Bukan Malas, Panda Hanya Hemat Energi

Meski terlihat malas setengah mati, panda ternyata cuma mengaktifkan mode hemat daya guna mengelola energi dalam tubuh. Pasalnya, asupan nutrisi dan kalorinya minim.

02 Nov 2025 20:00 WIB · Lingkungan

AFP PHOTO/MANDAI WILDLIFE GROUP

Oleh Sekar Gandhawangi dari dari Chengdu, China

Makan, tidur, lalu buang air. Itu-itu saja keseharian panda raksasa, beruang besar berbulu hitam-putih yang berasal dari China. Panda sampai dijuluki hewan pemalas karena itu. Namun, di balik itu, ternyata hanya karena panda menerapkan konsep manusia modern yang hidup di masa kehancuran bumi: hemat energi!

”Panda biasanya aktif pada pagi hari. Setelahnya, mereka tidur,” kata pemandu pada rombongan jurnalis Asia Pasifik yang berkunjung ke Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China pada Minggu (19/10/2025) sore.

Pemandu tersebut merujuk pada seekor panda betina bernama Yi Yun yang tengah tidur tengkurap nyaris tak bergerak. Sebagian kakinya menggantung dari tempat tidur kayu, tetapi panda berusia lima tahun itu tampak tak peduli. Tidurnya tetap pulas bahkan ketika para pengunjung memekik pelan karena gemas padanya.

Di pusat konservasi ex situ ini, pengunjung tidak boleh bersuara keras, tidak menggunakan flash pada kamera, serta tidak mengetuk-ngetuk pagar yang memisahkan panda dengan pengunjung. Ini agar satwa bernama latin Ailuropoda melanoleuca tersebut tetap nyaman dan tidak terganggu.

Seekor panda tidur di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China pada Minggu (19/10/2025) sore. Panda dapat tidur 14 jam sehari secara tidak terus-menerus karena diselingi makan dan bermain. Seekor anak panda dapat makan 10 kilogram bambu dalam sehari, sementara panda dewasa sekitar 20 kilogram bambu sehari. Meski makan banyak, nutrisi dan kalori yang diperoleh dari makanan tergolong sedikit dan tidak sesuai dengan badannya yang besar. Itu sebabnya panda mesti menghemat energi.

Yi Yun—yang tidak kunjung bangun—digambarkan sebagai panda yang lincah dan agresif, utamanya saat memanjat pohon dan makan. Kelincahan Yi Yun agaknya padam setelah makan banyak bambu.

Xiu Qiu, panda betina berusia sembilan tahun, juga terlelap setelah makan banyak. Lucunya, ia memanjat pohon terlebih dahulu untuk tidur. Kepalanya menunduk saat tidur, sementara punggungnya bersandar pada dahan pohon. Adapun tak jauh dari Xiu Qiu, ada tiga panda lain yang tidur bersama. Ada yang terlentang dengan kaki mengangkang, sementara dua lainnya menumpangkan kepala di kayu. Gemas!

Menurut pemandu, anak-anak panda biasanya tidur 14 jam sehari, tetapi tidak secara terus-menerus. Panda akan makan dan bermain di sela tidurnya. Seekor anak panda bisa makan 10 kilogram bambu dalam sehari, sementara panda dewasa sekitar 20 kilogram bambu sehari. Banyaknya jumlah makanan yang dikonsumsi membuat panda menghabiskan sebagian waktunya untuk makan. Dalam sehari, ia butuh sekitar 10 jam untuk makan.

Selain bambu, panda yang ada di tempat penangkaran ini juga makan rebung dan madu. Adapun panda liar umumnya memakan daun bambu, batang bambu, dan rebung.

Walau jumlahnya banyak, makanan panda bernilai gizi rendah dan jumlah kalorinya pun minim. Gizi dan kalorinya tidak sepadan dengan panda yang berbadan bongsor. Itu sebabnya panda mengurangi pembuangan energi berlebihan lalu mengaktifkan mode hemat daya (energy saving) di tubuhnya. Itu pula sebabnya panda sering tampak bermalas-malasan: makan, tidur, buang air, repeat.

Buang air

Selain makan dan tidur, buang air juga termasuk kegiatan terpenting panda dalam sehari. Panda biasanya buang air 5-13 jam setelah makan. Proses pencernaan mereka tergolong cepat dibanding hewan-hewan lain, misalnya sapi dan kuda yang bisa menyimpan makanan hingga 24 jam di sistem pencernaan.

Panda memiliki usus yang pendek, lurus, dan tanpa sekum. Hal ini membuat proses pencernaan serta ekskresi panda berjalan cepat. Ini juga berarti hanya sedikit nutrisi yang bisa diserap selama proses pencernaan.

Rata-rata hewan herbivora dapat mencerna 80 persen makanan mereka, sementara panda hanya bisa mencerna 17 persen makanannya. Adapun panda kekurangan mikroba dalam organ yang membantu mereka mencerna selulosa, makanan utama mereka. Dengan minimnya nutrisi yang berhasil diserap, panda pun mesti pintar-pintar mengelola tubuh agar tidak lekas kehabisan energi. Itu sebabnya panda kerap mager alias malas gerak.

Pengunjung mengunjungi Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China pada Minggu (19/10/2025) untuk melihat panda. Panda sempat dinyatakan berada di status terancam punah oleh Badan Konservasi Dunia (IUCN), lalu statusnya turun menjadi rentan. Ini tak lepas dari upaya serius China untuk mengonservasi spesies endemiknya, antara lain lewat pembuatan cagar alam, program penangkaran dan pembiakan, serta restorasi habitat panda.

Di balik kemalasannya, panda sejatinya adalah hewan yang dilindungi. Panda sempat dinyatakan berstatus terancam punah oleh Badan Konservasi Dunia (IUCN), lantas statusnya turun menjadi rentan. Hal ini tak lepas dari upaya serius China untuk mengonservasi spesies endemiknya, antara lain lewat pembuatan cagar alam, program penangkaran dan pembiakan, serta restorasi habitat panda.

China juga membangun Pusat Perlindungan Gen Hewan Liar dan Tumbuhan. Pusat ini bertugas mengumpulkan serta mengawetkan sampel genetik hewan langka dan terancam punah. Hingga kini ada 220.000 sampel DNA yang terkumpul dari 800 spesies lebih, termasuk panda.

Panda—yang menurut catatan arkeologi telah hidup di bumi setidaknya selama 800 tahun—juga dijaga benar di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Kebersihan pangan panda terjamin. Adapun kondisi kesehatan panda, upaya pencegahan penyakit, serta asesmen dilakukan berkala dengan meneliti fesesnya.

Seorang pengunjung memotret panda di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China pada Minggu (19/10/2025) sore. Panda sempat dinyatakan berada di status terancam punah oleh Badan Konservasi Dunia (IUCN), lalu statusnya turun menjadi rentan. Ini tak lepas dari upaya serius China untuk mengonservasi spesies endemiknya, antara lain lewat pembuatan cagar alam, program penangkaran dan pembiakan, serta restorasi habitat panda.

Upaya menjaga populasi panda pun membuahkan hasil. Menurut Survei Panda Raksasa Liar Nasional periode 2011-2013, populasi panda liar mencapai 1.864 ekor di China. Ini adalah survei keempat yang dilakukan China. Setiap survei memakan waktu 3-5 tahun dan dilakukan dengan jarak waktu 10 tahun.

Pada survei pertama (1974-1977), jumlah panda mencapai 2.459 ekor. Angka ini lantas turun menjadi 1.114 ekor pada survei kedua (1985-1988), lalu naik jadi 1.596 ekor di survei ketiga (1999-2003). Kini, jumlahnya 1.864 ekor.

Adapun habitat asli panda ada di tempat dengan ketinggian 1.500-3.500 meter dengan suhu di bawah 20 derajat celsius. Habitat panda ada di enam pegunungan yang tersebar di Provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu.

Media diplomasi

Selain malas dan menggemaskan, panda adalah media diplomasi ulung dari China. Diplomasi panda pertama terjadi pada 1941 saat Ibu Negara Republik China Soong Mei Ling menghadiahkan panda jantan pada Amerika Serikat. Panda itu dinamai American China. Ini adalah ucapan terima kasih China pada AS yang telah membantu pengungsi China selama masa penjajahan Jepang (Kompas.id, 10 November 2023).

China juga pernah menghadiahkan panda bernama Chi Chi ke Kebun Binatang London pada 1962. Wajah Chi Chi lantas dijadikan logo Dana Alam Sedunia (WWF) saat organisasi ini berdiri di 1962.

Mengingat populasi panda menurun, China berhenti menghadiahkan panda pada pihak lain. China menggantinya dengan skema peminjaman panda yang kontraknya dapat diperbarui per periode.

Beberapa panda tidur di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China pada Minggu (19/10/2025) sore. Panda dapat tidur 14 jam sehari secara tidak terus-menerus karena diselingi makan dan bermain. Seekor anak panda dapat makan 10 kilogram bambu dalam sehari, sementara panda dewasa sekitar 20 kilogram bambu sehari. Meski makan banyak, nutrisi dan kalori yang diperoleh dari makanan tergolong sedikit dan tidak sesuai dengan badannya yang besar. Itu sebabnya panda mesti menghemat energi.

AS, misalnya, meminjam panda dengan kontrak yang diperbarui per 10 tahun. Biaya peminjamannya 500.000 dollar AS per tahun untuk tiap ekor panda. Adapun kontrak peminjaman mengatur bahwa panda adalah milik China, berikut anak-anak panda yang lahir kemudian.

Meski malasnya minta ampun, pesona panda pada akhirnya tidak bisa ditolak. Banyak orang terpikat, bahkan tak sedikit yang ingin hidup santai seperti panda. Ya, kapan lagi cuma makan, tidur, buang air, tapi bisa dilindungi negara dan dicintai dunia?


Kerabat Kerja

Penulis:

Sekar Gandhawangi dari dari Chengdu, China
 | 

Editor:

Dahono Fitrianto, Ichwan Susanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase