan. Sebisa mungkin saya makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang,” ujarnya.

Tahun ini merupakan kali kedua Arkanaya mengikuti Semarang 10K. Pada tahun lalu, dia mengikuti lomba tersebut karena ikut-ikutan kakaknya yang lebih dulu menggemari olahraga lari. Bahkan, Semarang 10K 2023 merupakan lomba lari pertamanya.

Tak disangka, sejak saat itu, kecintaan Arkanaya pada lari terus tumbuh. Sepanjang 2024, misalnya, Arkanaya sudah tiga kali mengikuti lomba lari, yaitu lari 5 km, 10 km, dan 21 km atau separuh maraton.

”Semarang 10K ini rutenya paling rata, paling enak untuk pelari yang mencari personal best. Dari event lari yang pernah saya ikuti, rute Semarang 10K paling rata. Saya optimistis bisa personal best,” imbuh Arkanaya.

Pesepeda melintas dengan latar belakang Gereja Emmanuel atau dikenal Gereja Blenduk yang masih dalam tahap revitalisasi di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2024). Kawasan Kota Lama menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Semarang. Sejumlah penyelenggaraan acara memanfatkan kawasan Kota Lama sebagai daya tarik salah satunya menjadi rute pelari pada Semarang 10K. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 10-12-2024

Tak hanya menarik bagi pelari yang ingin memecahkan rekor catatan waktu terbaik, Semarang 10K juga memikat hati para pelari yang ingin berlari sambil berwisata. Rute lomba yang melintasi sejumlah bangunan cagar budaya dan bangunan ikonik kota pun menguntungkan bagi mereka yang ingin mendapatkan banyak foto.

”Rutenya Semarang 10K ini asyik karena lewat Kota Lama yang vintage. Cocok banget untuk saya dan teman-teman saya yang mau cari spot foto. Maklum, saya mengejar PB atau photo banyak di sini," kata Dila Puspita Sari (33), peserta Semarang 10K dari Jakarta.

Tahun ini merupakan Semarang 10K pertama bagi Dila. Anggota komunitas Pana Runners itu mengaku sudah lama ingin mengikuti lomba tersebut. Namun, ia baru mendapatkan kesempatan pada Semarang 10K 2024.

”Tahun ini, saya sudah belasan kali ikut event lari dan Semarang 10K ini menjadi event lari penutup di tahun 2024. Saya yakin, event-nya akan sangat keren karena antusiasme pelari terhadap event ini sangat tinggi. Makanya, ketika registrasi dibuka, dalam hitungan menit, sudah habis slot-nya,” katanya.

Pada kunjungannya ke Semarang kali ini, Dila tidak hanya akan berlomba, tetapi juga ingin reuni dengan teman-temannya sesama pelari dari berbagai kota. Selain itu, ia juga mengaku ingin berwisata kuliner.

Suasana pengambilan race pack peserta Semarang 10K di The Park Mall, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/12/2024). Semarang 10K merupakan ajang lari tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang, Harian Kompas dan sejumlah pihak sponsor. Sebanyak 2.500 pelari akan mengikuti ajang Semarang 10K yang bertema "Step Up Your Limit" dengan melintasi rute salah satunya Kota Lama. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 13-12-2024

Potensial

Race Director Semarang 10K Riefa Istamar menyebut, rute Semarang 10K yang datar dan minim belokan membuat para pelari berpotensi memecahkan catatan waktu terbaiknya. Hal itu asalkan pelari telah berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik.

”Kalau latihan dengan layak, sekitar 80-90 persen peserta harusnya bisa mendapatkan catatan waktu terbaiknya. Sebab, di kilometer awal sampai Kilometer 6, jalurnya cuma lurus saja, tidak ada belokan tajam. Harusnya ini sangat memungkinkan untuk memecahkan catatan waktu terbaik,” ujar Riefa.

Kendati demikian, Riefa mengingatkan, di Kilometer 6 hingga kilometer 8 atau di kawasan Kota Lama, pelari harus berhati-hati. Di kawasan tersebut, lintasan yang bakal dilalui bukanlah aspal atau beton, melainkan paving. Selain ketinggiannya tidak selalu sama, permukaannya licin saat hujan. Untuk mengurangi risiko cedera, pelari disarankan sedikit mengurangi kecepatan.

Quote

Rutenya Semarang 10K ini asyik karena lewat Kota Lama yang vintage. Cocok banget untuk saya dan teman-teman saya yang mau cari spot foto. Maklum, saya mengejar PB atau photo banyak di sini.

Salah satu pelari dengan latar belakang kemeriahan sambutan warga pada ajang Semarang 10K Powered by Isoplus di Kota Lama, Kota Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Semarang 10K menjadi agenda olahraga lari tahunan yang terbesar di Kota Semarang dengan diikuti atlet nasional, atlet pelajar hingga atlet luar negeri. Penyelenggaraan acara tersebut juga menggabungkan antara olahraga dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 17-12-2023

Wakil General Manager Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi menuturkan, ada sekitar 2.500 pelari yang bakal terlibat dalam Semarang 10K 2024. Lomba lari itu akan dimulai pada Minggu pukul 05.15. Waktu memulai lomba di tahun ini maju sekitar 15 menit dari waktu lomba yang digelar pada 2018, 2019, 2022, dan 2023.

”Karena di pukul 05.15 itu Semarang sudah terang. Harapannya, suhu dan kelembapan saat lomba dalam kondisi baik. Kalau cuacanya baik, kelembapan baik, pelari pasti bisa menunjukkan best performance-nya atau meraih catatan waktu terbaiknya," kata Budhi.  

Salah satu hal yang diantisipasi oleh penyelenggara, menurut Budhi, adalah genangan air yang berpotensi terjadi akibat hujan. Saat lomba, penyelenggara memastikan lintasan dalam kondisi kering. Pompa air dan petugas teknis akan disiagakan di titik-titik rawan genangan untuk mengantisipasi jika hujan turun dan lintasan tergenang saat lomba berlangsung.

Lintasan lari juga diharapkan bisa steril selama lomba berlangsung. Kendaraan-kendaraan yang biasanya diparkir di pinggir Jalan MT Haryono disebut Budhi akan ditertibkan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang. Jika masih ada yang melanggar, kendaraan-kendaraan itu akan diderek ke tempat yang tidak dilalui pelari.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase