Tampil dalam turnamen Grand Slam menjadi pengalaman berharga bagi petenis. Di antara mereka bahkan ada yang bertahan hingga lebih dari empat jam dalam satu laga.
16 Jan 2025 20:27 WIB · Olahraga
Bermain dalam turnamen level Grand Slam menuntut daya tahan fisik, mental, dan permainan. Dalam situasi tertentu, petenis bisa menjalani laga teramat panjang, bahkan hingga dini hari di kala orang pada umumnya terlelap.
Dua babak yang telah berlangsung dalam lima hari turnamen Australia Terbuka 2025 di Melbourne Park menyajikan laga beragam, terutama pada nomor tunggal yang menjadi nomor favorit pada cabang tenis. Sebagian besar berlangsung ”normal”, sekitar satu hingga dua jam untuk tunggal putri yang berlangsung dalam format best of three sets dan sekitar dua jam dalam persaingan tunggal putra.
Nomor tunggal putra dalam level Grand Slam digelar dalam format best of five sets yang berarti petenis dinyatakan menang saat merebut tiga set terlebih dulu. Maka, jika terjadi persaingan ketat, pertandingan bisa berlangsung hingga lima set dengan sistem skor tie-break hingga sepuluh poin pada set kelima.
Remaja Brasil berusia 18 tahun, Joao Fonseca, untuk pertama kalinya merasakan pertandingan lima set. Dia menjalani itu ketika berhadapan dengan petenis Italia, Lorenzo Sonego, pada babak kedua di 1573 Arena, Melbourne Park, Kamis (16/1/2025).
Fonseca tampil pada babak kedua setelah menyingkirkan petenis peringkat kesembilan dunia, Andrey Rublev, di babak awal. Capaian itu terjadi dalam debutnya pada babak utama Grand Slam.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/16/6135cc94-5088-4ff6-8006-bbf8c291483b_jpg.jpg)
Meskipun bisa merebut set pertama melawan Sonego, perjalanan Fonseca jauh dari kemenangan karena dia harus menambah dua set. Petenis yang baru kali ini tampil pada babak utama Grand Slam tersebut kesulitan mempertahankan performa hingga kehilangan dua set berikutnya.
Dia bisa membuat pertandingan berjalan hingga set kelima, tetapi akhirnya kalah dengan skor 7-6 (6), 3-6, 1-6, 6-3, 3-6.
Pertandingan selama 3 jam 37 menit tersebut menjadi yang terlama bagi Fonseca, petenis yang baru bersaing di arena profesional selama sebulan. Meskipun berlangsung lama, duel itu bukanlah pertandingan terlama di Melbourne Park pada tahun ini.
Kurang dari 24 jam sebelumnya, Alejandro Davidovich Fokina dan Felix Auger-Aliassime memperebutkan tiket ke babak ketiga selama 4 jam 51 menit. Pertandingan yang dimenangi Fokina, 6-7 (7), 6-7 (5), 6-4, 6-1, 6-3, itu selesai pada Kamis pukul 01.15 waktu setempat.
Pada babak dan hari yang sama, Jack Draper dan Thanasi Kokkinakis juga menjalani laga maraton selama 4 jam 35 menit. Laga itu bahkan menjadi kemenangan kedua bagi Draper dalam pertandingan selama lebih dari empat jam secara beruntun. Dua hari sebelumnya, Draper mengalahkan Mariano Navone setelah bermain 4 jam 1 menit meskipun hanya berlangsung empat set.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/16/1db6dbf5-52d4-4d77-a9d4-04edd3365b71_jpg.jpg)
Draper, yang akan melawan Aleksandar Vukic pada babak ketiga, telah terlibat dalam dua dari sembilan pertandingan yang berlangsung lebih dari empat jam hingga Kamis. Perjalanan petenis Inggris Raya itu berbeda dengan Carlos Alcaraz yang menjalani pertandingan tersingkat tunggal putra.
Petenis Spanyol itu mengalahkan Yoshihito Nishioka pada babak kedua, Rabu, 6-0, 6-1, 6-4, dalam laga selama 1 jam 21 menit. Taylor Fritz bermain satu menit lebih lama dari Alcaraz ketika menang atas Cristian Garin, 6-2, 6-1, 6-0, pada babak kedua, Kamis.
Pada persaingan tunggal putri, telah terjadi empat laga maraton yang berlangsung lebih dari tiga jam. Laga Emma Navarro saat mengalahkan Peyton Stearns, 6-7 (5), 7-6 (5), 7-5, pada babak pertama, Selasa, menjadi yang terlama di Australia Terbuka 2025 dengan durasi 3 jam 20 menit.
Meski demikian, laga itu masih jauh dari pertandingan tunggal putri terlama dalam sejarah Australia Terbuka. Rekor tersebut terjadi dalam persaingan Francesca Schiavone melawan Svetlana Kuznetsova pada babak keempat 2011. Pertandingan yang dimenangi Schiavone dengan skor 6-4, 1-6, 16-14 tersebut berlangsung selama 4 jam 44 menit. Set ketiga, yang masih mengharuskan petenis unggul dua gim setelah skor 6-6, berlangsung 1 jam 37 menit.
Pertandingan ini layak disebut sebagai ”comeback” paling dramatis. Nadal menang setelah kehilangan dua set awal dan cedera kaki kiri. Partisipasinya bahkan diragukan karena terjangkit Covid-19 pada Desember 2021.
Laga tersebut bahkan tercatat sebagai pertandingan tunggal putri terlama di arena Grand Slam. Selain itu, kedua petenis tersebut terlibat dalam pertandingan maraton lain ketika bertemu pada babak kedua Perancis Terbuka 2015. Schiavone kembali menang setelah bertahan selama 3 jam 50 menit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/02/d73d0bde-f802-4006-ac28-29a8df677c77_jpg.jpg)
Selain Schiavone melawan Kuznetsova, berikut laga terlama dalam sejarah Australia Terbuka:
Tunggal putri
Barbora Strycova melawan Regina Kulikova pada babak pertama 2010
(Durasi: 4 jam 19 menit)
Hasil: Strycova menang 7-6 (5), 6-7 (10,) 6-3
Pertandingan ini menjadi debut bagi Kulikova di ajang Grand Slam yang harus bersaing sejak babak kualifikasi. Walaupun berlangsung lebih dari empat jam, pertandingan set ketiga berlangsung tak lebih dari sembilan gim. Hingga saat itu, ini menjadi tunggal putri dengan durasi terlama di Australia Terbuka.
Simona Halep melawan Lauren Davis pada babak ketiga 2018
(Durasi: 3 jam 77 menit)
Hasil: Halep menang 4-6, 6-4, 15-13
Halep, yang berstatus petenis nomor satu dunia, hampir kalah dari Davis yang tak pernah melewati babak ketiga Grand Slam. Setelah set pertama dan kedua berlangsung cukup cepat, set ketiga memakan waktu 2 jam 22 menit.
Kesempatan Halep menang saat mendapat giliran servis pada skor 5-4, 6-5, dan 8-7, tetapi digagalkan Davis menjadi bagian dari drama pada set penentuan. Begitu pula ketika Davis mendapat tiga match point saat unggul 11-10.
Svetlana Kuznetsova melawan Jelena Jankovic pada babak ketiga 2017
(Durasi: 3 jam 36 menit)
Hasil: Kuznetsova menang 6-4, 5-7, 9-7
Setelah kalah dari Schiavone pada laga maraton 2011, Kuznetsova terlibat lagi dalam pertandingan panjang pada 2017. Persaingan tersebut terjadi pada tahun-tahun terakhir mereka berkarier di arena tenis profesional.
Pemenang pertandingan sulit ditebak hingga menjelang akhir. Kuznetsova akhirnya menang ketika mematahkan servis Jankovic saat unggul 8-7.
Chanda Rubin melawan Arantxa Sanchez Vicario pada perempat final 1996
(Durasi: 3 jam 33 menit)
Hasil: Rubin menang 6-4, 2-6, 16-14
Sanchez Vicario menjadi favorit pemenang dengan status tiga kali juara Grand Slam dan mantan petenis nomor satu dunia, sedangkan Rubin hanya sekali menjadi perempat finalis Grand Slam. Satu pengalaman perempat final sebelumnya dialami di Perancis Terbuka 1995 ketika dikalahkan Sanchez Vicario.
Di Melbourne Park, Rubin akhirnya menang dalam pertandingan yang saat itu tercatat sebagai rekor terlama tunggal putri. Saat itu, Rubin berusia 19 tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/10/30/6b0fdcdc-23e5-4cd3-bdb2-5eb167b2cdc8_jpg.jpg)
Tunggal putra
Novak Djokovic melawan Rafael Nadal pada final 2012
(Durasi: 5 jam 53 menit)
Hasil: Djokovic menang 5-7, 6-4, 6-2, 6-7 (5), 7-5
Pertandingan ini menjadi gambaran bahwa kedua petenis melakukan segalanya di lapangan. Tak hanya durasi terlama, final tersebut bahkan disebut sebagai pertandingan terbaik di Australia Terbuka.
Dengan fisik yang terkuras, Djokovic dan Nadal mengalami kram saat acara penghormatan pemenang. Mereka pun duduk di kursi yang diambilkan panitia.
Laga yang masih tercatat sebagai tunggal putra terlama di Australia Terbuka itu menjadi bagian dari sepuluh persaingan Djokovic-Nadal yang berlangsung lebih dari empat jam. Selain itu, laga tersebut menjadi keterlibatan ketiga bagi Nadal dalam lima pertandingan tunggal putra terlama di Australia Terbuka.
Andy Murray melawan Thanasi Kokkinakis pada babak kedua 2023
(Durasi: 5 jam 45 menit)
Hasil: Murray menang 4-6, 6-7 (7), 7-6 (5), 6-3, 7-5
Kokkinakis berada di ambang kemenangan setelah memenangi dua set awal dan unggul 5-2 pada set ketiga. Namun, Murray, yang hampir mengakhiri kariernya pada 2021 karena cedera pinggul, bangkit melalui permainan yang lebih agresif.
Murray memenangi pertandingan tersebut pada pukul 04.05. Laga ini menjadi pertandingan Australia Terbuka yang selesai paling akhir setelah laga Lleyton Hewitt melawan Marcos Baghdatis pada 2008 yang selesai pukul 04.34.
Rafael Nadal melawan Daniil Medvedev pada final 2022
(Durasi: 5 jam 24 menit)
Hasil: Nadal menang 2-6, 6-7 (5), 6-4, 6-4, 7-5
Pertandingan ini layak disebut sebagai comeback paling dramatis. Nadal menang setelah kehilangan dua set awal dan berada dalam kondisi cedera kaki kiri. Partisipasinya bahkan diragukan karena terjangkit Covid-19 pada Desember 2021.
Nadal merebut set ketiga dengan memenangi empat dari lima gim terakhir. Setelah itu, momentum beralih padanya. Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam ke-21 bagi Nadal.
Ivo Karlovic melawan Horacio Zeballos pada babak pertama 2017
(Durasi: 5 jam 15 menit)
Hasil: Karlovic menang 6-7 (6), 3-6, 7-5, 6-2, 22-20
Laga ini bukan pertandingan besar sehingga panitia hanya menempatkannya di Lapangan 19, salah satu lapangan luar. Tak diduga, duel Karlovic melawan Zeballos itu berlangsung menarik hingga penonton menyaksikan melalui celah pagar yang mengelilingi lapangan. Ketatnya pertandingan membuat set penentuan berlangsung 2 jam 37 menit.
Rafael Nadal melawan Fernando Verdasco pada semifinal 2009
(Durasi: 5 jam 14 menit)
Hasil: Nadal menang 6-7 (4), 6-4, 7-6 (2), 6-7 (1), 6-4
Sebelum melawan Verdasco, Nadal tak kehilangan set dalam lima babak. Dia pun selalu menang dalam pertemuan sebelumnya dengan rekannya sesama Spanyol tersebut.
Namun, kali ini, Verdasco memberikan perlawanan terbaik yang menguras semua faktor yang dimiliki Nadal, termasuk emosinya. Saat mendapat match point, Nadal menangis dan telentang di lapangan saat menang. Nadal akhirnya juara setelah mengalahkan Roger Federer pada pertandingan 4 jam 23 menit meskipun memiliki jeda lebih lama satu hari setelah semifinal jika dibandingkan Nadal. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus Harjono