PM India Modi mengerahkan berbagai pendekatan personal kepada Donald Trump, termasuk menyandingkan konsep MAGA dan MIGA.
14 Feb 2025 11:59 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, JUMAT — Di tengah serangan kenaikan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke banyak negara, Perdana Menteri India Narendra Modi menunjukkan kelihaiannya berdiplomasi. Di dalam kunjungannya ke Washington DC, Modi mengerahkan berbagai jurus bujuk dan rayu untuk menghindari perang dagang dengan AS.
”India akan membeli minyak dari kita. India dan AS akan menggodok berbagai perjanjian perdagangan yang bagus,” kata Trump di dalam jumpa pers, di sela-sela pertemuannya dengan Modi pada Kamis (13/2/2025) waktu setempat atau Jumat (14/2/2025) waktu Indonesia.
Trump mengatakan, AS juga akan meningkatkan penjualan alutsista ke India yang dimulai pada 2025. AS akan menjual pesawat tempur F-35 ke India. Kedua negara berjanji bekerja sama melawan kelompok teroris ataupun menghadapi perkembangan pengaruh China di kawasan.
Apabila India membeli F-35 dari AS, negara itu akan seperti kelompok elite negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jepang, dan Israel. Selain mampu terbang di atas kecepatan suara, F-35 yang dijuluki komputer terbang itu juga memiliki teknologi siluman yang membuatnya sulit dideteksi radar.
Di dalam taklimat media itu, Modi juga memberikan keterangan. Menurut dia, Delhi dan Washington berambisi menaikkan neraca perdagangan dua kali lipat per 2030, yakni menjadi 500 miliar dollar AS. Selain itu, ia mengungkapkan rencana kedua negara menambah kerja sama di pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan rantai pasok mineral-mineral strategis.
”Fokus perdagangan di sektor minyak dan gas guna menjamin ketahanan energi India. Nanti juga ada investasi di infrastruktur energi, terutama pembangkit tenaga nuklir,” kata Modi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/14/d4b3a04c-cbfb-48e7-9ebe-18b694105be1_jpg.jpg)
Sektor kerja sama lain adalah pembangunan dan pengembangan pelabuhan, stasiun dan rel kereta, serta pemasangan kabel di bawah laut. Semua untuk menyokong rute perdagangan yang terhebat di dunia apabila mengutip perkataan Trump.
Modi juga menyempatkan diri bertemu dengan Elon Musk, pemilik Tesla, SpaceX, dan X. Musk kini mengepalai Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE). Baru-baru ini, ia menuai kontroversi dengan menutup Badan untuk Pembangunan Internasional AS (USAID). DOGE juga berniat merumahkan ribuan pegawai negeri dengan alasan efisiensi anggaran. Menurut dia, pertemuan itu produktif dan mendalam.
Modi adalah pemimpin negara keempat yang berkunjung ke AS sejak Trump dilantik menjadi presiden AS pada 20 Januari 2025. Begitu dilantik, ia langsung melancarkan serangan berpa kenaikan tarif impor. Dua sasaran pertama Trump adalah Kanada dan Meksiko, tetangga-tetangga langsung AS. Mereka dipukul tarif impor masing-masing 25 persen.
Kanada dan Meksiko membalas. Mereka menolak disalahkan atas berbagai kasus yang terjadi di dalam negeri AS, terutama persoalan imigran gelap dan pengedaran narkoba fentanil. Akibat balasan dari Ottawa dan Mexico City, Trump menangguhkan penetapan tarif selama 30 hari sampai tercapai kesepakatan politik secara bilateral dengan masing-masing negara.
Penetapan tarif kedua dijatuhkan Trump berdasarkan kekesalannya terhadap defisit neraca perdagangan AS. Tarif ini ia jatuhkan kepada negara-negara kawan ataupun lawan. ”Justru, negara-negara kawan itu yang keterlaluan mengerjai kita dengan tarif tinggi. Sekarang kita balas,” kata Trump.
Beberapa contoh adalah Uni Eropa yang menerapkan tarif impor 10 persen untuk mobil-mobil dari AS, sementara AS hanya memberi tarif mobil Eropa sebesar 2,5 persen. India juga demikian. Walaupun bukan mitra dagang besar dari AS, mereka menerapkan tarif impor yang tinggi. Padahal, India berstatus negara yang diutamakan (most favoured nation/MFN).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/14/68ae044b-9f64-4428-ba33-c4225fa71d7f_jpg.jpg)
Perjanjian AS dengan negara-negara berstatus MFN adalah tarif impor paling besar 5 persen. Kenyataannya, India memberi tarif 39 persen untuk komoditas pertanian dari AS. Di sektor otomotif, India menetapkan tarif 100 persen untuk sepeda motor impor dari AS, sebaliknya AS memberi tarif impor sepeda motor dari India hanya 2,4 persen. Trump mengatakan, India adalah salah satu negara yang paling susah untuk melakukan bisnis saking tingginya tarif mereka.
Bahkan, Australia, negara yang neraca perdagangannya defisit dari AS, pun tidak lolos dari tarif Trump. Awalnya, Trump mengatakan mempertimbangkan meloloskan Australia dengan alasan itu. Akan tetapi, pada sore hari, Trump mengumumkan tetap memberi tarif 25 persen untuk impor baja, aluminium, dan logam-logam dari Australia.
”Tarif ini akan menyakitkan sebentar bagi rakyat AS, tetapi setelah itu harga-harga akan turun. Industri kita nanti akan kebanjiran investasi karena para pengusaha memindahkan produksi mereka dari negara lain ke AS,” ujar Trump.
Oleh sebab itu, Modi datang dengan strategi. Sebelum menyambangi Washington DC, India mengumumkan niat untuk membeli alutsista dari AS. Tidak hanya itu, mereka juga mengutarakan niat ingin berinvestasi dan bekerja sama mengembangkan teknologi militer dengan AS.
Di dalam jumpa pers, Modi berjanji bekerja sama dengan Trump menangani isu imigran gelap. Trump mulai mendeportasi imigran-imigran yang masuk ke AS tanpa membekali diri dengan surat-surat resmi. Pusat kajian Pew mendata, ada 725.000 imigran gelap dari India di AS. Ini jumlah ketiga terbesar setelah imigran dari Meksiko dan El Salvador.
Mayoritas orang India berusaha menyeberang ke AS melalui Kanada. Sejumlah tragedi terjadi, menurut media-media arus utama Kanada. Keluarga-keluarga dari India tewas kedinginan karena ditinggal di alam liar Kanada yang suhu pada malam hari mendekati 0 derajat celsius. Bahkan, ada pula yang tewas karena menghadapi cuaca bersalju ekstrem.
”Semua orang India yang menyelundup masuk ke AS itu korban sindikat perdagangan orang. Kami akan membantu menanggulanginya dan memulangkan mereka,” ucap Modi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/14/4e286820-a9bb-45a5-a93e-228f581558dc_jpg.jpg)
Sebagai balasan, AS akan mengekstradisi Tahawwur Hussain Rana, warga negara Kanada yang terlibat aksi terorisme di Mumbai, India, pada 2008. Rana saat ini berada di penjara di AS. Ia ditangkap di kota Chicago, Illinois, pada 2011. Delhi telah lama meminta kepada Washington agar mengekstradisi Rana agar bisa diadili di India.
”Meminjam istilah dari AS, India akan membangun lagi untuk MIGA (Make India Great Again). Apabila MIGA digabung dengan MAGA (Make America Great Again), kita menjadi mitra luar biasa untuk kesejahteraan bersama,” kata Modi, dikutip oleh Fox News.
Biswajit Dhar, ahli pembagunan di lembaga Dewan Pembangunan Sosial (CSD) New Delhi, menjelaskan kepada Al-Jazeera bahwa Modi berusaha meyakinkan Trump agar memberikan perlakuan berbeda kepada India. Pendekatan yang diambil adalah secara personal agar Trump percaya India bermain secara adil. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari