Capaian bersejarah bakal ditorehkan Nottingham Forest dan Bournemouth pada Natal tahun ini. Mereka berada di jalur yang tepat menuju kompetisi Eropa musim depan.
24 Des 2024 17:32 WIB · Olahraga
NOTTINGHAM, SELASA — Natal tahun ini akan terasa jauh lebih istimewa untuk Nottingham Forest dan Bournemouth. Kedua tim itu akan menyambut laga tradisi boxing day, Kamis (26/12/2024), demi mengukuhkan capaian terbaik pada pertengaham musim di Liga Primer Inggris.
Forest akan menyambut tim labil, Tottenham Hotspur, pada pekan ke-18, Kamis pukul 22.00 WIB, di Stadion City Ground. Koleksi tiga poin akan mengukuhkan anak asuhan Nuno Espirito Santo di zona empat besar, tepatnya peringkat keempat.
Posisi itu adalah capaian tertinggi Forest memasuki masa Natal sejak era Liga Primer. Sebelumnya, raihan terbaik mereka adalah duduk di peringkat kelima pada musim 1994-1995.
Kami masih di permulaan musim. Hasil saat ini bukan tentang posisi klasemen, melainkan menikmati momen dan menyadari belum ada hal yang kami raih.
Pada tiga dekade silam, mereka menutup musim di peringkat ketiga. Itu masih menjadi prestasi terbaik Forest pada era profesional kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Musim ini, Forest telah mengoleksi 31 poin dari 17 pertandingan awal. Koleksi poin itu pun sudah menjadi catatan tertinggi bagi pemilik empat gelar Liga Inggris di era Liga Primer.
Namun, Nuno menilai perjalanan timnya di Liga Inggris tidak akan mudah. Terlebih lagi Chris Wood dan kawan-kawan mulai dihinggapi ekspektasi untuk melanjutkan performa positif dengan koleksi tujuh kemenangan dalam 10 gim terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/24/ddaa3a6fb1ce5eeb6bc5f87dd4f56887-Britain_Soccer_Premier_League_126163429.jpg)
”Kami masih di permulaan musim. Hasil saat ini bukan tentang posisi klasemen, melainkan menikmati momen dan menyadari belum ada hal yang kami raih,” ujar Manajer Forest Nuno kepada BBC Sport, Selasa (24/12/2024).
Dari performa musim ini, Nuno terlihat semakin menyadari faktor ”X” yang dibutuhkan timnya untuk mempertahankan tren hasil positif. Pertahanan kokoh menjadi ramuan Nuno untuk membawa timnya tampil baik sejak akhir Oktober lalu.
Forest mencatatkan empat gim nirbobol dalam 10 gim terakhir. Duet bek tengah tangguh Murillo dan Nikola Milenkovic tak diragukan adalah pemain terpenting Forest.
Forest hanya kemasukan 19 gol yang membuat mereka cuma kalah rekor pertahanan dari Liverpool dan Arsenal (16 gol). Bahkan, jika merujuk statistik expected goals allowed (xGA), Forest adalah tim yang paling sulit ditaklukan lawan.
Mereka hanya mencatatkan 18 xGA. Catatan itu juga di bawah Arsenal (15,8 xGA) dan Liverpool (16 xGA).
Nuno menegaskan, timnya wajib melanjutkan kejar keras pada sesi latihan dan pertandingan demi menjaga persaingan di papan atas. Katanya, semua pertandingan di Liga Inggris berjalan sukar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/24/c4dc33c13d47567ec83ef38d167c7f95-Britain_Soccer_Premier_League_126010249.jpg)
Dengan modal dua kemenangan beruntun kontra Brentford dan Aston Villa, Forest berpeluang melanjutkan tren kemenangan dan memperkokoh posisi di zona empat besar.
Apalagi, Spurs tengah mengalami masa buruk dalam permainan bertahan. Sembilan gol telah bersarang dalam dua gim terakhir. Akan tetapi, Nuno kembali mengingatkan bahwa Spurs tidak bisa dipandang sebelah mata.
”Liga Inggris adalah kompetisi yang sangat sulit. Anda bisa melihat bahwa kami mendapatkan hasil dengan wajib bermain sangat baik dan tanpa cela. Laga selanjutnya juga akan berjalan sangat tangguh,” ucapnya.
Forest berpeluang menambah panjang performa buruk Spurs dengan mengandalkan skema transisi yang mematikan. Kecepatan Anthony Elanga dan kepiawaian umpan kunci Elliot Anderson adalah rahasia performa menyerang efektif Forest.
Tak ketinggalan, mereka memiliki Wood yang menjadi penyelesai akhir peluang Forest. Penyerang asal Selandia Baru itu tampil tajam dengan torehan 10 gol yang setara dengan 43 persen dari total gol Forest di liga musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/24/c2f762cb36eac441bc058e8733a04088-FBL_ENG_PR_MAN_UTD_BOURNEMOUTH_126325435.jpg)
Sementara itu, Bournemouth yang duduk di peringkat kelima memupuk mimpi untuk tampil pertama kali di kompetisi antarklub Eropa musim depan. Dengan koleksi 28 poin dari 17 gim, Bournemouth berpeluang memperbarui catatan poin terbaik mereka di Liga Primer.
Pada musim lalu, Bournemouth finis di peringkat ke-12 dengan koleksi 48 poin. Jumlah poin itu adalah capaian tertinggi mereka sejak perdana merasakan persaingan di Liga Primer musim 2015-2016.
Bournemouth akan menjamu Crystal Palace di Stadion Vitality pada sore Natal waktu setempat. Menang harus diraih Bournemouth demi mempertahankan posisi kelima dari buruan tiga tim di bawah mereka, yaitu Aston Villa, Manchester City, dan Newcastle United.
Bournemouth memiliki bekal impresif berkat koleksi lima gim beruntun nirkalah terdiri dari empat menang dan sekali seri. Satu kemenangan tercipta di kandang Manchester United, Stadion Old Trafford.
Manajer Bournemouth Andoni Iraola menuturkan, kemenangan langka sekaligus bersejarah di Old Trafford melambungkan kepercayaan diri anak asuhannya. Meski begitu, Iraola mengingatkan skuadnya bahwa kemenangan atas MU hanya bernilai satu laga yang tidak akan memengaruhi perjalanan musim mereka.
”Memenangi satu laga di Liga Primer sangat sulit. Jadi, kami harus melanjutkan performa ini. Jika sebaliknya terjadi, rentetan hasil amat buruk bisa menghantam kami,” tutur Iraola, dilansir Sky Sports.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/24/7a8d121bf869ad5aa2dfa49768123867-FBL_ENG_PR_MAN_UTD_BOURNEMOUTH_126325598.jpg)
Perjalanan Bournemouth pada musim ini bisa menjadi teladan bagi tim lain. Mereka adalah tim yang tampil seimbang. Koleksi 27 gol yang telah diciptakan sedikit lebih baik dari catatan 21 kemasukan.
Potensi besar Bournemouth untuk bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa berada pada peran seimbang semua pemain. Tidak ada bintang yang tampil mencolok bagi Bournemouth.
Enam pemain telah mencetak lebih dari satu gol. Secara total sudah 11 pemain menyumbang gol. Jarak kuantitas gol mereka sangat berdekatan.
Justin Kluivert adalah pemain paling tajam dengan enam gol. Ia diikuti oleh Antoine Semenyo (lima gol), Evanilson (lima goal), lalu Dean Huijsen, Dango Ouattara, dan Enes Unal yang menghasilkan dua gol.
Urusan pemberi asis pun juga dilakoni secara kolektif dengan melibatkan sembilan pemain. Marcus Tavernier sudah menciptakan empat umpan berbuah gol bagi rekannya. Catatan asis itu diikuti Lewis Cook dan Ouattara dengan tiga asis dan dua asis dari Kluivert serta Milos Kerkez.
Selain itu, Bournemouth telah menjelma sebagai tim yang berbahaya pada 30 menit akhir laga. Lima dari enam gol terakhir mereka di liga tercipta setelah melewati durasi satu jam pertandingan.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata