Bologna Vs AC Milan, Sergio Conceicao dalam Masalah Besar

Sergio Conceicao menuai sorotan seusai hasil minor yang diraih AC Milan dalam sepekan terakhir. Kans Milan finis di posisi empat besar semakin mengecil.

28 Feb 2025 10:49 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BOLOGNA, JUMAT — Kekalahan 1-2 dari Bologna memperburuk situasi AC Milan yang baru saja tersingkir dari Liga Champions Eropa. Pelatih Milan Sergio Conceicao dianggap tidak lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya, Paulo Fonseca. Dia bisa saja kehilangan posisinya pada akhir musim jika gagal membawa Milan finis di posisi empat besar.

AC Milan bak sudah jatuh tertimpa tangga. Berharap meraih momentum kebangkitan saat menghadapi tuan rumah Bologna pada laga tunda Liga Italia di Stadion Renato Dall’Ara, Jumat (28/2/2025) dini hari WIB, Milan justru semakin terpuruk. Kekalahan tipis 1-2 dari Bologna membuat ”Rossoneri” terpental ke peringkat delapan klasemen sementara liga.

Dengan hasil ini Milan telah gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terbaru. Setelah kalah dari Feyenoord dan tersingkir dari Liga Champions, Milan kemudian takluk 1-2 dari Torino. Laga menghadapi Bologna menjadi momentum Milan untuk kembali memulihkan kepercayaan diri.

Harapan itu sempat menggelora kala Rafael Leao membawa Milan memimpin lebih dulu pada menit ke-43. Namun, kegembiraan Milan hanya berlangsung lima menit karena Bologna sanggup mencetak gol balasan lewat Santiago Castro. Delapan menit menjelang laga usai, Dan Ndoye mencetak gol penentu kemenangan Bologna.

Quote

Kami harus bangkit, bersatu, dan sekarang ada pertandingan bagus melawan Lazio. Kami bermain di kandang sendiri dan kami harus menang.

Italy Soccer Serie A

Kekalahan ini semakin memperkecil peluang Milan finis pada peringkat empat besar. Selisih poin Milan dengan Juventus di peringkat keempat melebar menjadi delapan poin. Dengan 12 pekan tersisa, finis pada peringkat empat besar merupakan misi mahaberat. Namun, Leao percaya target itu masih sangat mungkin dicapai.

”Tujuan kami hari ini adalah menang, seperti biasa. Kami yang harus disalahkan atas hasil ini. Namun, begitulah adanya. Kami harus bangkit, bersatu, dan sekarang ada pertandingan bagus melawan Lazio. Kami bermain di kandang sendiri dan kami harus menang,” kata Leao.

Akibat hasil minor Milan dalam sepekan terakhir, posisi Sergio Conceicao pun dalam bayang-bayang masalah. Dia dinilai tidak lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya, Paulo Fonseca. Selama memimpin Milan dalam 16 laga, Conceicao rata-rata membukukan 1,69 poin per laga. Adapun Fonseca mencatatkan rerata 1,75 poin per laga selama menjadi arsitek Milan dalam 24 pertandingan.

Gagal finis pada peringkat empat besar akan berarti masalah bagi Milan. Itu berarti Milan tidak akan ambil bagian dalam Liga Champions musim depan. Padahal, para petinggi Milan selalu menargetkan untuk lolos Liga Champions.

Pelatih AC Milan Sergio Conceicao saat pertandingan laga kedua babak ”playoff” Liga Champions antara AC Milan dan Feyernoord di Stadion San Siro, Milan, Italia, Rabu (19/2/2025) dini hari WIB.

Surat kabar Italia, Corriere della Sera, menulis laporan betapa terjepitnya posisi Conceicao jika gagal membawa Milan finis di peringkat empat besar. Kontrak Conceicao bersama Milan memang masih tersisa hingga Juni 2026. Namun, tidak tertutup kemungkinan ia akan dipecat jika gagal mencapai target. Sikap Milan yang tidak segan memecat Fonseca bisa menjadi gambaran bagaimana nasib Conceicao kelak.

Harian itu juga menyebut Pelatih Napoli Antonio Conte sebagai sosok yang berpotensi menjadi pengganti Conceicao. Untuk saat ini, petinggi Milan memilih tidak gegabah dan menunggu. Apa yang mereka bisa lakukan sekarang hanyalah mengawasi kinerja Conceicao.

”Pelatih Portugal itu (Conceicao) bukanlah satu-satunya pihak yang harus disalahkan, tetapi pendekatannya sebagai sosok yang kuat dan sejumlah keputusannya telah menarik perhatian. Seperti teka-teki fantastic four (memainkan empat penyerang sekaligus) harus diselesaikan karena tidak berjalan bagus, tetapi tetap dipertahankan,” tulis Corerra della Sera.

Serangan bertubi-tubi karena hasil buruk Milan beberapa pekan terakhir turut memengaruhi suasana hati Conceicao. Ia begitu emosional saat meladeni wawancara seusai laga, terlebih saat menyinggung gol penyeimbang Bologna yang dianggap tidak sah karena ada potensi handball terlebih dulu.

Italy Soccer Serie A

Meski kinerjanya mulai diragukan, Conceicao tetap yakin mampu membawa Milan menembus empat besar. Selain masih berupaya finis pada peringkat empat besar, Conceicao juga punya harapan lain untuk mempersembahkan trofi, yaitu pada Piala Italia. Milan akan menghadapi Inter Milan pada semifinal yang berlangsung dua pertemuan.

”Saya tidak datang ke Milan begitu saja. Saya telah bermain hampir 100 kali di Liga Champions. Saya telah memenangi 13 trofi, tetapi setiap hari mereka senang membicarakan saya. Saya memiliki keluarga, saya memiliki orang-orang yang dekat dengan saya, dan mereka melihat begitu banyak hal negatif tentang saya dan itu tidak benar. Maaf atas luapan emosi ini,” tutur Conceicao. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari