ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Bersiaplah Melihat Transformasi Rahmat Erwin Abdullah

Di pundak Rahmat, harapan medali emas Indonesia dibebankan. Dengan transformasinya, harapan itu sangat mungkin terwujud.

25 Sep 2026 11:25 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

Selepas memastikan medali emas angkat besi kelas 73 kg di Asian Games Hangzhou 2022, Rahmat Erwin Abdullah memperagakan otot lengannya ala binaragawan. Pose ”Rambo” itu dipamerkan bersama sang ayah, Erwin Abdullah, di atas panggung.

Rahmat tersenyum lebar ketika diingatkan momen ikonik tiga tahun lalu tersebut. Menurut Rahmat, itu salah satu momen menyenangkan dalam karier dan hidupnya. Di momen itu pula, mimpi anak dan ayahnya diupayakan dan berhasil diraih bersama.

Rahmat akan kembali ke panggung Asian Games di Aichi-Nagoya 2026, masih didampingi ayah yang juga merupakan pelatihnya. Rahmat turun di kelas 75 kg putra Grup A pada perlombaan di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Sabtu (26/9/2026) pukul 15.00 WIB.

Rahmat akan jadi tulang punggung medali emas angkat besi seperti di Hangzhou 2022. Tentu, Rahmat tak menjadikannya sebagai beban. Lagipula kalaupun itu beban, lifter peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu siap mengangkatnya dengan senang hati.

”Greget harus, ngotot harus. Karena apa pun turnamennya, yang dikejar adalah podium tertinggi,” kata Rahmat.

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah (bawah) berpose dengan pelatih sekaligus ayahnya Erwin Abdullah (atas) usai melakukan angkatan clean and jerk pada final 73 kilogram Grup A Asian Games 2022 di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Selasa (3/10/2023). Rahmat Erwin meraih medali emas dengan total angkatan 359 kilogram sekaligus memecahkan rekor Asian Games, sementara untuk angkatan clean and jerk Rahmat berhasil memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 201 kilogram. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Beban medali emas itu akan sangat mungkin lebih mudah diangkat dengan sosok Rahmat yang baru. Rahmat yang akan tampil di Nagoya bukan hanya sosok seorang anak yang dilatih bertahun-tahun oleh sang ayah.

Rahmat memang mendapatkan pengaruh kuat dari Erwin yang juga lifter nasional tahun 1990-an. Setelah pertama dilatih sang ibu yang juga mantan lifter nasional, Ami Asun Budiono, lifter 25 tahun ini kemudian dilatih sang ayah ketika memutuskan akan serius menekuni angkat besi.

Menurut Rahmat, sang ayah melatih dengan hati sehingga penuh perasaan. Tidak pernah rasanya, kata Rahmat, sang ayah bersikap keras. Justru Erwin lebih sering memberikan wejangan-wejangan yang tidak cuma soal angkat besi. Wejangan yang sulit ditolak Rahmat karena takut kualat.

Rahmat yang tampil di Nagoya nanti juga adalah seorang ayah yang punya keinginan membanggakan anaknya. Rahmat ingin seperti dirinya sewaktu kecil dulu yang bisa melihat ayahnya naik podium di ajang bergengsi, termasuk ketika meraih perak Asian Games Busan 2002 dan berpose ala binaragawan.

Lifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, dihangatkan oleh pelatih yang juga ayahnya, Erwin Abdullah, sebelum tampil pada seleksi nasional angkat besi untuk SEA Games Thailand 2025 di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Sejak 10 bulan lalu, Rahmat memasuki kehidupan yang berbeda. Lifter kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, ini dikaruniai seorang putra dari pernikahannya dengan lifter putri, Tsabitha Alfiah Ramadan. Sejak saat itu pula, motivasinya saat latihan dan kompetisi berlipat ganda.

”Mungkin usianya memang masih kecil, tetapi sebenarnya anak aku sudah paham apa yang dilakukan bapaknya. Kalau latihan, suka nonton lewat video, ikut teriak-teriak dan mempraktikkan. Aku ingin anak aku juga lihat waktu aku naik podium tertinggi lagi,” kata Rahmat.

Kehadiran anak tidak hanya membuat Rahmat kian termotivasi. Anaknya turut meredakan ambisi yang dulu lebih menggebu-gebu. Fokusnya pun lebih dipertajam dan penampilannya diusahakan lebih tenang.

Rahmat tidak lagi membebani dirinya angkatan fantatis atau pemecahan seperti tahun-tahun sebelumnya. Fokusnya adalah kembali ke Olimpiade. Bisa tampil apik di Asian Games akan menjadi pembuktian Rahmat untuk menggapai mimpi itu.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, memastikan medali emas keempatnya di SEA Games dalam perlombaan di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Selasa (16/12/2025). Rahmat mencatatkan total angkatan 362 kilogram (snatch 160 kg, clean and jerk 202 kg).

Setelah Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat gagal tampil lagi di Olimpiade setelah kalah pada kualifikasi terakhir untuk Paris 2024 dari rekan senegaranya, Rizki Juniansyah. Hanya ada satu wakil per negara pada setiap kelas yang berhak mewakili Indonesia di Olimpiade tersebut. Rizki pun menuntaskan tugas dengan meraih emas di Paris.

Sementara itu, Rahmat menata ulang hatinya setelah kekecewaan yang begitu besar. Kehidupan baru Rahmat bersama anak dan istrinya membantu memulihkan hatinya tersebut.

Peluang emas

Di atas kertas, target emas akan sangat mungkin dicapai Rahmat. Pesaing beratnya ialah lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, dan Korea Utara, Ri Chong Song.

Weeraphon, peraih perak Olimpiade Paris 2024, finis di bawah Rahmat di Asian Games Hangzhou 2022 saat bersaing di kelas 73 kg. Saat itu, Weeraphon punya angkatan total mencapai 351 kg dengan snatch 156 kg dan clean and jerk 195 kg. Ada kemungkinan Weeraphon mampu mengangkat beban lebih berat dengan peningkatan berat badannya.

Gold medallist Indonesia's Rizki Juniansyah (C), silver medallist Thailand's Weeraphon Wichuma (L) and bronze medallist Bulgaria's Bozhidar Dimitrov Andreev take selfies on the podium after the men's -73kg weightlifting event during the Paris 2024 Olympic Games at the South Paris Arena in Paris, on August 8, 2024. (Photo by Miguel MEDINA / AFP)

Adapun Ri Chong Song, turun 4 kg dari penampilan terakhir di Kejuaraan Asia 2026, punya total angkatan 358 kg (snatch 161 dan clean and jerk 197 kg). Dengan penurunan berat badan, total angkatan Ri kemungkinan besar berkurang tetapi tetap di atas Weeraphon.

Kendati demikian, Rahmat tetap harus mengantisipasi kejutan Ri dan Weeraphon. Rahmat bisa saja percaya diri karena punya pengalaman mampu mengangkat beban hingga total 360 kg saat bermain di kelas 73 kg Kejuaraan Dunia 2025. Namun, Ri dan Weeraphon tetap tidak bisa diremehkan.

Apalagi, mereka bisa saja bersaing di angkatan snatch. Rahmat biasanya tidak punya rekor fantastis di angkatan tersebut. Saat mengangkat total 360 kg, Rahmat ”hanya” mengangkat snatch 155 kg, tetapi ia mampu mengukir rekor dunia abadi kelas 73 kg dengan angkatan clean and jerk 205 kg.

Erwin berkata, dengan atau tanpa target dari federasi dan pemerintah, Rahmat tetap bertujuan untuk mempertahankan medali emas di Nagoya. Apalagi, Asian Games akan jadi modal awal Rahmat untuk bersaing lagi dalam perebutan tiket Olimpiade Los Angeles yang akan dimulai Oktober 2026.

”Yang terpenting, semua persiapan sudah dilakukan. Latihan berjalan terus, fokus tetap dijaga terus. Jadi, tinggal menampilkan yang terbaik saat perlombaan,” kata Erwin.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase