Anak balita itu memegang kuas cat dan krayon, mencoret-coret atau menciprat cat dengan riang. Noda warna-warni menghiasi tikar tatami dan meja di rumahnya.
25 Apr 2025 20:00 WIB · Internasional
Seorang bocah berusia hampir 2 tahun di Tokyo, Jepang, ini menjadi perbincangan di dunia seni. Dikenal sebagai Thumbelina, lukisan abstrak karyanya laku dijual seharga 33.000 yen (Rp 3,8 juta) pada pameran perdananya di galeri Decameron di Distrik Kabukicho.
Direktur galeri, Dan Isomura, Rabu (23/4/2025), menuturkan, gaya Thumbelina demikian hidup. ”Seperti bayi, tetapi cekatan secara misterius. Saya berpikir, wow, ini karya seni asli,” ujarnya.
Di rumahnya, anak balita itu memegang kuas cat dan krayon, mencoret-coret atau menciprat cat dengan riang. Noda warna-warni menghiasi tikar tatami dan meja di rumah yang terletak di pinggiran kota. Sang ibu terlihat sabar membantu membuka tabung cat dan mengoleskannya di atas kertas.
”Saya bisa melihat ritme dalam gerakan dan polanya. Dia tahu apa yang dia lakukan,” tutur sang ibu. Ia pengungsi dari Ukraina, berusia 20-an tahun, dan meminta untuk merahasiakan namanya dengan alasan privasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/e4bbd735d8269af69d9f032442de5d4d-JAPAN_UKRAINE_ART_FAMILY_OFFBEAT_129197277.jpg)
Ia pun seorang seniman yang fokus pada seni kaligrafi Jepang. Dengan bercanda, ia mengatakan ”iri” pada pameran karya putrinya. Namun, tentu saja ia sangat bahagia. Dulu dia mengira putrinya yang akan membantu dia berkarya. ”Sekarang saya asistennya,” tuturnya.
Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, ibunda Thumbelina meninggalkan kampung halamannya di Donbas, wilayah timur Ukraina yang porak-poranda. Ia terbang menuju Jepang setelah menemukan laman yang membantu warga Ukraina mendapatkan rumah di berbagai tempat di dunia.
Di pesawat, dia duduk di samping Isomura, seniman kontemporer Jepang. Hal itu mengubah hidupnya.
Melalui Isomura, perempuan itu menemukan jodohnya. Pasangan itu pun kemudian memiliki Thumbelina. Awalnya, Isomura mengira anak balita itu mencoret-coret sembarangan. ”Dia tampak memberikan isyarat setiap kali menganggap gambarnya sudah selesai,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/1abb6af5b4310dee4fc720838061e161-JAPAN_UKRAINE_ART_FAMILY_OFFBEAT_129197289.jpg)
Thumbelina terkadang meminta warna tertentu, mengembangkan bentuk dari tetesan cat, dan menyelesaikannya. ”Beberapa orang mengatakan, ada keterlibatan ibunya. Berarti ini bukan karya Thumbelina. Namun, bagi bayi, seorang ibu adalah bagian dari tubuhnya,” papar Isomura.
Pameran karya-karya Thumbelina dibuka bulan lalu dan berlangsung hingga pertengahan Mei. Pameran berlangsung pukul 20.00-05.00, saat senimannya sedang tidur lelap.
Seorang pengunjung mengagumi lukisannya dan menyebutnya memiliki pesona yang polos. ”Rasanya dia sama sekali tidak peduli apakah lukisan itu bagus atau buruk,” kata Yuri Kuroda, pengunjung itu. (AFP)
Penulis:
Fransisca Romana Ninik WEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Retma Wati