Tren positif dalam eksekusi bola mati memberikan kepercayaan diri bagi Liverpool di sisa musim. Tren itu pula yang menjadi bekal untuk menjamu Brighton di Piala FA.
13 Feb 2026 20:07 WIB · Olahraga
AP/PA/Danny Lawson
LIVERPOOL, JUMAT — Keputusan Liverpool mengganti pelatih bola mati pada pertengahan musim terbukti sangat tepat. Bola mati yang selalu menghantui mereka sejak awal musim kini mulai menjadi senjata mematikan tim. Lawan mereka berikutnya, Brighton and Hove Albion, patut waspada.
Liverpool akan menjamu Brighton dalam pertandingan putaran keempat Piala FA di Stadion Anfield, Minggu (15/2/2026) pukul 03.00 WIB. Walaupun masih dibayangi kekalahan pahit dari Manchester City pada laga kandang terakhir, Pelatih Liverpool Arne Slot tidak terlalu khawatir.
Kepercayaan diri Slot muncul berkat tren bola mati Liverpool yang naik signifikan, khususnya dari skema tendangan sudut. Mereka berhasil menciptakan tiga gol dari skema tersebut dalam empat pertandingan liga terakhir. Adapun dalam 22 pekan awal liga, mereka hanya mencetak satu gol tendangan sudut.
Slot meyakini, permainan terbuka bukan lagi bagian terpenting di sepak bola. ”Jika becermin dari peringkat liga, bola mati lebih berpengaruh dibandingkan musim lalu. Saya berani mengatakan, kemampuan mengeksekusi bola mati dengan baik adalah satu-satunya atribut yang wajib dimiliki di Liga Inggris,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/12/369a2665c774019e7bbe09b0246aeb4a-wires_photo.jpg)
Liverpool tidak terlihat seperti juara bertahan liga pada musim ini juga karena masalah bola mati. Mereka mencatatkan defisit yang sangat lebar dalam memasukkan dan kemasukan dari skema bola mati, 8-14. Tidak ada tim di liga yang mencatatkan defisit lebih besar daripada ”Si Merah” dalam aspek tersebut.
Beruntung, problem itu mulai mereda belakangan ini. Keputusan Liverpool sangat tepat dalam melepas pelatih bola mati Aaron Briggs pada akhir Desember 2025. Peran itu digantikan oleh Lewis Mahoney mulai awal tahun. Pengaruhnya sangat terasa bagi Virgil van Dijk dan rekan-rekan.
Di laga terakhir, Liverpool bahkan menang atas Sunderland 1-0 di kandang lawan dengan gol tunggal dari tendangan sudut yang dicetak Van Dijk. Padahal, Sunderland merupakan satu-satunya tim di liga yang belum terkalahkan dalam laga kandang. Liverpool meruntuhkan rekor tersebut.
Perubahan strategi tendangan sudut terlihat jelas di kubu Liverpool. Mereka mulai mengikuti tren di liga untuk mengeksekusi dengan teknik umpan inswinger atau ayunan ke dalam. Gol Van Dijk ke gawang Sunderland dihasilkan lewat umpan Mohamed Salah yang mengayun ke arah dalam.
Dalam teori umpan inswinger, pemain kidal biasanya mengambil tendangan sudut di sisi kanan. Begitu pun sebaliknya. Alhasil bola akan terlihat bergerak ke luar lebih dulu, lalu melengkung ke arah gawang. Liverpool pun mengganti posisi eksekutornya, Salah di kanan dan Dominik Szoboszlai di kiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/784e2572f919833877dbd8f129024db2-Britain_Premeir_League_Soccer_3_.jpg)
Perubahan strategi bola mati Liverpool terasa tepat sebelum laga versus Bournemouth, akhir Januari, saat mereka bisa mencetak gol dari tendangan sudut laga. Porsi umpan inswinger Liverpool naik tajam dalam empat laga terakhir, 82,5 persen, dibandingkan dengan 22 laga sebelumnya (49,4 persen).
Hasilnya sangat efektif. Menurut Sky Sports, konversi gol Liverpool ikut naik sebelas kali lipat, dari semula 0,8 persen menjadi 8,8 persen. Skema itu terbukti cocok untuk memanfaatkan Van Dijk yang unggul dalam duel udara. Presensi sang bek membuat area depan gawang lawan sangat kacau.
Adapun dua dari tiga gol tendangan sudut terakhir Liverpool dicetak oleh Van Dijk. Dua-duanya lewat umpan inswinger, masing-masing dari asis Salah dan Szoboszlai. ”Dia adalah ancaman besar di udara baik dalam serangan maupun bertahan. Dia sangat vital bagi kami, dan saya berharap masih akan banyak gol bola mati darinya,” kata Slot.
Penggunaan teknik inswinger sudah semakin dominan di Inggris. Terbukti, dari semua percobaan tendangan sudut di liga sejauh ini, jumlah umpan inswinger jauh lebih banyak daripada outswinger atau ayunan ke arah luar, 1.810 berbanding 361 kali. Konversi gol dari inswinger pun jauh lebih baik, 5,02 persen berbanding 3,6 persen.
Brighton patut mewaspadai senjata baru tuan rumah. Tim asuhan Pelatih Fabian Hurzeler itu memang sangat andal dalam bertahan di situasi bola mati. Brighton baru kemasukan lima gol dari bola mati, paling sedikit di liga. Namun, itu tidak bisa menjadi jaminan. Sunderland yang tangguh dalam bola mati sudah menjadi korban.
Hurzeler berkata, kunjungan ke Anfield akan sangat sulit bukan hanya karena tim lawan. Brighton juga sedang berjibaku dengan tren buruk lima laga tanpa kemenangan, termasuk kalah beruntun dalam dua laga terakhir. Karena itu, laga nanti sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/09/5efc34dbf90da79f803cc7867f627900-wires_photo_2026_02_09T035050.629.jpg)
”Para penggemar pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Kami sudah berusaha melakukan banyak hal dengan benar di lapangan, seperti bertahan dengan baik dan menciptakan peluang, tetapi itu belum cukup. Semestinya kami bisa mendapatkan hasil lebih baik jika konsisten dari sisi performa,” kata Hurzeler.
Dilema terbesar bagi Slot dalam laga nanti adalah pemilihan pemain. Mereka tidak bisa melakukan rotasi besar karena undian yang kurang menguntungkan. Liverpool harus menghadapi Brighton saat banyak tim Liga Inggris lain bertemu dengan tim dari divisi bawah.
Masalahnya, Liverpool sedang mengalami krisis pemain karena badai cedera. Szoboszlai yang terkena sanksi larangan bermain di laga sebelumnya akibat kartu merah sudah bisa tampil. Namun, mereka harus kehilangan gelandang Wataru Endo yang mengalami cedera di kandang Sunderland.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti