Hal itu dinilai mengindikasikan tak adanya persiapan matang dalam pemangkasan birokrasi AS. Para pegawai pun kebingungan.
17 Feb 2025 15:30 WIB · Internasional
WASHINGTON, SENIN - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempekerjakan lagi ratusan pegawai federal setelah mengirim surat pemecatan kepada mereka. Mereka adalah pegawai yang bertugas menangani program senjata nuklir.
Perubahan tersebut membuat para pekerja bingung dalam ketidakpastian. Hal itu dinilai mengindikasikan tak adanya persiapan matang dalam pemangkasan birokrasi AS.
Tiga pejabat AS yang berbicara tanpa memberikan identitas, Minggu (16/2/2025) waktu setempat, mengatakan, sekitar 350 pegawai di Badan Keamanan Nuklir Nasional AS (NNSA) menerima surat pemutusan hubungan kerja (PHK) secara mendadak pada Kamis (13/2/2025) malam.
Namun, sehari kemudian, Jumat (14/2/2025) malam, penjabat Direktur NNSA Teresa Robbins mengeluarkan memo yang membatalkan pemecatan. Memo itu berlaku untuk sebagian besar pegawai yang diberhentikan sehari sebelumnya. Hanya 28 staf yang akhirnya betul-betul diberhentikan.
"Surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan resmi bahwa keputusan pemutusan hubungan kerja yang dikeluarkan untuk Anda pada 13 Februari 2025 telah dibatalkan, berlaku segera," kata memo tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/17/1daa12bc2b43eed930aea6fab7a18b09-AFP_36XY3YY.jpg)
Awalnya, ratusan orang yang diberhentikan di NNSA merupakan bagian dari pembersihan oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin miliarder Elon Musk di Departemen Energi AS.
Salah satu kantor yang paling terpukul adalah pabrik Pantex di dekat Amarillo, Texas, yang awalnya mengalami pemangkasan sekitar 30 persen dari pekerjanya. Sebagian dari para pegawai itu bekerja untuk merakit kembali hulu ledak nuklir.
Beberapa dari mereka baru mengetahui diberhentikan saat tak bisa mengakses surat elektronik (e-mail) kantor. Beberapa lainnya mencoba masuk kantor pada Jumat pagi, namun tak punya akses memasuki kantor.
Padahal, posisi ini merupakan salah satu pekerjaan paling sensitif di seluruh perusahaan senjata nuklir dengan tingkat izin tertinggi. "Orang-orang DOGE datang tanpa mengetahui sama sekali apa yang menjadi tanggung jawab departemen-departemen ini," kata Daryl Kimball, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengendalian Senjata (Arms Control Association), merujuk pada tim DOGE di bawah Musk.
"Mereka tampaknya tidak menyadari bahwa sebenarnya departemen itu merupakan departemen senjata nuklir, bukan sekadar Departemen Energi," katanya menambahkan.
Keterangan dari ketiga pejabat itu berbeda dengan pernyataan resmi dari Departemen Energi AS, yang mengatakan pegawai di NNSA yang dipecat kurang dari 50 staf. Pernyataan itu menyebut mereka sebagai karyawan dalam masa percobaan yang memegang peran administratif dan klerikal.
Pemecatan tersebut dikritik staf senior NNSA. "Ini momen yang sangat penting. Kita harus memutuskan apakah kita benar-benar berkomitmen untuk memimpin di panggung dunia atau apakah kita puas dengan merusak sistem yang mengamankan masa depan bangsa kita," kata Wakil Direktur Divisi Rob Plonski dalam unggahan di media sosial LinkedIn.
Menurut dia, memangkas tenaga kerja federal yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi senjata nulir dapat dianggap sebagai tindakan yang sembrono dan oportunis yang terburuk.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/69c43796db3a21e3a0da29b91cbcb56a-AFP_36XV2Y2.jpg)
Badan Keamanan Nuklir Nasional AS memang bagian dari Departemen Energi yang mempekerjakan sekitar 2.000 orang di seluruh dunia. Tugas mereka mengamankan bahan nuklir, termasuk di Ukraina saat perang Rusia terus berlanjut.
Staf NNSA yang telah dipekerjakan kembali setelah dipecat tidak dapat dihubungi. Beberapa dikabarkan masih mempertimbangkan bersedia kembali kerja. Hal ini mengingat ketidakpastian yang diciptakan oleh DOGE.
Banyak pegawai federal di bidang nuklir telah menghabiskan seluruh karier mereka di sana. Gelombang pensiun dalam beberapa tahun terakhir membuat lembaga tersebut kehilangan sumber daya manusia yang sangat berharga.
Saat ini, NNSA tengah mengembangkan modernisasi senjata nuklir senilai 750 miliar dollar AS. Hal ini meliputi rudal balistik antarbenua berbasis darat baru, pesawat pengebom siluman baru, dan hulu ledak baru yang diluncurkan dari kapal selam.
Surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan resmi bahwa keputusan pemutusan hubungan kerja yang dikeluarkan untuk Anda pada 13 Februari 2025 telah dibatalkan, berlaku segera.
Untuk itu, NNSA merekrut pegawai baru secara agresif selama beberapa tahun terakhir: Pada tahun 2023, 60 persen tenaga kerja telah bekerja di sana selama lima tahun atau kurang.
Edwin Lyman, Direktur Keselamatan Tenaga Nuklir di Union of Concerned Scientists, mengatakan, pemecatan dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari lembaga tersebut. Langkah itu juga dapat menciptakan rasa ketidakstabilan atas program nuklir, baik di dalam maupun luar negeri.
"Saya pikir sinyal kepada musuh AS cukup jelas, membuat kekacauan di seluruh aparat keamanan nasional dan menimbulkan kegaduhan. Itu hanya akan menguntungkan musuh negara ini,” ujarnya.
Sementara beberapa pegawai di Departemen Energi AS yang tetap dipecat meliputi pegawai yang bertugas di masalah efisiensi energi dan dampak perubahan iklim. Dua isu tersebut tak menjadi prioritas Trump.
Banyak pegawai lainnya yang dipecat menangani masalah nuklir, namun tidak secara langsung menangani program senjata. Bagian ini termasuk bagian yang mengelola limbah radioaktif untuk memastikan material di sana tidak mencemari masyarakat sekitar.
Di antaranya adalah Laboratorium Nasional Sungai Savannah di Jackson, Carolina Selatan, Lokasi Nuklir Hanford, dan fasilitas nuklir di Waduk Oak Ridge.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/17/70320a66a91bec3a1141fe24719765d8-d4c28d21265545479ee69db343ccb9fc_0_ca52c07937cd42e69191dba78f1647de.jpg)
Lokasi Nuklir Hanford di Negara Bagian Washington adalah tempat para pekerja mengamankan 177 tangki limbah tingkat tinggi. Sebelumnya, fasilitas itu digunakan untuk memproduksi plutonium untuk bom atom. Adapun fasilitas nuklir di Waduk Oak Ridge di Tennessee merupakan lokasi kontaminasi Superfund, yaitu tempat sebagian besar pekerjaan awal pembuatan bom atom, Proyek Manhattan, dilakukan.
Anggota DPR AS Marcy Kaptur dari Ohio dan Senator AS Patty Murray dari Washington, keduanya dari Partai Demokrat, menyebut pemecatan di NSSA sangat tidak berperasaan dan memapar publik pada bahaya nuklir.
Program pemangkasan birokrasi Trump dan Musk terus meluas. Badan Pendapatan Nasional AS (IRS) dikabarkan akan memecat ribuan pegawai pekan ini, menyusul Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada akhir pekan lalu. Tim DOGE juga diduga mengincar Badan Penerbangan Federal AS (FAA).
Personel DOGE akan mengunjungi pusat komando Pengendali Lalu Lintas Udara milik FAA di Warrenton, Virginia, pada Senin (17/2/2025). Pemerintahan Trump mengatakan ingin mereformasi sistem di tempat itu.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengungkapkan rencana tersebut dalam unggahan media sosial. “Personel DOGE akan melihat langsung sistem saat ini. Mereka akan mempelajari apa yang disukai dan tidak disukai oleh pengawas lalu lintas udara tentang alat mereka, dan membayangkan bagaimana kita dapat membuat sistem yang baru, lebih baik, modern, dan lebih aman," katanya.
Pemerintahan Trump telah mengubah arah dan menolak partisipasi pengawas lalu lintas udara atau petugas keamanan FAA dalam program insentif pemerintah untuk mengundurkan diri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/9327d169a44b58d7046beb69abfbc061-063_2198234955.jpg)
Pada Sabtu, serikat pekerja Spesialis Keselamatan Penerbangan Profesional mengatakan, beberapa ratus karyawan percobaan FAA telah dipecat. Serikat pekerja mengatakan, tindakan kejam itu akan meningkatkan beban kerja dan menempatkan tanggung jawab baru pada tenaga kerja yang saat ini sudah kewalahan. FAA belum memberi komentar.
Adapun di FDA, sama seperti di institusi lainnya, pemberhentian menyasar pegawai yang baru direkrut. Mereka antara lain staf yang meninjau keamanan bahan makanan, peralatan medis, dan produk lainnya.
Karyawan masa percobaan di FDA menerima pemberitahuan bahwa pekerjaan mereka akan dihapuskan, pada Sabtu (15/2/2025) malam. Tiga staf memberi konfirmasi tanpa bersedia dikutip identitasnya karena takut.
Sejauh ini, belum jelas jumlah posisi yang dihapuskan. Pemecatan tersebut terindikasi difokuskan pada karyawan di pusat-pusat lembaga untuk makanan, peralatan medis, dan produk tembakau yang mencakup pengawasan rokok elektronik.
Pada Jumat pekan lalu, beberapa pejabat memperkirakan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) akan memecat 5.200 karyawan yang berstatus dalam masa percobaan di seluruh lembaganya. Hal ini menurut rekaman audio dari rapat Departemen Institut Kesehatan Nasional AS (NIH). HHS mengawasi NIH, FDA, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), serta insutusi kesehatan federal lainnya.
Hingga Minggu sore, sekitar 700 orang di CDC telah menerima pemberitahuan PHK. Sebelumnya dikabarkan pemangkasan di CDC mencapai 1.300 orang.
Sejumlah sumber mengatakan, gelombang PHK di CDC tak mencakup para dokter dan peneliti muda di bagian Epidemic Intelligence Service yang bertugas melacak penyakit.
Juru bicara HHS tak menanggapi permintaan komentar pada Minggu sore.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/702c7586792b21a72eaedc324df213b3-US_FEDERAL_EMPLOYEES_AND_ACTIVISTS_DEMONSTRATE_OUTSIDE_OF_THE_HE_127490123.jpg)
FDA berkantor pusat di pinggiran kota Maryland di luar Washington dan mempekerjakan hampir 20.000 orang. Institusi itu telah lama menjadi sasaran kritik Robert Kennedy Jr yang sekarang menjabat sebagai Menteri Kesehatan AS.
Tahun lalu, Kennedy menuduh lembaga tersebut melancarkan perang terhadap kesehatan masyarakat. Kennedy juga menyatakan tidak setuju terhadap perawatan yang belum terbukti seperti psikedelik, sel punca, dan terapi khelasi. Tokoh antivaksin itu telah menyerukan penghapusan ribuan bahan kimia dan pewarna dari makanan AS.
Hampir setengah dari anggaran FDA yang totalnya sebesar 6,9 miliar dollar AS berasal dari pembayaran perusahaan yang diatur oleh lembaga tersebut. Perusahaan-perusahaan itu antara lain produsen obat dan alat kesehatan. Anggaran dari perusahaan itulah yang memungkinkan FDA mempekerjakan ilmuwan tambahan guna meninjau produk dengan cepat.
Juru bicara HHS tak menanggapi permintaan komentar pada Minggu sore.
Peter Pitts, mantan komisaris asosiasi FDA di bawah Presiden George W Bush, mengatakan, pemangkasan karyawan baru dapat menjadi bumerang. Pemangkasan akan menghilangkan staf yang cenderung lebih muda dan memiliki keterampilan teknis yang lebih mutakhir.
Dengan pemangkasan, tenaga kerja FDA didominasi pekerja senior yang telah bekerja selama satu atau dua dekade di lembaga tersebut.
Apalagi, pada 2022, Kantor Akuntabilitas Pemerintah mencatat, FDA secara historis menghadapi tantangan dalam merekrut dan mempertahankan staf karena pendapatan yang ditawarkan sektor swasta jauh lebih baik.
"Anda ingin mendatangkan darah baru. Anda menginginkan orang-orang dengan ide-ide baru, antusiasme yang lebih besar, dan pemikiran terbaru dalam hal teknologi,” katanya.
Mitch Zeller, mantan Direktur FDA untuk Tembakau, mengatakan, pemecatan akan menurunkan moral dan melemahkan semangat pegawai federal. (AP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Fransisca Romana Ninik W