Selalu ada drama dalam sepak bola. Kali ini lakonnya Italia. Juara empat kali Piala Dunia ini gagal ke putaran final Piala Dunia 2026.
01 Apr 2026 16:15 WIB · Olahraga
AP/GREGORIA BORGIA
Foto yang dirilis kantor berita The Associated Press (AP) menampilkan sebuah bola sepak dengan bendera dan tulisan ”Italy” yang rusak. Pada foto lain ditampilkan kondisi lapangan sepak bola kota Roma yang terbengkalai. Foto tersebut dirilis pada Kamis (1/4/2026), sesaat setelah Italia dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia 2026.
Foto-foto karya Gregoria Borgia tersebut seolah menjadi gambaran sepak bola Italia saat ini. Kondisi ketika sepak bola Italia berada di titik terendah.
Bagaimana tidak, Italia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia tiga kali berturut-turut, yaitu edisi Rusia 2018, Qatar 2022, dan yang terbaru edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/7d425bb754990e8f9f2c588e9246771e-AP26091243121508.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/cb48f212b3d28b3f942d3631ae7b0c1e-AP26091243041738.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/6d3f79494d9788c965266501bd0accc0-AP26091243134032.jpg)
Sebuah lapangan sepak bola yang terbengkalai di Roma, Rabu (1/4/2026). (AP Photo/Gregorio Borgia)
Sebuah lapangan sepak bola yang terbengkalai di Roma, Rabu (1/4/2026). (AP Photo/Gregorio Borgia)
Sebuah lapangan sepak bola yang terbengkalai di Roma, Rabu (1/4/2026). (AP Photo/Gregorio Borgia)
Pada final playoff jalur A Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Bosnia-Herzegovina, Rabu (1/4/2026), Italia menyerah dari tuan rumah, 1-4, lewat adu penalti. Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan gagal mengamankan tiket terakhir ke Piala Dunia.
Donnarumma, kiper utama tim Italia ini, harus menerima kenyataan, gawangnya dibobol lima kali oleh para pemain Bosnia-Herzegovina. Satu gol dari pertandingan waktu normal, sisanya dari titik putih saat adu penalti.
Adu tendangan penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal 2 × 90 menit dan tambahan perpanjangan waktu 2 × 15 menit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/56d82acb45975efcaf68dc9a32997d16-000_A6DG38N.jpg)
Kiper utama tim Inggris, Manchester City, ini gagal menghadang empat penendang Bosnia-Herzegovina. Sementara dua penendang Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya.
Esposito bahkan sampai harus menutup sebagian wajahnya dengan jersei yang dikenakannya saat gagal mengeksekusi penalti. Tendangan kerasnya melambung di atas mistar gawang Bosnia yang dijaga Nikola Vasilj.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/ebdc33f41690225c514a6af591fbaa59-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/6d64c9a8f26ee1a7e8b8ab4e5daf41f6-Bosnia_Italy_WCup_Soccer_5.jpg)
Bagi para pemain Italia, ini adalah momen terburuk. Kenangan dua kali gagal ke Piala Dunia pada dua edisi sebelumnya gagal dipatahkan. Para pemain tertunduk lesu seolah tidak percaya dengan hasil yang mereka raih. Mereka tidak kuasa menatap ke depan, apalagi ke para suporter yang datang mendukung.
Saat para pemain Italia larut dalam kesedihan dan mungkin penyesalan, para pemain, ofisial, dan penonton Bosnia-Herzegovina bergembira dan bersorak keras. Mereka berpelukan, menangis haru, hingga mengangkat dan melempar ke udara pelatih mereka, Sergej Barbarez.
Para penonton tidak kalah heboh dalam berselebrasi. Mereka menyalakan suar, berpelukan, menangis, melepas dan mengibarkan baju, hingga memanjat jaring pembatas antara lapangan dan bangku penonton.
Tidak hanya di dalam lapangan, kemenangan ini juga disambut antusias puluhan ribu warga Bosnia-Herzegovina di seluruh penjuru negeri. Mereka berkonvoi keliling kota, mengibarkan bendera negara, menyalakan suar, hingga berkumpul di pusat-pusat kota untuk berpesta bersama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/5ad62985671f5046045f17bb9d8d90de-AP26090791670100.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/71031e235e43a5cb47f5fb2114e062a4-AP26090802303712.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/0dbb4debb73cca1f15e5db3ba83692fb-AP26090800052779.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/12a5cb3ef0cfbb7ecf0069d886d4f7fe-AP26091058285727.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/1b44965abedb0577f9a08c4991cce640-AP26091069129071.jpg)
Itulah sepak bola. Selalu ada drama di dalamnya. Raksasa sepak bola seperti Italia bisa tumbang dari negara kecil lewat pertandingan dramatis. Hal ini bak cerita klasik David vs Goliath.
Pihak yang menang akan merayakan, sedangkan pihak yang kalah akan menjelaskan. Menjelaskan sembari mencari alasan mengapa mereka sampai kembali gagal ke Piala Dunia, ya gagal untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Penulis:
Heru Sri KumoroEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar