Setelah absen tahun lalu, Indonesia kembali ke AVC Men’s Volleyball Champions League. Lewat Bhayangkara Presisi, pernah jadi ”runner-up”, Indonesia targetkan juara.
17 Mar 2026 07:02 WIB · Olahraga
KOMPAS
Indonesia membidik target realistis menjadi juara dan menyasar pembinaan dalam keikutsertaan kembali di AVC Men’s Volleyball Champions League atau Liga Champions Bola Voli Asia. Untuk memenuhi target itu, tim yang diturunkan adalah juara Proliga dua musim beruntun sekaligus runner-up Liga Champions 2023 dan tim yang berisi para pemain timnas yunior.
Setelah absen pada edisi 2025, Indonesia akan tampil lagi di turnamen bola voli antarklub elite Asia, Liga Champions Bola Voli Asia, sebagai tuan rumah. Dalam ajang yang akan digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, 13-17 Mei 2026, Indonesia akan diwakili Jakarta Bhayangkara Presisi, juara Proliga 2024 dan 2025, dan Jakarta Garuda Jaya, tim dengan mayoritas pemain timnas yunior.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo optimistis wakil tuan rumah memiliki peluang bersaing secara kompetitif. Tak tanggung-tanggung, PP PBVSI menargetkan Indonesia menjadi juara lewat Bhayangkara Presisi.
”Saya berharap Bhayangkara Presisi bisa menjadi juara. Dengan pengalaman tampil di kompetisi Asia, tentu Bhayangkara Presisi bisa bersaing dengan tim-tim dari Iran, Qatar, Thailand, Korea, hingga Jepang,” ujar Imam, Minggu (15/3/2026).
Bagi Jakarta Bhayangkara Presisi, ini bakal menjadi keikutsertaan ketiga setelah edisi 2023 dan 2024. Pada partisipasi pertama, Bhayangkara Presisi menggantikan Jakarta LavAni yang berstatus sebagai juara Proliga 2023. LavAni batal ikut serta karena mayoritas pemainnya dipanggil timnas untuk SEA Games Kamboja 2023 dan persiapan tim terlalu mepet.
Alhasil, Bhayangkara Presisi yang merupakan runner-up Proliga 2023 jadi wakil Indonesia. Di ajang itu, Bhayangkara Presisi mencetak sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang bisa melangkah ke final. Mereka akhirnya keluar sebagai runner-up setelah berhadapan dengan klub Jepang, Suntory Sunbirds.
Pada edisi 2024, Bhayangkara Presisi kembali menjadi wakil Indonesia setelah menjuarai Proliga 2024. Bhayangkara Presisi menempati peringkat ketiga setelah pada babak semifinal, tim asuhan Pelatih Reidel Toiran ini kalah dari tim Iran, Foolad Sirjan, yang akhirnya menjadi juara.
Adapun Indonesia terpaksa absen pada edisi 2025 setelah perhelatan turnamen yang sebelumnya bernama Kejuaraan Bola Voli Asia atau Asian Men’s Club Volleyball Championship ini bentrok dengan Proliga. Kompetisi dalam negeri baru rampung pada 11 Mei ketika Kejuaraan Bola Voli Asia dimulai pada tanggal yang sama.
Tahun ini, Proliga dijadwalkan selesai pada akhir April 2026 sehingga tidak bertabrakan dengan Liga Champions. Ada jeda sedikitnya dua pekan untuk wakil Indonesia mempersiapkan diri sebelum tampil di level Asia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/30/d95223b480cff41e224f7eced1e55b06-20250512DRA27.jpg)
Dengan jatah yang dimiliki dua tim, Indonesia memutuskan menurunkan Jakarta Garuda Jaya untuk menemani Jakarta Bhayangkara Presisi. Keputusan untuk menurunkan tim berisi para pemain yunior, alih-alih mengirimkan Jakarta LavAni yang merupakan runner-up Proliga 2025, tak lepas dari alasan pembinaan.
Menurut Imam, Liga Champions 2026 tak cuma ajang membidik prestasi lewat Bhayangkara Presisi, tetapi juga sarana pembinaan bagi Jakarta Garuda Jaya. Imam menilai kesempatan bertanding di level Asia akan mempercepat perkembangan kualitas permainan atlet muda, seperti Dawuda Alaihimassalam dan Fauzan Nibras yang dipersiapkan menjadi bagian penting tim nasional putra pada masa mendatang.
”Kami juga melakukan pembinaan prestasi dengan memberikan kesempatan kepada Jakarta Garuda Jaya yang diisi pemain muda bermain di level internasional,” ujar Imam.
”Kami punya harapan ke depannya mereka bisa mematangkan permainan mengingat para pemain yang ada di Jakarta Garuda menjadi harapan Indonesia di sektor putra untuk berlaga di Olimpiade Brisbane 2032 mendatang,” ujarnya lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/31/bda44104-e348-4f86-98b6-fd6938075f66_jpg.jpg)
Sementara itu, target juara juga disampaikan pemain Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang. Dengan dua edisi selalu berhasil berada di papan atas turnamen, Rendy menilai target juara masuk akal. Apalagi, mereka saat ini punya keuntungan main di hadapan publik sendiri.
Manajer Bhayangkara Presisi Pipit Rismanto mengatakan, pengalaman dua kali bermain di Liga Champions membuat timnya lebih siap membaca karakter lawan. Berdasarkan hasil undian, Jakarta Bhayangkara Presisi akan menghadapi wakil Kazakhstan, Zhaiyk VC. Sementara itu, Jakarta Garuda Jaya langsung bertemu klub kuat asal Iran, Foolad Sirjan.
Untuk menambah kekuatan tim, kata Pipit, Bhayangkara akan mendatangkan salah satu pemain asing andalannya, Noumory Keita, untuk memperkuat tim di ajang tersebut. Tim milik Kepolisian Negara Republik Indonesia ini juga akan menambah sejumlah pemain lokal guna menjaga kedalaman skuad.
Presiden AVC Ramon Suzara turut memberikan dukungan terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Suzara menilai, penyelenggaraan di Pontianak dapat menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menggelar ajang olahraga internasional dengan standar tinggi. ”Saya yakin perhelatan kali ini bisa menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menghadirkan event olahraga kelas dunia dan semoga Indonesia pun bisa menjadi juara,” kata Suzara.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan, ajang olahraga seperti Liga Champions 2026 tak hanya dapat memantik perhatian dan menambah kecintaan masyarakat Indonesia akan olahraga bola voli. Liga Champions 2026 juga dapat berdampak pada perkembangan wisata olahraga dan industri olahraga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/20/3bbf62bc-60a6-4418-9538-cd952a740ce3_jpg.jpg)
”Perlu diketahui bahwa Amerika Serikat menguasai sekitar 40 persen industri olahraga dan sport tourism. Ini menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan komunitas untuk berkolaborasi. Saya optimistis sektor ini akan memberikan dampak positif bagi lajunya perekonomian kita,” kata Erick.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan