Penantian Jerman selama 12 tahun untuk kembali ke fase gugur Piala Dunia berakhir. Undav menjadi senjata mematikan Jerman dari bangku cadangan.
21 Jun 2026 07:16 WIB · Olahraga
Chris Young/The Canadian Press v
ONTARIO, MINGGU — Jerman menyudahi kerinduan lolos ke fase gugur Piala Dunia setelah membekap Pantai Gading, 2-1, dalam laga dramatis di Stadion Toronto, Ontario, Kanada, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB. Pada laga ini, pemain cadangan Jerman, Deniz Undav, menahbiskan diri sebagai penyerang berdarah dingin berkat sumbangan dua golnya.
Masa pengasingan dari fase gugur selama 12 tahun tergolong lama bagi Jerman yang sudah empat kali menjuarai Piala Dunia. Jerman terakhir kali menjejak fase gugur pada edisi 2014, saat mereka keluar sebagai juara. Maka, keberhasilan Jerman mengakhiri siklus buruk itu dirayakan dengan sangat meriah oleh puluhan ribu pendukung yang hadir langsung di stadion.
”Pada akhirnya, kami pantas memenanginya. Para pemain telah mengerahkan banyak usaha. Saya sangat senang untuk seluruh tim,” kata Pelatih Jerman Julian Nagelsmann.
Kesuksesan mengakhiri 12 tahun kesunyian tersebut terasa makin manis karena diraih secara dramatis. Jerman lebih dulu tertinggal oleh gol Franck Kessie yang menyambar bola muntah hasil kemelut di depan gawang Jerman pada menit ke-30. Upaya ”Die Mannschaft” untuk menyamakan kedudukan senantiasa menemui jalan buntu hingga babak pertama usai.
Formasi 4-2-3-1 andalan Nagelsmann kesulitan menembus Pantai Gading yang tampil dengan 4-1-4-1. Baik Florian Wirtz maupun Jamal Musiala tidak mampu menguasai bola di ruang berbahaya sehingga serangan-serangan Jerman begitu mudah diredam. Selain pergerakan bek kiri Nathaniel Brown yang sering menusuk masuk ke jantung pertahanan Pantai Gading, Jerman hampir tidak memiliki pemain yang bergerak cepat untuk menciptakan ruang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/f49a605be3bfdcbe5655bcf5fd432e48-428087a5f0ef49bdae42107ae019aa89_0_f709d1f29ff741de9b96a6935147dfcf.jpg)
Sebelum dan sesudah gol Kessie, Jerman amat rentan setiap kali kehilangan penguasaan bola. Para bek Jerman terlampau mudah kalah dalam duel satu lawan satu melawan penyerang Pantai Gading yang berkembang di ruang kosong. Kelemahan ini sudah jadi tema berulang sepanjang pertandingan Jerman yang sekaligus mengindikasikan adanya masalah keseimbangan di internal mereka selama satu dekade terakhir.
Di sisi lain, Pantai Gading sangat mematikan dalam transisi. Mereka dengan cepat mengubah formasi dari 4-1-4-1 menjadi 4-3-3 ketika menyerang. Pelatih Pantai Gading Emerse Fae menginstruksikan para pemainnya untuk menyerang area kanan pertahanan Jerman yang dikawal Joshua Kimmich.
Kimmich yang kerap naik ke lini tengah beberapa kali terlambat turun. Selain itu, ia beberapa kali kesulitan membendung Yan Diomande lantaran tidak mendapatkan dukungan dari gelandang. Padahal, Diomande tidak begitu tampil dalam performa terbaiknya di laga ini dengan beberapa kali kehilangan bola serta keliru dalam pengambilan keputusan.
Jadilah sisi kanan Jerman sebagai area di mana mayoritas alur serangan Pantai Gading dimulai. Statistik menyebutkan, Pantai Gading mencatatkan hingga 56,1 persen sentuhan bola di separuh lapangan serang mereka melalui sisi kiri, atau sisi kanan pertahanan Jerman, pada babak pertama.
Satu-satunya tim yang lebih banyak memusatkan alur serangan mereka di area tersebut dalam turnamen sejauh ini hanyalah Bosnia- Herzegovina yang mencatatkan 61,1 persen sentuhan bola di sayap kiri ketika melawan Swiss. Kekuatan Jerman di lini tengah mendorong Pantai Gading untuk lebih sering mengalirkan bola di sisi sayap. Mereka hampir tidak pernah menguasai bola di area tengah permainan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/be7818a9c6a89ee3ad35dd33a9672b2b-fa0e482d996940bbb1ef748a57f43e50_0_49a4063d9ed04503906b86e42dcbebfd.jpg)
Di tengah kebuntuan itu, Nagelsmann bertaruh dengan menarik Musiala pada menit ke-60 untuk menggantinya dengan Undav. Selain Musiala, Nagelsman turut memasukkan Nadiem Amiri dan Jamie Leweling pada waktu yang sama. Ketiga pemain baru tersebut diharapkan bisa memberi dimensi berbeda pada kualitas serangan Jerman.
Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk sukses di turnamen ini. Mentalitas juara, semangat tim. Kami tidak menyerah. Kami terus berjuang.
Hasil pergantian pemain itu langsung terasa delapan menit berselang. Kerja sama Amiri dan Undav menghasilkan gol penyeimbang Jerman. Umpan silang terukur Amiri disambar Undav tanpa kesulitan dari jarak dekat.
Saat laga sepertinya akan berakhir imbang, Jerman secara mengejutkan berhasil bangkit dengan mencetak gol pembalik keadaan. Pelakunya lagi-lagi Undav yang begitu sempurna menempatkan posisi di antara bek tengah Pantai Gading.
Menerima umpan panjang mendatar dari Felix Nmecha, Undav melakukan gerakan memutar sebelum menaklukkan kiper Yahia Fofana. Dengan ini, Undav sudah mencetak gol dalam dua laga beruntun bersama Jerman di Piala Dunia. Capaian ini membuat Undav sejajar dengan legenda Jerman, Miroslav Klose, pada 2002 yang juga sukses mencetak gol dalam dua laga perdananya di Piala Dunia.
”Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk sukses di turnamen ini. Mentalitas juara, semangat tim. Kami tidak menyerah. Kami terus berjuang. Para pemain pengganti membawa energi baru ke dalam pertandingan. Deniz pantas mendapat pujian khusus. Dia luar biasa,” kata bek tengah Jerman, Jonathan Tah, seusai laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/c5f192e19b3ed00080b9179f22516661-058191b909f549fda8e08c7b6ca728dc_0_c3d794aca9ed4ee5988ebc07b61afd45.jpg)
Bukan kali ini saja Undav masuk dari bangku cadangan untuk kemudian berperan sebagai pembeda hasil akhir. Pada laga pertama, penyerang asal klub VfB Stuttgart itu juga berperan besar dalam kemenangan telak, 7-1, Jerman atas Curacao. Undav mencetak satu gol dan menyumbangkan dua asis. Dengan begitu, ia total sudah terlibat dalam lima gol Jerman.
Kecemerlangan Undav kian memberi banyak opsi bagi Nagelsmann di lini depan. Undav sangat mungkin tidak lagi menjadi penghangat bangku cadangan pada laga pamungkas Grup E kontra Ekuador. Sebelum bersiap melawan Ekuador, Jerman terlebih dulu akan menikmati betapa manis rasanya melangkah ke fase gugur setelah sekian lama.
Tambahan tiga poin dari Pantai Gading menempatkan Jerman di puncak Grup E. Adapun bagi Pantai Gading, kekalahan ini bukanlah jadi akhir karena masih berpeluang lolos dengan syarat mengalahkan Curacao pada laga terakhir. Selama ini Pantai Gading telah empat kali tampil di Piala Dunia, tetapi selalu tersingkir pada fase penyisihan grup. (AFP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar