SEPAK BOLA

Tumbang dari Bulgaria, Cara Terbaik Indonesia Mengenal Kelemahan Diri Sendiri

Indonesia gagal akhiri kutukan dari Bulgaria di Jakarta. Tampil lebih dominan kuasai bola, "Garuda" minim kreasi peluang.

30 Mar 2026 22:21 WIB · Olahraga

Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Ambisi pertama tim nasional sepak bola Indonesia bersama John Herdman, yaitu memenangi FIFA Series 2026, pupus. Wajah baru skuad ”Garuda” tak kuasa menahan Bulgaria akibat tumbang 0-1 pada laga final, Senin (30/3/2026) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Gol tunggal penyerang sayap Bulgaria, Martin Petkov, pada menit ke-37 menghadirkan mimpi buruk bagi Indonesia yang didukung langsung 24.174 pasang mata. Hasil itu menyebabkan Indonesia gagal membenahi rekor pertemuan kontra Bulgaria.

Sejak jumpa dengan Bulgaria di turnamen segitiga Jakarta 1957, Indonesia belum pernah menang atas tim asal sisi tenggara Eropa itu.

Indonesia menelan kekalahan tiga kali. Sebelum di FIFA Series 2026, hasil negatif diterima Garuda dari ”Lavovete” alias ”Si Singa” pada laga ekshibisi 1957 dan 1973. Hanya sekali Indonesia mampu menahan Bulgaria pada 1959 di Lapangan Ikada, kini kawasan Monumen Nasional.

Terlepas dari hasil akhir, sejumlah catatan pembenahan mencuat dari pertarungan menghadapi Bulgaria, duta Eropa. Pembenahan itu, utamanya, perihal disiplin taktik.

Pemain timnas Indonesia Ragnar Oratmangun (kanan) berebut bola dengan pemain Bulgaria Petko Hristov dalam pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Herdman menginginkan anak asuhannya tampil tanpa cela sejak sepak mula. ”Kami masih dalam tahap awal proses panjang. Tentu, tidak selamanya perjalanan mulus,” kata Herdman.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga mengingatkan kepada khalayak sepak bola nasional untuk percaya proses yang tengah dibangun Herdman. Ia pun menganggap normal tidak selamanya hasil positif diraih skuad Garuda.

”Dalam perjalanan panjang sebuah tim pasti ada naik dan turun. Terpenting adalah kami tetap menjaga arah dan tujuan agar tim semakin kuat di masa depan,” tutur Erick.

Minim kreasi

Herdman melakukan empat pergantian susunan pemain pertama dibandingkan duel kontra Saint Kitts dan Nevis. Emil Audero, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Ragnar Oratmangoen mendapat kesempatan tampil sejak sepak mula bersama juru taktik asal Inggris.

Quote

Meskipun bermain lebih dominan dengan bola, pemain-pemain minim kreasi untuk membongkar pertahanan rapat Bulgaria.

Atensi Indonesia untuk menekan langsung terlihat pada awal laga. Di babak pertama, Indonesia amat dominan menguasai bola dengan catatan 64 persen penguasaan bola.

Infografik riset peringkat FIFA Timnas Indonesia 5 tahun terakhir.

Namun, eksekusi penalti penyerang sayap Bulgaria, Martin Petkov, pada menit ke-38 memberikan pelajaran penting bagi skuad Garuda. Pelajaran itu ialah sepak bola dimenangkan oleh tim yang bermain menyerang lebih efektif, bukan sekadar berlama-lama menguasai bola.

Meskipun bermain lebih dominan dengan bola, pemain-pemain minim kreasi untuk membongkar pertahanan rapat Bulgaria. Tidak ada skema open play atau permainan terbuka yang berbuah tembakan.

Dua tembakan tidak tepat sasaran diawali agresivitas Ramadhan Sananta merebut bola yang diakhiri tembakan. Lalu, tendangan bebas Nathan yang disambut sundulan Justin Hubner melayang di atas mistar Bulgaria.

Penalti

Sebaliknya, Lavovete yang mengandalkan dua penyerang sayap, Petkov dan Zdravko Dimitrov, untuk melakukan aksi individu bisa dua kali melepaskan tembakan tepat sasaran dari tiga percobaan. Pergerakan Dimitrov yang dilanggar Kevin Diks menyebabkan penalti untuk Bulgaria.

Selama babak pertama, tidak ada peluang dikreasi pemain skuad Garuda. Pasalnya, mereka hanya menghasilkan satu operan tepat sasaran di kotak penalti Bulgaria. Adapun tim tamu mencatat empat operan tepat sasaran di kotak penalti Indonesia.

Pemain timnas Indonesia Ragnar Oratmangun (kanan) berebut bola dengan pemain Bulgaria dalam pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Kompas/Adryan Yoga Paramadwya

Setelah turun minum, perubahan taktik dilakukan Herdman dengan mengganti Sananta dengan Ivar Jenner. Kondisi itu mengembalikan Romeny sebagai penyerang tengah.

Eliano Reijnders, Dony Tri Pamungkas, dan Beckham Putra, bergantian dimasukkan pada pertengahan babak kedua. Tetapi, hal itu tetap hanya menghasilkan sebuah tembakan tepat sasaran untuk menguji kiper Bulgaria, Dimitar Mitov. Momen itu tercipta pada menit ke-87 melalui bola sepakan kaki kiri Rizky Ridho yang ditepis Mitov.

Dua kesempatan lain dihasilkan Indonesia di dalam kotak penalti Bulgaria ialah tembakan Jenner yang diblok pada menit ke-59 dan tendangan Romeny membentur mistar gawang pada menit ke-72.

Bulgaria yang bertahan lebih dalam dan mengandalkan serangan balik justru mendapat dua peluang emas. Penyerang Martin Minchev melepaskan tembakan di muka gawang Indonesia yang memaksa Hubner melakukan blok penting.

Kemudian, pengganti Minchev, Vladimir Nikolov, memiliki peluang besar pada menit ke-80 melalui skema serangan balik. Tembakan Nikolov mampu dihalau Audero dengan kaki kiri.

infografik
Profil John Herdman

Pekerjaan rumah

Efektivitas serangan itu harus perlahan dibenahi Herdman jelang menghadapi dua turnamen tingkat Asia Tenggara pada awal semester kedua tahun ini. Indonesia akan mengikuti Kejuaraan ASEAN 2026. Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak kualifikasi (Timor Leste atau Brunei Darussalam) akan menjadi ujian bagi Herdman untuk mengejar trofi bergengsi perdana untuk Indonesia.

Selanjutnya, Garuda akan bertarung pada edisi inaugurasi Piala ASEAN FIFA pada Agustus hingga September mendatang. Jika bisa menyapu bersih dua trofi ASEAN selama 2026, itu adalah bekal penting Indonesia untuk bertarung di Piala Asia Arab Saudi 2027, Januari tahun depan.

Perbedaan dari dua turnamen Asia Tenggara itu ialah komposisi pemain yang disiapkan Herdman. Ia akan menggunakan hanya pemain-pemain di BRI Liga Super, juga pemain yang berkarier di Malaysia dan Thailand untuk Kejuaraan ASEAN 2026.

Adapun di Piala ASEAN FIFA, Herdman akan menurunkan pemain terbaik yang mayoritas diisi pemain-pemain yang berkarier di Eropa. Sebab, turnamen besutan FIFA itu masuk dalam jendela laga internasional September-Oktober.

”Dua turnamen itu adalah ajang saya mencoba pemain sebanyak-banyaknya. Setelah itu, saya akan membentuk tim yang benar-benar disiapkan untuk Piala Asia,” ucap Herdman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono