Bersama Patrick Kluivert, Indonesia Menatap Piala Dunia 2026

Patrick Kluivert menargetkan Indonesia mendampingi Jepang lolos ke Piala Dunia 2026 dari Grup C putaran ketiga. Tujuh poin ditargetkan dari empat gim terakhir.

12 Jan 2025 21:30 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Pelatih tim nasional Indonesia Patrick Kluivert hanya mengusung satu tujuan pada empat gim tersisa di putaran ketiga Piala Dunia 2026, yaitu meraih poin maksimal demi mendampingi Jepang lolos langsung ke pesta sepak bola terakbar tahun depan. Demi itu, Kluivert akan mentransformasi skuad ”Garuda” menjadi tim berkarakter menyerang.

Pada pengenalan resmi dirinya kepada publik sebagai pelatih baru timnas Indonesia, Minggu (12/1/2025), di Jakarta, Kluivert tanpa keraguan memasang target tinggi untuk merebut satu tiket tersisa dari Grup C putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026. Jika merujuk persaingan di Grup C hingga laga keenam, Jepang hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menjadi tim Asia pertama merebut tiket ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Quote

Tujuan pertama dan utama saya adalah kami mendapatkan hasil dalam empat laga penentuan itu untuk memastikan lolos ke Piala Dunia 2026.

Tak ayal, di Grup C, lima tim lain masih memiliki kesempatan setara untuk memperebutkan satu tiket tersisa untuk lolos ke putaran final Piala Dunia edisi ke-23. Meskipun Australia duduk di peringkat kedua, ”Socceroos” yang mengemas tujuh poin hanya unggul satu poin dari empat tim di bawahnya, yakni Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.

Untuk merebut posisi kedua di Grup C, Kluivert menargetkan Indonesia bisa meraup tujuh poin dari empat pertandingan tersisa. Jumlah poin itu diperoleh dari satu poin pada gim tandang menghadapi Australia (20/3/2025), kemudian meraih kemenangan pada dua laga kandang kontra Bahrain (25/3/2025) dan China (5/6/2024). Adapun Kluivert tidak menargetkan poin pada pertandingan pamungkas melawan Jepang di Stadion Sepak Bola Kota Suita, 10 Juni 2025.

Pantulan kaca pelatih baru tim nasional Indonesia Patrick Kluivert dalam jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (12/1/2025). Kluivert akan dibantu dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Kluivert dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan. KOMPAS/AGUS SUSANTO 12-1-2024

”Kami akan menghadapi empat gim final. Tujuan pertama dan utama saya adalah kami mendapatkan hasil dalam empat laga penentuan itu untuk memastikan lolos ke Piala Dunia 2026,” ujar Kluivert di hadapan ratusan jurnalis, tamu undangan, serta pejabat utama PSSI, di antaranya Ketua Umum Erick Thohir serta dua wakil ketua umum, Zainudin Amali dan Ratu Tisha.

Demi meraih poin untuk kali pertama pada laga tandang di Australia dalam sejarah timnas Indonesia, Kluivert menuntut skuadnya harus dalam kondisi 100 persen secara fisik dan pikiran. Ia telah menyiapkan rencana latihan yang mumpuni untuk mampu membantu pemain skuad Garuda tampil maksimal di tengah masa persiapan singkat.

Dengan mempertimbangkan masa jeda kompetisi Maret mendatang, Kluivert akan memulai pemusatan latihan dalam dua gelombang. Pertama, ia akan mengumpulkan terlebih dahulu pemain-pemain yang berkiprah di BRI Liga 1 Indonesia 2024-2025 dan liga Asia Tenggara pada 14 atau 15 Maret 2025. Setelah itu, tim bertolak ke Australia.

Seluruh pemain yang berkarier di Eropa dan Amerika Serikat akan bergabung langsung di Australia paling lambat 18 Maret 2025. Itu artinya Kluivert dan dua asistennya, Denny Landzaat dan Alex Pastoor, hanya memiliki dua hari masa persiapan dengan skuad lengkap sebelum menjalani debut sebagai juru taktik Indonesia.

”Tugas kami adalah membuat pemain berada dalam level yang setara secara fisik dan mental. Tim harus dalam kondisi terbaik agar kami bisa meraih target menghadapi Australia,” ucapnya.

Infografik Patrick Kluivert

Menyerang

Lebih lanjut, Kluivert memastikan di rezim kepemimpinannya, Indonesia akan tampil sesuai dengan kegemarannya terhadap permainan menyerang nan mengandalkan penguasaan bola. Ia pun tidak akan kompromi dan menekankan permainan ofensif itu akan menjadi nafas Garuda baik itu melawan tim dengan level setara atau lebih baik, seperti Jepang.

”Saya akan memainkan pendekatan yang sama melawan siapa pun. Saya berusaha untuk beradaptasi dengan kelemahan lawan. Saya tentu respek dengan lawan, tetapi lawan-lawan juga harus lihat kemampuan dan kekuatan kami,” tutur Kluivert yang mengakhiri kerja sama dengan klub Liga Turki, Adana Demirspor, Desember 2023.

Cara bermain itu berbeda dengan skema pragmatis dan defensif pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong. Dalam enam laga yang telah dilalui, Indonesia hanya catatkan rerata 41 persen penguasaan bola. Angka itu hanya lebih baik dari China.

Terkait taktik yang disiapkannya, Kluivert tidak akan terpaku dengan formasi 4-3-3. Meskipun sudah sangat mengenal formasi itu, Kluivert memastikan dirinya juga tidak canggung bermain dengan format tiga atau lima bek yang dialaminya ketika menjabat asisten Louis van Gaal di Piala Dunia 2014.

”Hal yang utama adalah saya melihat kemampuan dan karakter pemain-pemain saya. Kemudian, saya berusaha mengimplementasi gaya bermain saya kepada pemain. Formasi apa pun bisa kami terapkan di dalam pertandingan demi menyesuaikan permainan,” katanya.

Pelatih baru tim nasional Indonesia Patrick Kluivert menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (12/1/2025). Kluivert akan dibantu dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Kluivert dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan. Indonesia akan mendapat tambahan seorang pemain depan, yaitu Ole Romeny, untuk bertarung di sisa laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Harapan besar menggantung di pundak Patrick Kluivert untuk membawa tim nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2026. Ada empat kejuaraan yang segera dijalani Kluivert, yakni laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, kualifikasi Piala Asia U-23 2026, dan Piala Asia 2027. Kluivert menutup karier profesionalnya pada musim panas 2008 dengan koleksi 206 gol dari 479 pertandingan. Ia juga menghasilkan 40 gol melalui 79 cap untuk timnas Belanda. Kluivert adalah pelatih asing asal Belanda kelima yang dipercaya PSSI untuk menangani tim Indonesia. Patrick Kluivert menjadi pelatih baru tim nasional Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat.

Dede Sulaeman, legenda timnas Indonesia, menilai tugas Kluivert yang memiliki ambisi membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026 bukan hal yang mudah. Terlepas dari urusan taktikal dan teknik yang akan disiapkan Kluivert, Dede menekankan, prioritas utama Kluivert adalah menguasai ruang ganti timnas Indonesia.

”Bangun chemistry dengan para pemain timnas adalah hal sangat penting. Sebab, sepak bola tidak sekadar kemampuan skill dan teknik individu, tetapi dibutuhkan pula kerja sama tim,” kata Dede.

Ia pun berharap seluruh pemain skuad Garuda sejalan dengan Kluivert dan staf pelatihnya untuk bekerja keras dan berjuang untuk meraih hasil maksimal di empat laga menentukan.

Pakar sejarah sepak bola nasional, RN Bayu Aji, menganggap Kluivert memiliki dua modal penting jelang menjalani empat pertandingan penentuan di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pertama, skuad Indonesia telah membuktikan semangat juang yang besar ketika menaklukkan Arab Saudi, November lalu. Kedua, Kluivert mempunyai modal bahasa dan kultur sepak bola yang sama dengan mayoritas pemain diaspora yang bakal membantunya cepat menjalani hubungan positif dengan para pemain utama.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert (tengah) berjalan keluar setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (11/1/2025). Patrick Kluivert resmi dikontrak selama dua tahun disertai opsi perpanjangan untuk menangani Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong usai diberhentikan oleh PSSI. ANTARA FOTO/Fauzan/YU

”Indonesia tercatat oleh FIFA memiliki sejarah lolos Piala Dunia 1938 berkat jalur undangan. Semoga kali ini, Indonesia bisa lolos berkat perjuangan di atas lapangan melalui babak kualifikasi,” kata Aji yang menulis buku Politik Nasionalisme Sepak Bola Indonesia Era Sukarno 1950-1965.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata